Bunaken, Dunia Bawah Laut yang Memukau

Bunaken, salah satu destinasi bahari terbaik yang Terletak di Teluk Manado, Sulawesi Utara, Bunaken adalah kawasan konservasi laut yang telah mendunia karena keindahan bawah lautnya. Destinasi ini sangat cocok bagi pencinta snorkeling, diving, atau sekadar ingin menikmati ketenangan pulau tropis yang masih alami.

Diresmikan sebagai taman nasional sejak tahun 1991, Taman Nasional Bunaken mencakup luas sekitar 89.065 hektar, termasuk daratan dan lautan. Lima pulau utama yang termasuk dalam kawasan ini adalah Pulau Bunaken, Manado Tua, Siladen, Mantehage, dan Nain.

Bunaken bukan tempat wisata biasa. Destinasi ini adalah surga bagi para penyelam profesional maupun pemula. Terdapat lebih dari 30 titik penyelaman (dive spots) yang bisa dijelajahi, dengan kedalaman mencapai hingga 1.500 meter di beberapa bagian.

Bunaken dikenal sebagai salah satu lokasi menyelam terbaik di dunia. Dengan lebih dari 30 titik penyelaman (diving spot), kamu akan disuguhi pemandangan menakjubkan seperti, terumbu karang warna-warni sepanjang lereng curam, ribuan spesies ikan tropis dan biota laut eksotis
Penyu laut, ikan napoleon, barakuda, dan bahkan dugong.

Bunaken juga surga bagi para fotografer alam bawah laut dan lanskap tropis. Bagi para fotografer, mencari tempat yang memadukan keindahan alami cahaya sempurna, warna-warni hidup. Setiap sudut Bunaken menawarkan komposisi visual yang luar biasa dari pantai yang damai hingga dindinhg karang vertikal yang dihuni ribuan mahluk laut. Semuanya tampak seperti dilukis khusus untuk lensa kamera.

Bagi Anda yang menyukai tantangan memburu keindahan dalam skala kecil, inilah tempatnya:

  • Ikan kecil penuh warna, seperti clownfish dan lionfish
  • Nudibranch dengan corak neon yang eksotis
  • Kuda laut mini (pygmy seahorse) yang menempel di kipas laut
  • Anemon yang bergoyang lembut di bawah arus laut

Dengan visibilitas laut yang mencapai 25–30 meter dan cahaya alami yang stabil di siang hari, Bunaken memberikan kondisi ideal bagi fotografer bawah laut. Filter tambahan sering kali tidak diperlukan, karena airnya begitu jernih.

Bagi yang belum berani diving, snorkeling pun sudah cukup untuk menyaksikan keindahan Bunaken secara langsung — airnya jernih seperti kaca, dengan jarak pandang bisa mencapai 30 meter.

Taman Nasional Bunaken resmi ditetapkan pada tahun 1991 dan menjadi salah satu kawasan konservasi laut pertama di Indonesia. Selain menjadi tujuan wisata, taman ini juga memainkan peran penting dalam konservasi keanekaragaman hayati laut dan sebagai habitat berbagai spesies langka yang dilindungi.Pada tahun 2005, Bunaken dimasukkan dalam daftar Warisan Dunia Sementara UNESCO karena nilai ekologisnya yang luar biasa. Luas kawasan: ±89.000 hektarLebih dari 1.500 spesies

Banyak warga sekitar yang kini bekerja sebagai pemandu snorkeling, operator kapal, instruktur diving, atau pengelola homestay.
Beberapa LSM lokal juga melibatkan penduduk dalam program pelestarian terumbu karang, penanaman mangrove, hingga edukasi wisata ramah lingkungan. Ini membuat pariwisata Bunaken bersifat berkelanjutan dan inklusif.

Fakta Menarik Bunaken

  • Visibilitas air laut: Hingga 30 meter
  • Habitat >70% spesies karang dunia
  • Menjadi tuan rumah World Ocean Conference 2009
  • Terumbu karang Bunaken terbentuk dari proses geologi ratusan tahun

Keindahan Bawah Laut yang Tak Tertandingi

Bunaken adalah magnet bagi penyelam dari seluruh dunia. Dengan lebih dari 30 titik selam dan kedalaman yang bisa mencapai 1.500 meter, kamu akan menemukan dinding karang curam (wall diving) yang dipenuhi kehidupan laut:

  • Ikan pari, barakuda, penyu hijau, napoleon wrasse
  • Karang kipas raksasa dan anemon warna-warni
  • Spesies langka seperti dugong dan kuda laut mini (pygmy seahorse)

Aktivitas Wajib Saat di Bunaken

1.Snorkeling & Diving: Aktivitas utama yang tak boleh dilewatkan. Bagi pemula, tersedia instruktur bersertifikat.
2.Island Hopping: Jelajahi pulau-pulau kecil di sekitar seperti Siladen, Manado Tua, atau Mantehage.
3.Menikmati Sunset di Pantai Liang: Momen matahari terbenam di Bunaken selalu magis dan penuh ketenangan.
4.Kuliner Lokal: Cobalah ikan bakar segar dan sambal rica khas Manado!

Wisata yang Ramah Lingkungan

Bunaken juga merupakan kawasan konservasi laut. Jadi, pastikan kamu berwisata dengan bertanggung jawab, jangan menyentuh karang, hindari menggunakan sunblock berbahan kimia berbahaya, bawa kembali sampahmuDengan begitu, kita turut menjaga keindahan Bunaken tetap lestari untuk generasi mendatang.

Tips Traveling ke Bunaken

  • Waktu terbaik: April–Oktober, saat cuaca cerah dan laut tenang
  • Bawa perlengkapan pribadi untuk menyelam jika memungkinkan
  • Siapkan kamera underwater untuk mengabadikan keindahan bawah laut

Bunaken bukan sekadar tempat wisata, tapi sebuah pengalaman spiritual menyatu dengan laut dan kehidupan. Jika kamu mencari destinasi yang indah, damai, dan penuh petualangan, maka Bunaken  jawabannya.

Continue Reading

Pesona Gili Trawangan, Pulau Kecil di Laut Lombok

Lombok salah satu daerah yang kaya akan destinasi wisata, banyak masyarakat yang memilih menghabiskan waktu liburan di pulau tersebut. Bukan hanya wisatawan Mancanegara, pengunjung bahkan dipadati oleh wisatawan Nusantara.

Lombok terkenal dengan pantainya yang memukau, budaya lokal yang hangat dan suasana alam yang tenang. Itulah sebabnya banyak keluarga yang datang menghabiskan liburan di pulau terssebut. Berbeda dengan Bali yang selalu ramai, Lombok menawarkan ketenangan sekaligus petualangan yang tak kalah seru. Bagi anak-anak, akan menjadi pengalaman berharga yang akan dikenang sepanjang masa.

Salah satu pulau yang paling sering di kunjungi wisatawan yakni Gili Trawangan, salah satu dari tiga pulau kecil yang terkenal di sebelah barat laut Lombok. Walaupun kecil, pulau ini menawarkan keindahan laut yang memukau, suasana tropis yang santai dan pengalaman liburan yang cocok untuk semua umur, termasuk keluarga dan anak-anak.

Gili Trawangan perpaduan sempurna antara keindahan alam, ketenangan dan pengalaman seru untuk anak-anak. Liburan di pulau ini, bukan sekadar bermain, tapi juga belajar mencinta alam dan mengenal budaya yang berbeda dengan akses yang mudah dan banyak penginapan ramah keluarga. Gili Trawangan selalu menjadi tujuan liburan sekolah yang tak terlupakan.

Liburan sekolah adalah momen terbaik untuk mengajak anak-anak keluar dari rutinitas dan mengenal dunia yang lebih luas. Jika kamu ingin memberi pengalaman liburan yang menyenangkan sekaligus penuh kesan, Gili Trawangan di Lombok bisa jadi pilihan utama.

Di Gili Trawangan, anak-anak tidak hanya diajak bermain di pantai, tapi juga belajar menjaga alam, berinteraksi dengan wisatawan mancanegara, dan merasakan suasana liburan tanpa kebisingan kendaraan. Pulau ini memberi pelajaran tentang kesederhanaan dalam kemewahan alam.

Setiap pagi, mereka bisa menyaksikan matahari terbit dari balik laut biru yang tenang. Sore harinya, menutup hari dengan warna jingga di langit barat sambil duduk di ayunan pantai bersama orang tua tercinta. Ini bukan hanya liburan, ini adalah memori masa kecil yang akan terus tertanam di hati mereka.

Jadi, jika kamu sedang mencari tempat untuk mengisi liburan sekolah anak-anak dengan pengalaman yang menyenangkan, sehat, dan penuh nilai, Gili Trawangan adalah jawabannya.

Gili Trawangan adalah salah satu dari tiga pulau kecil (gili) yang terletak di sebelah barat laut Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia. Bersama Gili Meno dan Gili Air, Gili Trawangan membentuk gugusan pulau tropis yang dikelilingi laut biru jernih dan terumbu karang alami.

Pulau ini berada tidak jauh dari pesisir Lombok Utara, tepatnya di wilayah Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Untuk mencapainya, wisatawan bisa menyeberang dari Pelabuhan Bangsal (Lombok) dengan perahu umum selama sekitar 30 menit. Karena lokasinya yang relatif dekat dengan Lombok dan mudah diakses dari Bali, Gili Trawangan menjadi destinasi favorit baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Aktivitas Seru di Gili Trawangan

Snorkeling dan Diving
Ada banyak spot snorkeling dangkal, bahkan dari pinggir pantai. Bisa juga ikut tur naik boat keliling tiga gili (Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan).

Bersepeda Keliling Pulau
Sewa sepeda dan ajak anak-anak keliling pulau. Waktu tempuh sekitar 1 jam dengan santai.

Konservasi Penyu
Kunjungi tempat penangkaran penyu, anak-anak bisa belajar dan melihat langsung penyu bayi yang lucu.

Kuliner Lokal dan Internasional
Banyak restoran dengan menu ramah anak. Jangan lewatkan seafood segar di pasar malam Gili!

Sunset View di Pantai Barat
Ajak keluarga menikmati matahari terbenam di ayunan pinggir laut, spot ikonik Gili Trawangan.

 

Mengapa Memilih Gili Trawangan untuk Liburan Sekolah?

✅ Pulau Bebas Kendaraan Bermotor
Di Gili Trawangan, tidak ada mobil dan motor. Transportasi hanya menggunakan sepeda, cidomo (kereta kuda), atau berjalan kaki. Ini membuat pulau lebih aman dan ramah anak-anak.

✅ Pemandangan Laut yang Indah dan Air Jernih
Anak-anak bisa bermain pasir, berenang di laut dangkal yang tenang, atau ikut snorkeling melihat ikan warna-warni dan penyu laut.

✅ Lingkungan Internasional tapi Tetap Ramah Keluarga
Meski Gili T sering jadi destinasi wisatawan mancanegara, banyak juga keluarga lokal yang berkunjung. Suasananya menyenangkan dan penuh toleransi.

 

Transportasi Menuju Gili Trawangan

🛫 Dari Kota Asal ke Lombok
Naik pesawat ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Praya, Lombok). Dari Jakarta, Surabaya, atau Bali, banyak penerbangan langsung.

🚗 Dari Bandara ke Pelabuhan Bangsal
Perjalanan darat sekitar 1,5–2 jam menggunakan taksi, sewa mobil, atau travel lokal.

⛴️ Dari Pelabuhan Bangsal ke Gili Trawangan
Naik public boat (perahu umum) sekitar 20–30 menit. Tersedia juga fast boat jika ingin lebih cepat.

Tips: Hindari bawa koper besar karena akses di pulau hanya jalan kaki/sepeda.

Rekomendasi Hotel Ramah Keluarga di Gili Trawangan
🏨 Jambuluwuk Oceano Resort
Hotel bintang 4 dengan akses pantai langsung, kolam renang, dan kamar luas. Cocok untuk keluarga. Lokasinya agak tenang di sisi utara pulau.

🏨 Pearl of Trawangan
Resort modern di tepi pantai dengan suasana tropis. Fasilitas lengkap dan sangat nyaman untuk liburan santai.

🏨 Aston Sunset Beach Resort
Cocok untuk yang ingin menikmati sunset dan jauh dari keramaian. Ada kolam renang, sepeda, dan kamar tipe keluarga.

🏡 Gili Treehouse & Villas
Untuk keluarga kecil yang ingin pengalaman stay di vila privat, ini pilihan unik dan dekat pantai.

Tips: Booking lebih awal saat musim liburan untuk dapat harga terbaik.

Continue Reading

Wakatobi, Surga Bawah Laut di Ujung Timur Indonesia

Pernahkah kamu membayangkan berenang bersama ribuan ikan warna-warni di antara terumbu karang yang nyaris sempurna? Jika belum, mungkin sekarang waktunya menambahkan Wakatobi ke daftar destinasi impianmu.

Destinasi wisata yang satu ini, terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara, Wakatobi merupakan singkatan dari empat pulau utama, Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut terbaik di dunia, Wakatobi bukan hanya tempat menyelam. ia adalah perjalanan spiritual ke dalam keheningan dan keindahan alam yang murni.

Wakatobi bukan tempat yang bisa dilupakan begitu saja. Sekali kamu menginjakkan kaki di pasir putihnya dan menyelam di laut birunya, kamu akan tahu bahwa alam Indonesia adalah harta karun tak ternilai dan Wakatobi adalah salah satu permatanya.

Wakatobi bukan hanya tempat untuk berlibur, tapi juga contoh nyata bagaimana pariwisata dan pelestarian alam bisa berjalan berdampingan. Pemerintah dan masyarakat setempat terus berupaya menjaga keseimbangan ekosistem, mulai dari pengelolaan sampah laut hingga pelatihan kepada masyarakat untuk menjadi pemandu wisata berwawasan lingkungan.

Sebagai wisatawan, kita juga punya peran dengan memilih penginapan ramah lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak menyentuh atau mengambil biota laut, kita ikut menjaga Wakatobi agar tetap indah bukan hanya hari ini, tapi juga untuk anak cucu nanti.

Banyak orang hanya tahu Bali atau Raja Ampat saat berbicara tentang wisata laut Indonesia. Tapi Wakatobi menyimpan kekayaan yang tak kalah hebatnya bahkan mungkin lebih tenang, lebih tulus dan lebih menyentuh hati.

Jadi, jika kamu sedang mencari pelarian dari hiruk-pikuk dunia atau sekadar ingin menyatu dengan alam dalam keheningan yang penuh makna, datanglah ke Wakatobi. Bukan hanya matamu yang akan dibuat kagum, tapi juga hatimu akan dibelai oleh keindahan yang terlalu dalam untuk dijelaskan dengan kata-kata.

1. Surganya Penyelam Dunia
Taman Nasional Wakatobi adalah rumah bagi lebih dari 750 spesies koral dan 942 spesies ikan, menjadikannya salah satu ekosistem laut terkaya di dunia. Tak heran jika penyelam dari berbagai penjuru dunia rela terbang jauh ke sudut timur Indonesia demi merasakan sensasi menyelam di perairan Wakatobi.

Tomia adalah spot favorit para penyelam profesional karena memiliki drop-off dan dinding karang yang spektakuler. Sementara itu, Wangi-Wangi cocok untuk penyelam pemula atau snorkeling santai.

2. Lebih dari Sekadar Laut
Wakatobi tidak hanya menyuguhkan keindahan laut, tetapi juga budaya lokal yang memikat. Di Desa Bajo Mola, kamu bisa melihat langsung kehidupan masyarakat Suku Bajo — pelaut ulung yang tinggal di rumah-rumah panggung di atas laut.

Di daratan, panorama tak kalah memesona. Bukit-bukit hijau, kebun kelapa, hingga matahari terbenam di ufuk timur yang tak terhalang apapun, semuanya membuat Wakatobi tak terlupakan.

3. Akses dan Tips Wisata
Menuju Wakatobi tidak sesulit yang dibayangkan. Dari Jakarta atau kota besar lain, kamu bisa terbang ke Kendari atau Makassar, lalu melanjutkan penerbangan ke Bandara Matahora di Wangi-Wangi. Beberapa maskapai sudah membuka rute reguler ke sana.

Tips:

Waktu terbaik berkunjung: April–November (musim cerah dan laut tenang).

Bawa peralatan snorkeling pribadi untuk kenyamanan.

Hormati budaya lokal dan jangan mengambil apapun dari laut.

4. Mengapa Harus ke Wakatobi?
Karena Wakatobi bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah pengingat betapa luasnya ciptaan Tuhan, betapa banyaknya keindahan yang belum terjamah, dan betapa kecilnya kita di hadapan samudra yang penuh kehidupan.

Di Wakatobi, kamu akan belajar untuk lebih mencintai bumi, menghargai alam, dan menemukan ketenangan yang tak bisa dibeli oleh apapun di kota.

Continue Reading

Danau Toba, Keajaiban Alam di Pulau Sumatera

Danau Toba bukan sekadar danau biasa. Ia adalah mahakarya alam, danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara sekaligus salah satu yang terbesar di dunia. Dengan panjang sekitar 100 kilometer dan lebar 30 kilometer, Danau Toba tak hanya memanjakan mata, tapi juga menyimpan sejarah geologis yang dahsyat.

Aku masih ingat tahun 2003, saya bersama teman Nimalasari Haya dari Penerbitan Kampus Identitas Unhas, mengikuti kegiatan Workshop Jurnalis yang diadakan oleh lembaga Pers kampus Universitas Sumatera Utara. Perjalanan yang panjang tentunya ada suka dan duka. Bagi seorang mahasiswi berangkat ke Sumatera Utara bukanlah hal yang mudah tetapi, kami ingin mencari pengalaman dan juga menambah wawasan tentang jurnalistik.

Waktu itu, sebenarnya Saya sudah semester akhir sementara menyusun skripsi dan sebentar lagi wisuda. Kegiatan di luar kampus tidak menghalangi langkahku untuk mencari ilmu meskipun hanya lewat pelatihan jurnalistik.

Kami berangkat dari Makassar menuju Jakarta, di ibu kota menginap semalam. Keesokan harinya lanjut penerbangan ke Medan, Sumatera Utara menggunakan pesawat Jatayu, sebuah pesawat kecil berwarna ungu pink. Baru pertama kali naik pesawat terbangnya pun jauh.

Tiba di Bandara, Kuala Namu. Hati pun merasa tenang. Kami di jemput oleh panitia Workshop Jurnalis, kru dari Suara USU. Kami ditawarkan naik motor. Seketika saya melihat ke arah Nini, lalu melihat barang bawaan Nini dan barang bawaan Saya. Dalam hati sempat berkata, nanti barangnya tidak muat.

Melihat kami bingung panitia menjelaskan bahwa di Medan, motor itu kendaraan roda empat. Sedikit aneh sampai membuat kami tertawa. Oh iya, setelah setuju kami pun di antar ke sebua asrama tempat pelatihan digelar. Di sana kami bertemu dengan mahasiswa dari berbagai daerah pastinya mahasiswa dan mahasiswi penerbitan kampus.
Dari Makassar bukan hanya Saya dan Nini, ada dari Unismuh dan UNM juga masing-masing mengirim perwakilannya.

Di sana kami belajar dari pagi hingga malam hari, pematerinya pun keren-keren dan hebat-hebat. Ada ibu Endang Pimpinan Redaksi Majalah Kartini, ada dari majalah tempo dan masih banyak lagi pemateri dari koran-koran nasional.

Bukan hanya materi kami pun diajak wawancara ke Lapas, dan untuk pertama kalinya juga saya berkunjung ke lapas. Oh,iya di sana saya sempat bertemu dengan seorang narapidana yang katanya waktu itu, dia sedang menjalani hukuman mati kasusnya berat sayang kita tidak bisa wawancara dengan beliau.

Hari terakhir pelatihan kami diajak Jalan ke Danau Toba, dari Medan kita naik bus kami dibagi dua bus. Saya bersama Nini, naik bus tua.perjalanan dari kota Medan ke Danau Toba kurang lebih tiga jam. Lumayan jauh sih, seingatku kala itu ada sedikit tanjakan sehingga bus yang kami pakai mesinnya rusak. Sehingga di pertengahan jalan kami ganti bus. Kejadian itu, tidak membuat kami kecewa sebab pemandangan yang kami lihat di Danau Toba sekejap membuat kami lupa.

Di tengahnya, berdiri megah Pulau Samosir, sebuah pulau di dalam danau yang hampir sebesar negara Singapura. Tak banyak tempat di dunia yang menawarkan pemandangan seunik ini: sebuah pulau di dalam danau, yang sendiri terbentuk di kawah gunung api purba.

Banyak wisatawan datang ke Danau Toba bukan hanya untuk berlibur, tapi juga untuk mencari ketenangan. Suasana danau yang tenang, angin sejuk, dan panorama pegunungan menciptakan kedamaian batin yang sulit digambarkan. Pagi hari yang berkabut atau senja keemasan di pinggir danau menjadi momen yang sering dinanti oleh para pencari inspirasi.

Tips Berkunjung ke Danau Toba

Akses: Dari Medan, perjalanan darat menuju Parapat memakan waktu sekitar 4–6 jam. Alternatifnya, kini sudah ada bandara Sisingamangaraja XII di Siborong-borong, lebih dekat ke kawasan Toba.

Waktu terbaik: Bulan April–Oktober, saat cuaca cenderung cerah dan bersahabat.

Aktivitas favorit: Menjelajahi Pulau Samosir, berenang di air danau yang jernih, bersepeda menyusuri tepian danau, atau sekadar bersantai di kafe pinggir danau.

Continue Reading

Pulau Bidadari, Keindahan Tersembunyi di Utara Jakarta

Ilustrasi Pulau Bidadari

Jakarta memiliki keindahan pulau yang sangat memukau, pulau Bidadari yang terletak di Kepulauan Seribu. Jarak tempuh dari kota Jakarta ke Pulau Bidadari ini, hanya sekira 30 menit. Pertama kali Saya menginjakkan kaki di Pulau Bidadari tahun 2016 saat itu, diundang oleh panitia Enjoy Jakarta untuk meliput kegiatan Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Saat itu, saya bertemu dengan beberapa teman-teman wartawan dari berbagai daerah. Ada dari Medan, Aceh, Palembang, dan juga ada teman dari Kalimantan dan Surabaya, sekitar 10 orang.

Kami menyeberang dari Marina Ancol menggunakan Speed Boat bersama dengan panitia dan pemandu wisata. Kami berangkat pagi dan kembali ke Jakarta sore hari. Selain Pulau Bidadari masih banyak pulau-pulau kecil yang kami kunjungi di sana, juga beberaoa tempat bersejarah.

Jika Anda berpikir harus terbang jauh ke Bali atau Lombok untuk menemukan surga tropis, maka Kepulauan Seribu bisa jadi jawaban yang mengejutkan. Hanya berjarak sekitar satu hingga dua jam perjalanan laut dari Jakarta, gugusan pulau ini menyimpan pesona alam dan sejarah yang tidak kalah memikat.

Salah satu yang paling terkenal dan mudah diakses adalah Pulau Bidadari, sebuah pulau kecil yang sarat keindahan dan nilai sejarah. Dari sekian banyak pulau di Kepulauan Seribu, Pulau Bidadari termasuk yang paling populer karena lokasinya yang sangat dekat dengan daratan Jakarta.

Para pelancong yang datang ke pulau tersebut akan takjub dengan keindahan pantai pasir putih yang bersih, airnya jernih kebiruan. Tidak heran banyak wisatawan memilih Pulau Bidadari untuk liburan singkat, prewedding, hingga gathering perusahaan. Fasilitasnya lengkap, mulai dari penginapan, restoran, hingga area bermain anak dan tempat ibadah.

Pulau Bidadari juga banyak terdapat peninggalan sejarah yakni Benteng Martello. Benteng ini dibangun oleh Belanda pada abad ke-17 sebagai bagian dari sistem pertahanan mereka. Kini, sisa reruntuhan benteng ini menjadi spot foto ikonik sekaligus tempat belajar sejarah yang menarik.

Aktivitas Seru di Pulau Bidadari

Ingin lebih dari sekadar bersantai? Tenang, Pulau Bidadari dan sekitarnya menawarkan banyak aktivitas seru:

• Snorkeling dan diving ringan di sekitar pulau untuk melihat keindahan bawah laut
• Bersepeda keliling pulau yang kecil namun asri
• Wisata sejarah menyusuri Benteng Martello
• Ekowisata ke pulau-pulau sekitar seperti Pulau Onrust atau Pulau Kelor yang juga memiliki nilai sejarah dan konservasi

Tips Liburan ke Pulau Bidadari

• Bawa pakaian santai, topi, dan sunblock untuk menghindari teriknya matahari
• Jangan lupa bawa kamera untuk mengabadikan momen!
• Jika ingin menginap, lakukan reservasi lebih awal, terutama saat akhir pekan atau musim liburan
• Hormati alam dan budaya lokal—jangan buang sampah sembarangan!

Pulau Bidadari bukti bahwa kamu tidak perlu pergi jauh untuk menikmati keindahan alam Indonesia. Dekat, mudah dijangkau, dan kaya cerita, pulau ini menjadi destinasi ideal untuk wisata singkat maupun liburan akhir pekan bersama orang tersayang.

Continue Reading

Penuh Haru, Pertama Kali Naufal Naik Kapal

Serunya pertama kali mengajak anak bungsu kami, Naufal naik kapal laut. Perjalanan menggunakan transportasi laut, salah satu dari sejuta impiannya.

Sejak masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), hampir setiap hari dia mengungkapkan keinginannya. “Ayah, bunda mauku naik kapal, naik kereta dan naik pesawat,” rengeknya kala itu.

Anak seusia Naufal, wajarlah jika banyak bermimpi hal serupa pernah kualami sejak masih seusia dirinya. Namun, tidak semua keinginan anak harus kita penuhi. Saya pun menampung semua keinginannya, kalau ada rezeki bolelah sesekali mewujudkannya.

Akhir Januari, awal tahun 2025, saat Naufal sudah lupa dengan keinginan terbesarnya itu, saat dia sudah tidak ingat dengan mimpi-mimpinya, saat itulah kami mengajaknya ikut ke Jakarta.

Tujuan kami untuk belanja ke Tanah Abang, membeli barang-barang untuk mengisi butik yang baru kami rintis. Awalnya kami rencana berangkat berdua naik pesawat agar cepat sampai dan cepat pulang juga.

Ketiga anak-anakku pun setuju, apalagi saat itu banyak hari libur. Anak-anak bisa tinggal di rumah neneknya, menunggu sampai kami pulang.Tiba-tiba teringat Naufal dan sejuta mimpinya ingin melihat Monas dari jarak yang sangat dekat.

Nah, setelah menghitung pengeluaran dan dana yang akan kami gunakan ke Jakarta, ternyata Cukup untuk mengajaknya, mengajak Safwa dan Nawaf jika kami menggunakan kapal laut.

Hanya saja waktu itu, Safwa dan Nawaf tidak tertarik untuk ikut, mereka lebih nyaman tinggal di Minasa Upa. Akhirnya kami pun berangkat bertiga, kami pesan tiket via aplikasi online. KM Dharma Kencana tujuan Makassar-Surabaya.

Kami sengaja memilih menggunakan kapal Dharma Kencana sebab masih segar ditelinga, kapal ferry milik PT Dharma Lautan Utama tersebut terkesan mewah, mirip kapal pesiar bersih dan suasana di atas kapal menyerupai hotel berbintang.Berangkatnya dari pelabuhan Makassar, Jumat dini hari pukul 24.00 wita. Tiba di Surabaya Ahad pukul 08.00 WIB.

Saat tiba di pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, wajah Naufal berseri-seri. Sesekali dia merenung mengingat kakak-kakaknya di rumah. Dia pun meraih telepon genggamnya, segera mengabarkan ke Nawaf bahwa saat ini, dia sudah berada di pelabuhan menunggu kapal.

“Nawaf, adama di ruang tunggu kapalnya sudah datang tapi belum sandar,” katanya dengan nada teriak. Suara Nawaf pun tak kalah nyaringnya mendengar cerita Naufal. “Iya tawwa, Naufal. Vidiokan na, suasana di atas kapalnya kasih lengkap,” katanya lebih heboh.

Pesan Nawaf ini, selalu di ingat bahkan saat kami berjalan menuju kapal berdesak-desakan, Naufal tetap sibuk dengan hanphonenya. Beberapa kali saya menegurnya, takut hanphone nya terjatuh atau hilang. Namun, dia dengan santainya mengabadikan setiap momen untuk dikirim ke Nawaf.

Dari lantai dasar menuju ke loby kapal di lantai 2, kami menggunakan eskalator dengan membawa tiga koper, satu tas ransel dan satu tas jinjing yang isinya makanan.Naufal sendiri tidak menenteng tas, malam itu dia mendadak jadi kameramen. Merekam semua aktivitas di atas kapal.

Sesekali dia takjub dengan apa yang baru saja dilihatnya. Berkali-kali saya mendengar kata Wah, Waow, Addeh bangusnya, keluar dari bibirnya. Dia terlihat tenang-tenang saja. Tidak peduli banyak mata memandang ke arahnya.

Aku pun ikut senyum-senyum, sama seperti aku dulu ketika pertama kali diajak ibu naik kapal, banyak-banyak kagumnya dan sedikit norak.Dua malam kami habiskan waktu di kapal tanpa jaringan, sangat membosankan. Hanya bisa foto-foto tidak bisa berkirim kabar apalagi berbagi cerita pada anak-anak. Naufal terlihat sangat bosan,sesekali wajahnya cemberut.

Untuk mengobati rasa bosannya, kami mengajaknya ke atas. Duduk-duduk sambil makan pop mie, meskipun baru saja makan, dia sangat senang ketika kami menawarkan makan lagi, hehehe. Dia bahkan mengeluh, kenapa di kapal hanya tiga kali dapat jatah makan. Sementara kebiasaannya sampai empat kali. (hehehe)

Hampir setiap saat, setelah Salat kami nongkrong di Dek paling atas kapal, di sana kami bisa menyaksikan deburan ombak, memperhatikan laju kapal, menghirup udara laut dan menyaksikan matahari tenggelam. Naufal terlihat begitu bahagia, dia merekam semua aktivitas para penumpang kapal.

Sesekali Naufal teriak saat melihat kapal-kapal nelayan. Kencangnya angin membuatnya semakin tenang duduk berlama-lama.Setengah jam sebelum kapal sandar, Naufal begitu riang gembira. Dia bahkan teriak ketika melihat ada beberapa pulau yang kami lewati, tak kalah seru teriakannya ketika melihat sudah banyak kapal yang lewat. “Sudah hampir sampai Surabaya,” katanya.

Ketika sudah ada pengumuman sebentar lagi kapal akan sandar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, anak kami yang masih duduk di kelas III SD ini, terlihat panik. Dia sudah tidak sabar ingin turun dan melihat kota pahlawan, Kota yang sangat jauh berbeda dari Makassar.

Oh, ya, bagi Anda yang juga akan melakukan perjalanan dan tiba di pelabuhan. Sebaiknya jika tidak ada jemputaan, dan tertarik menggunakan kendaraan online. Di area pelabuhan sudah ada perwakilan Grab. Biasanya dari pihak grab akan menawarkan kepada penumpang yang baru saja turun dari kapal. Lumayan harganya murah dan tidak ribet daripada kita yang order sendiri.

Setelah memesan kendaraan, petugas akan mengarahkan ke depan pintu pelabuhan, di sana ada tenda warna hijau atribut grab, dan tersedia kursi untuk menunggu kendaraan. Waktu itu, tujuan kami ke hotel dekat Staisun Pasar Turi karena kami tiba pukul 07.00 WIB, sementara kereta yang akan membawa kami ke Jakarta, berangkatnya pukul 22.00 WIB. Sehingga kami menyewa hotel untuk istirahat, sekedar meluruskan badan dan jalan-jalan di Dupak Grosir Surabaya.

Continue Reading

Liburan ke Pantai Indah Bosowa Serasa Berada di Bali

Matahari belum nampak, masih gelap padahal pagi sudah menjelma. Udaranya sesekali menyapa menghadirkan kesejukan. Kami sudah siap untuk menyambut sunrise di Pantai Indah Bosowa bersama keluarga.

Ada keluarga kecilku, kakak sepupu bersama anak-anaknya, keponakan dan juga ibuku tercinta. Setelah salat subuh, kami sudah selesai berpakaian dan berangkat ke pantai. Hanya 25 menit dari rumah kami sampai di pantai. Berharap rombongan kami empat mobil, pengunjung pertama di pantai Bosowa pagi itu, ternyata sudah sangat ramai.

Di bibir pantai bahkan sudah banyak orang duduk di atas tikar, memakai topi dan kacamata hitam. Sementara di pantai puluhan anak-anak, remaja, orang dewasa dan orang tua sedang bahagia menikmati air laut.

Sesekali terdengar teriakan senang ketika mereka terbawa arus ombak hingga ke pinggir pantai, merek bahkan mengulanginya berkali-kali. Sementara yang sedang duduk di atas pasir beralaskan tikar, ikut terhibur. Mereka tertawa seperti sedang menyaksikan pertunjukan.

Beberapa anak kecil yang dilarang oleh orang tuanya terlalu jauh di air laut, memilih duduk di atas pasir. Mereka sibuk membuat candi dari pasir yang di bawah ombak. Anak-anak terlihat sangat serius, seperti Bondowoso yang mendapat perintah oleh Roro Jonggrang untuk membuat candi.

Anak-anak itu, tak kalah bahagianya dengan orang tua meskipun mereka tidak turun ke laut, tapi merasa puas sebab bisa membuat candi yang banyak. Mereka bahkan memberikan pembatas agar candi tersebut tetap kokoh meskipun diterpa ombak yang keras.

Liburan Tak Harus Mewah

Liburan bersama keluarga tidak harus mengeluarkan uang banyak, tidak harus mewah untuk bisa menghibur anak-anak. Mereka bisa tertawa lepas, tersenyum bahagia di saat weekend sudah lebih dari cukup.

Kebersamaan bersama orang tua di tempat tertentu saat hari libur merupakan impian sebagian anak-anak, mereka merasa senang dan akan mengingatnya jika mereka kelak menjadi orang tua.

Setiap hari libur, saya sering mengajak anak-anak jalan-jalan ke Mall, ke pantai, berenang atau sekadar ke tempat makan dengan begitu mereka akan merasa senang dan terhibur.

Pada awal November tahun ini, aku diajak kakak sepupu liburan ke Pantai bersama anak-anak. Ada banyak wisata pantai di kota Makassar, namun kami memilih Pantai Indah Bosowa. Pantai yang tergolong baru di kota daeng ini.

Pantai yang bersebelahan dengan pantai Akarena, memiliki banyak daya tarik. Sehingga para pengunjung betah berlama-lama menghabiskan waktu di pantai yang indah itu.

Selain suasananya nyaman, bersih, terawat dan indah, tempat wisata yang selalu ramai pengunjung ini, juga memiliki air laut yang jernih. Tidak ada sampah berserakan di pinggir pantai sehingga pengunjung senang menghabiskan waktu di pantai tersebut.

Pantai Indah Bosowa memanjakan para pengunjung dengan menyediakan sejumlah tempat duduk yang terbuat dari kayu yang sepasang dengan mejanya. Sehingga para pengunjung tidak repot lagi menyimpan tas pakaian dan makanan yang mereka bawa. Fasilitas yang tersedia dibibir pantai itu pun tidak disewakan. Hanya saja jumlahnya terbatas.

Biaya masuk permandian juga lebih murah dari tempat wisata lainnya, pada hari libur tiket masuk untuk anak-anak dan dewasa Rp20.000. Di lokasi wisata itu juga tersedia toilet dan tempat berganti pakaian, pengunjung tidak dipungut biaya semuanya gratis. Para pengunjung bahkan bisa memesan makanan jika tidak membawa bekal dari rumah. Di lokasi pantai Indah Bosowa, sangat bersih tidak ada sampah

Bermain Banana Boat dan Perahu Bebek

Bosan berenang di pantai, bisa mencoba bermain Banana Boat. Harga sewa dihitung satu orang sebesar Rp20.000 dan Anda bisa bermain tiga kali putaran.

Bagi anda yang ingin merasakan sensasi liburan di pantai maka wajib mencoba Banana Boat. Permainan yang sungguh menegangkan, dan bersiaplah untuk di buang di tengah laut agar anda bisa merasakan sensasi dari Banana Boat.

Nah, bagi anak-anak yang juga ingin merasakan bermain di tengah laut, bisa ,menggunakan perahu bebek, harga sewanya sekitar Ro20.000 per anak. Anda akan di bawah berkeliling pantai dengan tenang dan nyaman.

Continue Reading

Ada Penginapan Bernuansa Kampung Eropa di Malino

Kampung Eropa, Batu Nipisi Malino, kabupaten Gowa. Foto: duniacerita.

Malino salah satu daerah di Sulsel yang memiliki banyak keindahan alam dan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Daerah yang terletak di kabupaten Gowa ini, tidak hanya kaya akan pesona alam juga memiliki penduduk yang ramah-ramah. Para pelancong yang berkunjung tentunya akan merasa nyaman dan puas liburan di daerah pegunungan dengan udara yang dingin.

Biasanya saat liburan di Malino, pengunjung memilih menginap di Villa, menyewa penginapan milik warga, menyewa homestay dan ada juga yang membawa tenda, mereka berkemah di bawah pohon. Biasanya pengunjung yang memilih berkemah kebanyakan anak muda yang menyukai tantangan. Namun, banyak juga dari kalangan dewasa dan orang tua yang ingin menghadirkan sensasi baru dalam liburannya bersama anak-anak dengan mengajak camping.

Di Malino ada Villa baru tepatnya di daerah Batu Nipisi, Villa yang di bangun dekat dengan tempat wisata The River ini, bernuansa Eropa. Tidak heran ketika kita pertama kali masuk, pada gerbang bertuliskan Kampung Eropa. Semua villa yang ada di area ini, sangat elegan menarik perhatian para pengunjung untuk datang. Suasananya pun asri, nyaman dan udara yang sangat sejuk.

Oh, Ya bagi yang datang bersama keluarga, rombongan anak sekolah, bersama teman kerja, Anda bisa mencari dan menyewa villa di area ini. Satu Villa bisa untuk delapan orang, lima orang bahkan ada juga yang sampai 12 orang. Harganya terasa sangat murah jika menyewa ramai-ramai. Ada Villa Rindu Alam, Masagena dan Kampung Eropa.

Liburan awal Juli kemarin, saya pun membawa anak-anak ke Malino. Meskipun hampir tiap tahun mereka sudah sering berkunjung ke sana nmun, daerah yang udaranya sangat dingin tidak membuat kami bosan untuk selalu datang. Sebab setiap tahun banyak perubahan yang terjadi di tempat wisata tersebut.

Saat ini, sudah banyak villa-villa yang di bangun dengan ciri khas dari beberapa negara. Sehingga memberikan kesan yang tidak bisa dilupakan para pelancong. Bukan hanya itu, berkunjung ke Malino serasa liburan ke luar negeri.

 

Suasana Sore di Pinus Malino

Pada kunjungan kali ini, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Anak-anak menikmati sore di sekitar pohon pinus. Tempat wisata favorit yang selalu ramai pengunjung. Banyak spot foto dan area bermain yang membuat pengunjung betah.

Saat tiba di lokasi wisata ini, biaya masuknya cukup membayar sebesar Rp5000 saja per satu orang. Ketika selesai memarkir kendaraan, pemilik kuda menghampiri tamu yang datang, mereka menawarkan sewa kuda ke anak-anak.

Anak-anak terlihat sangat bahagia menikmati liburannya berkeliling pohon pinus menggunakan kuda yang telah mereka sewa. Satu kuda di banderol 25 ribu untuk satu kali putaran. Meskipun hanya didampingi oleh pemilik kuda, anak-anak merasa puas bahkan sampai ketagihan berkali-kali.

Sepulang dari Malino, Si bungsu Naufal bahkan meminta untuk dibelikan kuda. Cukup yang kecil saja, katanya. Nanti dia pelihara sampai besar, si kecil yang satu ini memang sedikit berbeda dengan Nawaf dan Safwa yang hanya menikmati dan cepat merasa bosan.

Oh, ya. Dulu, kami selalu memikirkan mahalnya harga penginapan ketika berencana untuk menginap. Ternyata banyak juga penginapan yang harganya di bawah 100.000 permalam. Lumayan untuk istirahat satu malam, dan keesokan harinya bisa melanjutkan kembali perjalanan ke tempat wisata. Waktu itu, kami menginap di Penginapan Mutiara, lokasinya di daerah Batu Nipisi, dekat dari sentra oleh-oleh Malino, dekat dari kebun strawberry, Malino Higland, kebun teh dan dekat dari Sierra Sky View.

Penginapan Mutiara, milik salah satu warga di Malino. Harga per kamarnya cukup terjangkau Rp250.000 per malam, di dalam kamar sudah ada Toilet, lemari, meja dan kursi juga tersedia dapur umum. Jika Anda lapar dan malas keluar mencari makan di Malam hari, bisa menggunakan dapur umum untuk memasak indomie. Pemilik penginapan juga menjual camilan, mie instan, dan kebutuhan mandi. Penginapan Mutiara, hanya menyediakan 20 kamar dan pada hari Sabtu dan Ahad selalu full.

Kami mencari penginapan murah, ternyata tidak begitu sulit. Di Malino selain penginapan yang mahal-mahal juga tersedia penginapan yang murah. Anda tidak perlu khawatir mengeluarkan uang banyak untuk liburan. Kami juga membawa anak-anak jalan ke Batu Nipisi, tempat wisata The River, sebelum sampai kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa menarik dipandang mata.

Continue Reading

Berkunjung ke Sierra Sky View Malino Serasa Berada di Enam Negara

Sierra Sky View Malino. Foto. duniacerita

Sebulan terakhir ini, sedang viral tempat wisata baru di Sulawesi-Selatan. Sierra Sky View, lokasinya berada di Malino kabupaten Gowa. Jarak tempuh dari kota Makassar, kurang lebih dua jam.

Sepanjang perjalanan, kamu tidak perlu khawatir. Banyak pemandangan indah siap memanjakan mata. Saat melihat ke kiri dan kanan banyak gunung menjulang tinggi. Ada pohon pinus, dan kebun strawbery.

Sierra Sky View, menawarkan keindahan alam pegunungan dengan udara sejuk dan dingin, serta pemandangan yang sangat cocok bagi Anda yang hobi mengabadikan setiap suasana. Berada di atas gunung yang sangat tinggi membuat pengunjung merasa tertantang untuk datang ke tempat yang sangat indah, dan kaya akan pesona alamnya.

Bagi yang membawa kendaraan motor atau pun roda empat, sebaiknya berhati-hati. Tidak perlu terburu-buru untuk sampai ke puncak sebab selain jalannya sempit juga sangat terjal. Tetapi, jika sudah sampai di atas lokasinya sangat luas untuk parkir kendaraan.

Hanya saja di hari libur Sabtu dan Ahad, pengunjung membludak. Banyak pengunjung memarkir kendaraannya sembarangan sehingga menimbulkan kemacetan. Padahal sudah disediakan tempat parkiran yang sangat luas di lokasi wisata, juga tersedia parkiran di bagian bawah. Hanya saja pengunjung yang parkir di bawah harus berjalan kaki ke Sierra Skyview, sebenarnya tidak terlalu jauh hanya saja jalannya mendaki.

Ada apa saja di Sierra?

 

Bagi Anda yang belum pernah berkunjung ke Sierra, hanya melihat keindahannya dari media sosial yang diunggah para pengunjung, ada baiknya merencanakan untuk datang sendiri.

Anda akan merasakan kepuasan tersendiri, apalagi jika datang bersama keluarga tercinta. Lokasi wisata yang satu ini, sungguh memikat dan seakan mengajak untuk datang berkali-kali.

Biaya masuknya pun sangat terjangkau, untuk dewasa sebesar Rp25.000, anak-anak cukup bayar Rp15.000 sudah bebas foto-foto.

Sierra Sky View, memberikan kesan menarik bagi para pengunjung. Suasana seperti berada di luar negeri, ada kincir angin, bangunan Swiss, Jembatan Venice (Italy), bangunan kota Santorini Yunani. Sedangkan untuk Asian Culture terdapat spot foto dengan latar Japan, China dan Korea. Juga ada ayunan raksasa dan jembatan kaca.

Oh ya, Anda juga bisa menyewa pakaian khas dari negara yang saya sebutkan di atas. Kemudian berfoto sesuai negaranya. Ada banyak spot foto yang bisa anda nikmati berlatar belakang Korea, Cina dan Jepang. Harga sewa pakaiannya pun sangat terjangkau.

Liburan kemarin saya mengajak anak-anak ke Sierra Sky View, terlukis kesenangan di wajahnya, mereka terlihat sangat bahagia  menyaksikan full kabut.  Serasa berada di negeri awan. Sejenak anak-anak bisa melupakan tugas-tugas sekolah. Keesokan harinya, suasana hatinya kembali dengan semangat untuk sekolah.

Yuk berkunjung ke Sierra Sky View dan rasakan sensasi wisata yang indah dengan berbagai pesona alam yang sungguh menarik dipandang mata.

Continue Reading

Indahnya Suasana Malam di Pantai Tope Jawa

Pantai salah satu tempat wisata favorit yang ramai di kunjungi banyak orang. Dari semua kalangan, baik orang tua atau pun anak-anak.

Kebanyakan orang tua memilih pantai sebagai tempat menghibur diri. Mereka berendam selama berjam-jam di air laut yang konon katanya bagus untuk kesehatan.Sementara anak-anak ke pantai untuk bermain pasir dengan membangun candi, dan bermain ombak.

Pantai memiliki banyak keistimewaan dan sejuta pesona keindahan yang tidak dimiliki oleh tempat wisata lainnya.

Nah, kali ini saya ingin bercerita tentang keindahan suasana malam di Pantai Tope Jawa. Lokasinya di kabupaten Takalar, sekira 51 kilometer dari kota Makassar. Destinasi wisata yang satu ini, umumnya ramai di kunjungi pada musim liburan anak sekolah atau disaat weekend.

Selain menawarkan keindahan pantai dan Waterpark. Ternyata Tope Jawa menyimpan kemegahan di malam hari.

Saat anak-anak meminta menghabiskan liburan ke pantai yang lengkap dengan water parknya, kami pun berfikir untuk ke Tope Jawa.

Meskipun jaraknya cukup jauh dari kota Makassar, saya yakin di tempat wisata yang satu ini, anak-anak akan merasa senang dan puas. Kami pun memilih untuk menginap.
Dan waouw, suasana malam di pantai terasa sangat menghibur.

Sungguh menenangkan, apalagi bagi Anda yang sehari-hari disibukkan dengan pekerjaan. Tidak ada salahnya menenangkan diri ke pantai. Liburan anak sekolah, waktunya staycation.

Di kawasan permandian Tope Jawa tersedia satu hotel dengan puluhan kamar lantai satu dan lantai 2. Setiap kamarnya tersedia sofa, tv, kulkas, lemari tempat pakaian, kamar mandi, dan meja.

Kamar yang sangat luas cukup untuk delapan orang jika Anda datang bersama keluarga. Di hotel tersebut, terdapat banyak fasilitas umum yang bisa kita nikmati selama berada di sana. Di antaranya, WiFi gratis, restoran dan area parkir gratis.

Malam harinya, Anda bisa berjalan-jalan di area Waterpark, menikmati tempat-tempat yang sangat menakjubkan. Sejumlah spot foto cantik, dengan hiasan lampu taman mengelilingi area permandian.

Duduk-duduk di tepi pantai,tersedia kursi dan meja. Ada tenda warna-warni, mendengarkan merdunya suara ombak dan sejuknya angin pantai di malam hari.
Oh, iya untuk sewa kamar per malam sekira Rp548.000 tiket masuk yang ditanggung untuk ke wahana Waterpark hanya dua orang. Jika ingin menambah kasur cukup membayar Rp150.000.

Jika Anda datang rombongan harga tiket masuk sebesar Rp30.000 untuk anak-anak, dan Rp35.000 untuk orang dewasa. Yuk, nikmati liburan ke Tope Jawa.

Continue Reading