-
Kisah Sarah, Bocah 9 Tahun Syahid Menyusul Ayah, Ibu dan Dua Adiknya
Dua hari menjelang Idul Adha tahun 2026, seorang anak perempuan berusia 9 tahun, berdiri di atas tumpukan puing-puing runtuhan bangunan di Gaza. Sarah rindu pada ayahnya, ia pun menyiram air di atas makamnya yang syahid enam bulan yang lalu. Ia berdiri di atas batu besar yang berserakan, memegang wadah berisi air dan menyiram di atas gundukan tanah, tempat ayahnya beristirahat untuk selama-lamanya. Momen itu, sederhana namun sangat mengharukan. Bagi Sarah, makam itu merupakan tempat terakhir ia bisa merasa dekat dengan sosok yang paling ia cintai. Sarah mengenang enam bulan yang lalu, takdir kejam telah memisahkan mereka. Ayah Sarah syahid menyusul ibu dan dua adiknya saat lebih dulu dipanggil oleh Allah…
-
Bahasa Arab dan Mimpi Besar Khumaerah
Dari SMAIT Cobig untuk Mimpi yang Jauh Di saat banyak pelajar berlomba menembus gerbang perguruan tinggi negeri ternama, Khumaerah justru melangkah ke arah yang berbeda. Bukan karena ia tak mampu bersaing, tetapi karena hatinya telah lama tertambat pada satu mimpi yang sederhana namun penuh makna, ingin mendalami pendidikan Bahasa Arab. Kami baru benar-benar memahami arah langkahnya justru di waktu yang tak kami duga. Sekitar sebulan sebelum ujian akhir sekolah, tepat di penghujung Ramadan, ia menyampaikan rencananya untuk mendaftar Ma’had di Al-Birr. Padahal sebelumnya, kami sekeluarga yakin bahwa remaja yang akrab kami panggil Cime, akan memilih salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Makassar, keyakinan itu bukan tanpa alasan. Sejak duduk…
-
Marsya dan Enam Bulan yang Hangat
Tak Lagi Sekadar Tamu, Marsya Sudah Menjadi Keluarga Tidak terasa waktu begitu cepat berjalan. Enam bulan yang lalu, seorang mahasiswi Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung, Sulawesi Utara, datang ke rumah kami. Namanya Marsya, kadang kami memanggilnya Acaa. Dia datang ke Makassar, untuk menjalani Praktek Kerja Lapangan, di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produksi perikanan. Kami menyambutnya hangat dan penuh kasih. Awalnya kami mengira kehadirannya hanya akan menjadi singgah sementara, sebatas tamu yang datang dan pergi setelah tugasnya selesai. Namun, hari demi hari berjalan dan tanpa disadari, Marsya bukan lagi mahasiswi PKL yang menumpang tinggal, dia sudah menjadi bagian dari rumah ini. Dia sudah menjadi seseorang yang kehadirannya terasa…
-
Saat Rindu Menunggu di Bulan Mei, Takdir Menjemput di Lebanon
Kisah Tiga Prajurit TNI Penjaga Perdamaian Yang Gugur di Lebanon Bulan Mei seharusnya menjadi bulan kepulangan tiga prajurit terbaik bangsa. Setahun lalu mereka dikirim ke Lebanon, bertugas menjaga perdamaian PBB. Tahun ini, kedatangan Mereka sudah dinantikan keluarga. Hari-hari telah dihitung, doa-doa tak pernah putus, dan harapan sederhana terus dijaga agar pelukan segera nyata. Namun di saat segalanya terasa semakin dekat, takdir justru datang lebih dulu menjemput mereka di tanah yang jauh, dan meninggalkan duka yang tak pernah direncanakan. Tiga prajurit terbaik bangsa, Prada Anumerta Fahrizal Rhomadhon, Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, dan Serda Anumerta Muh, Ichwan. Satu tahun yang lalu, mereka pergi membawa nama Indonesia dengan bangga, berani dan…
-
Naufal, si Bungsu yang Tumbuh Bersama Doa dan Harapan
16 Maret 2016 – 16 Maret 2026. Tanggal yang sama, bulan yang sama 10 tahun yang lalu, saat itu, saya di antar Ibu, bapak ke rumah sakit untuk menjalani operasi Caesar. Bapak dan Ibu menemaniku di ruang Instalasi Gawat Darirat (IGD) hingga masuk ke ruang operasi Rumah Sakit Siti Halijah, Jl. kartini Makassar. Rumah sakit yang sama saat ibu melahirkan aku dan lima orang saudaraku yang lain. Saat itu, saya tengah menanti dengan perasaan yang bercampur antara harap dan cemas. Dokter mengatakan bayi yang akan lahir diperkirakan memiliki berat sekitar 3,8 kilogram. Bayi itu, bernama Naufal Said Al Fatih. Anak ketiga kami, sekaligus si bungsu yang melengkapi cerita kecil dalam…
-
Buka Puasa Bersama Keluarga, Momen Sederhana Penuh Makna
Ramadan selalu membawa suasana berbeda, bulan yang spesial, penuh berkah dan memiliki makna yang dalam. Kita tidak hanya menahan lapar, tapi juga menahan dahaga. Selain itu, ada momen yang indah yang sering dinanti banyak orang yakni saat berbuka puasa bareng keluarga. Berkumpul bersama dan menikmati makanan yang sederhana, tapi semuanya terasa sangat istimewa. Menjelang magrib, dapur sudah mulai ramai, aroma masakan memenuhi ruangan dalam rumah. Setiap hari kegiatan selama sebulan seperti itu. Namun, hari ini. Kita memilih suasana baru, berbuka puasa bersama keluarga dalam suasana yang berbeda. Seperti halnya keluarga yang lain, kita mencari restoran kecil yang cukup menampung keluarga besar kita (hehehe). Sekadar menciptakan kenangan, agar kelak di Ramadan…
-
Pernikahan Bahagia tapi Menangis
Selamat Berbahagia Husain Fadhullah, Semoga menjadi keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah Husain Fadhullah Al Makassary, nama yang indah titipan penuh makna yang diberikan oleh almarhum kedua orang tuanya. Dari rangkaian namanya kita bisa meraba jejak asal usulnya, darah Makassar mengalir dari sang ayah dan Sunda dari ibunya. Dua budaya yang berpadu dalam satu identitas. Pada tanggal 25 Januari 2026 , lelaki kelahiran Bandung 30 Maret 2001 ini, telah mengucapkan kalimat yang sakral dengan suara yang lantang, “Saya terima nikahnya Rahmawati Kahar Binti Haji Kahar Daeng Nippi dengan Mahar tersebut tunai karena Allah,” dan setelah itu, dalam isak tangis, semua keluarga teriak SAH. Seisi gedung turut berbahagia. Pernikahan anak pertama dari…
-
Tanda Perpisahan yang Menyayat
Tentang enam hari yang kami kira akan berakhir dengan kepulangan 15 Desember 2025, Pagi itu terasa begitu indah. Indah yang bahkan sulit dilukiskan dengan kata-kata. Seingatku saat itu, aku sibuk di dapur, menyiapkan sarapan untuk anak-anak. Ada aroma pagi, ada tawa kecil, ada rencana sederhana yang membuat hati terasa penuh.Sebab setelahnya, kami berencana berangkat menuju rumah kakak pertama di Kabupaten Gowa, jaraknya lumayan jauh dari kota Makassar, tempat tinggal ku. Perjalanan yang tak sebentar, jaraknya lumayan jauh, namun entah mengapa pagi itu terasa sangat ringan. Seolah hari sedang mengantar kami dengan doa-doa yang tenang. Berkunjung ke sana sebenarnya sudah lama ku rencanakan. Seminggu sebelumnya, niat itu telah kusimpan rapi di…
-
16 Tahun Perjalanan Kita, dari Ruang Redaksi ke Ruang Hati
Kisah kita dimulai bukan dengan kalimat puitis, tapi dengan suara ketikan komputer dan deadline yang selalu minta perhatian lebih dari kita. Kala itu, aku dan kamu adalah dua orang jurnalis yang bekerja pada sebuah media cetak populer. Dunia kerja kita diwarnai kopi dingin, berita hangat dan editor yang hobi marah-marah. Perkenalan yang singkat di sebuah kantor yang berlokasi di Jl. H.Bau Makassar, tempat aku dan kamu mengais rezeki. Tidak ada yang bisa menduga, dua orang yang sehari-hari meliput suka duka orang lain, akhirnya menulis bab-bab baru dalam kehidupannya sendiri. Tanggal 21 November 2009, tiga bulan setelah kita kenalan kita lanjutkan ke pelaminan. Perjalanan rumah tangga yang kita bangun kini sudah…
-
Kisah dan Kesetiaan yang Teruji dari Pengantin Viral, Rusli, Warni dan Kasma
Cinta Segitiga Bagian 1 Awal Oktober 2025, media sosial heboh dengan berita pernikahan seorang pelaut asal Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang mendadak viral. Rusli, lelaki berusia sekitar 32 tahun, menjadi perbincangan hangat setelah melangsungkan dua pernikahan dalam waktu dua hari berturut-turut di kampung halamannya. Keputusan kontroversial ini mengejutkan banyak pihak, menyisakan tanda tanya besar tentang cinta, kesetiaan, dan pilihan yang diambil oleh Rusli, serta perempuan-perempuan yang terlibat dalam kisah ini. Kisah ini, menjadi heboh bermula ketika Rusli kembali ke kampung dan melamar Kasma, perempuan yang dipacarinya tiga tahun terakhir ini. Kabar lamaran seorang lelaki yang baru saja tiba dari berlayar dengan mahar 90 juta pun menyebar di kampung dan sampai ke…






















