Kota kelahiranku sedang sakit, sedang tak baik-baik saja….
Dua bulan terakhir ini, mati lampu jadi pemandangan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat di Sulsel, pada umumnya dan kota Makassar pada khususnya.
Pemadaman bergilir datang dan pergi begitu saja menghadirkan keluhan, kecewa dan kesal dihati warga. Dampak paling memilukan banyak barang elektronik yang tiba- tiba rusak.
Telah dijadwalkan lampu padam selama empat sampai lima jam sehari, digilir masing-masing wilayah. Akibatnya banyak yang tidak betah tinggal di rumah. Mereka memilih ke Mall atau menginap di hotel. Apalagi bagi yang memiliki anak kecil.
Anak-anak merasa gerah, kepanasan dalam waktu yang lama. Mereka mengamuk dan menangis, mereka tidak akan pernah memahami kondisi yang terjadi.
Kekeringan yang terjadi akibat kemarau panjang merupakan penyebab utama listrik terpaksa dipadamkan, secara bergilir dibeberapa wilayah yang ada di Sulawesi-Selatan. Karena debit air kurang maksimal dibeberapa PLTA. Sehingga PLN pun menempuh jalan pemadaman bergilir. Sehingga mati lampu terjadi disebabkan pengoperasian pembangkit yang terbatas.
Kebakaran Nyaris Setiap hari
Dampak lain dari pemadaman bergilir dan kemarau panjang, kebakaran hampir setiap hari terjadi yang disebabkan korsleting listrik.
Seperti yang terjadi di SMP 8. Salah satu sekolah unggulan di Makassar, habis dilalap api. Penyebabnya kipas angin yang lupa dimatikan. Saat itu, anak-anak sedang belajar. Tiba-tiba mati lampu, sampai jam sekolah berakhir lampu tak kunjung menyala. Anak-anak pun pulang tanpa me ncabut colokan kipas.
Sehingga ketika listrik menyala, sudah tidak ada siswa atau guru di sekolah. Kabel kipas angin pun meleleh menyebabkan gedumg sekolah terbakar. Kemarau panjang dan kekeringan membuat daerahku tidak baik-,baik saja.
Kesulitan Air Bersih
Sebagian wilayah di Sulsel, terdampak kekeringan. Air yang merupakan kebutuhan pokok kita jadi sangat sulit. Krisis air bersih membuat warga berkecil hati. Semua serba sulit, selain untuk minum mereka butuhkan juga untuk mandi.
Namun, pemerintah tidak tinggal diam. Uluran tangannya sangat dibutuhkan. Mendistribusikan air untuk wilayah terdampak sudah dilakukan.
PDAM telah membagikan air bersih ke sejumlah titik yang membutuhkan air bersih. Selain pemerintah, bantuan dari pihak lain pun berdatangan. Senyum manis warga pun merekah, setidaknya masalah di tengah kemarau bisa teratasi.
