Pagi itu, Senin 20 Juli 2026, suasana terasa berbeda. Jalanan yang beberapa minggu terakhir relatif lengang kini kembali dipenuhi kendaraan.
Klakson bersahutan, gerbang sekolah ramai oleh siswa dan orang tua, sementara pedagang di sekitar sekolah kembali tersenyum menyambut ramainya aktivitas.
Tahun ajaran baru telah dimulai. Bagi para siswa, hari pertama sekolah adalah momen yang penuh cerita.
Ada yang datang dengan wajah ceria karena bisa bertemu kembali dengan teman-temannya. Ada pula yang masih terlihat mengantuk, seolah belum sepenuhnya berdamai dengan berakhirnya masa liburan.
Di dalam kelas, pemandangan yang sama kembali terlihat. Bangku-bangku yang sempat kosong kini terisi. Tawa dan canda mulai terdengar dari berbagai sudut ruangan. Sebagian siswa sibuk bercerita tentang pengalaman liburan mereka, sementara yang lain masih menyesuaikan diri dengan rutinitas yang kembali berjalan.
Namun, bukan hanya anak-anak yang kembali sibuk. Para orang tua pun mulai disibukkan dengan rutinitasnya, bangun lebih awal menyiapkan bekal dan kebutuhan anak-anak.
Jika selama liburan terbiasa dengan kebiasaan yang santai, di rumah. Kali ini, kembali sibuk antar jemput anak sekolah.
Hari pertama sekolah juga sering kali menjadi pengingat bahwa waktu berjalan begitu cepat.
Rasanya baru kemarin kita mengantar mereka dengan langkah kecil dan seragam yang kebesaran. Kini mereka tumbuh lebih tinggi, lebih mandiri, dan mulai memiliki mimpi-mimpi yang ingin mereka kejar.
Tahun ajaran kali ini, di keluarga kami berbeda dari tahun sebelumnya. Dulu, setiap hari kami mengantar empat orang anak di sekolah yang sama hanya beda tingkatan. Dua di SMP Cobig Akhwan dan Ikhwa, satu di SMA Cobig dan satunya lagi SD Cobig.
Tahun ini, yang tadinya mengenyam pendidikan di SMA Akhwat, sudah tamat dan masuk perguruan tinggi. Anak tertua kami, Safwa yang tamat SMP, memilih melanjutkan ke sekolah MAN 1.
Bagi sebagian orang tua, momen ini bahkan menghadirkan perasaan haru. Mereka menyadari bahwa setiap tahun ajaran baru adalah tanda bahwa anak-anak mereka sedang bertumbuh.
Sedikit demi sedikit, mereka melangkah menuju masa depan yang telah Allah siapkan.



