Dunia Parenting
-
Keysa Histeris Memanggil Ayahnya, Jutaan Orang Ikut Menangis
Kisah Pilu Anak Korban Keroyokan Namanya Keysa, usianya sembilan tahun. Nama dan fotonya hampir setiap hari mewarnai media sosial. Hampir seluruh rakyat Indonesia simpati padanya, mulai dari kalangan masyarakat biasa, artis hingga pejabat berdatangan ke rumahnya. Tangisan Keysa viral saat jenazah sang ayah akan disemayamkan, anak kedua dari tiga bersaudara itu berkali-kali memanggil ayahnya dengan histeris disertai air mata. Para pelayat tersayat, suara Keysa pun membuat luka seluruh rakyat saat vidionya viral di media sosial. Suaranya menggema menyayat hati menghadirkan rasa luka dihati masyarakat. Keysa Belum Mengerti Apa-Apa, tapi harus menjalani hari tanpa ayah. Ia masih terlalu kecil untuk memahami mengapa orang-orang membawa ayahnya pergi. Ia mungkin belum mengerti apa…
-
Back to School, Ada yang Semangat, Ada yang Masih Mencari Sisa Liburan
Pagi itu, Senin 20 Juli 2026, suasana terasa berbeda. Jalanan yang beberapa minggu terakhir relatif lengang kini kembali dipenuhi kendaraan. Klakson bersahutan, gerbang sekolah ramai oleh siswa dan orang tua, sementara pedagang di sekitar sekolah kembali tersenyum menyambut ramainya aktivitas. Tahun ajaran baru telah dimulai. Bagi para siswa, hari pertama sekolah adalah momen yang penuh cerita. Ada yang datang dengan wajah ceria karena bisa bertemu kembali dengan teman-temannya. Ada pula yang masih terlihat mengantuk, seolah belum sepenuhnya berdamai dengan berakhirnya masa liburan. Di dalam kelas, pemandangan yang sama kembali terlihat. Bangku-bangku yang sempat kosong kini terisi. Tawa dan canda mulai terdengar dari berbagai sudut ruangan. Sebagian siswa sibuk bercerita tentang…
-
Liburan yang Berbeda, Belajar Mandiri di English Super Camp
Liburan sekolah tahun ini terasa berbeda bagi keluarga kami. Jika pada tahun-tahun sebelumnya masa liburan identik dengan beristirahat di rumah atau mengunjungi tempat wisata, kali ini anak-anak memilih mengisi waktunya dengan sesuatu yang lebih menantang dan bermanfaat. Mereka mengikuti program di Britania English Camp, sebuah perkampungan bahasa Inggris yang menjadi tempat belajar sekaligus melatih kemandirian. Melihat semangat mereka, kami tentu memberikan dukungan penuh. Ada rasa haru sekaligus bangga ketika menyaksikan bagaimana mereka berani keluar dari zona nyaman untuk mencari pengalaman baru. Hari keberangkatan menjadi momen yang tak terlupakan. Kami mengantar mereka ke lokasi camp dengan berbagai perasaan yang bercampur. Namun semua kekhawatiran perlahan sirna ketika melihat wajah-wajah ceria yang penuh…
-
Kisah Sarah, Bocah 9 Tahun Syahid Menyusul Ayah, Ibu dan Dua Adiknya
Dua hari menjelang Idul Adha tahun 2026, seorang anak perempuan berusia 9 tahun, berdiri di atas tumpukan puing-puing runtuhan bangunan di Gaza. Sarah rindu pada ayahnya, ia pun menyiram air di atas makamnya yang syahid enam bulan yang lalu. Ia berdiri di atas batu besar yang berserakan, memegang wadah berisi air dan menyiram di atas gundukan tanah, tempat ayahnya beristirahat untuk selama-lamanya. Momen itu, sederhana namun sangat mengharukan. Bagi Sarah, makam itu merupakan tempat terakhir ia bisa merasa dekat dengan sosok yang paling ia cintai. Sarah mengenang enam bulan yang lalu, takdir kejam telah memisahkan mereka. Ayah Sarah syahid menyusul ibu dan dua adiknya saat lebih dulu dipanggil oleh Allah…
-
Saat Rindu Menunggu di Bulan Mei, Takdir Menjemput di Lebanon
Kisah Tiga Prajurit TNI Penjaga Perdamaian Yang Gugur di Lebanon Bulan Mei seharusnya menjadi bulan kepulangan tiga prajurit terbaik bangsa. Setahun lalu mereka dikirim ke Lebanon, bertugas menjaga perdamaian PBB. Tahun ini, kedatangan Mereka sudah dinantikan keluarga. Hari-hari telah dihitung, doa-doa tak pernah putus, dan harapan sederhana terus dijaga agar pelukan segera nyata. Namun di saat segalanya terasa semakin dekat, takdir justru datang lebih dulu menjemput mereka di tanah yang jauh, dan meninggalkan duka yang tak pernah direncanakan. Tiga prajurit terbaik bangsa, Prada Anumerta Fahrizal Rhomadhon, Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, dan Serda Anumerta Muh, Ichwan. Satu tahun yang lalu, mereka pergi membawa nama Indonesia dengan bangga, berani dan…
-
RM Sidrap, Singgah Sejenak Pulang dengan Rasa Nyaman
Nikmat di Lidah, Hangat di Suasana Bagi pencinta kuliner, khususnya penikmat Pallekko, masakan khas Sidrap, kini tak perlu bingung lagi mencari tempat makan yang pas. RM Sidrap hadir dengan aneka olahan bebek yang menggugah selera. Saat mencari tempat makan, bukan hanya soal rasa yang jadi pertimbangan, tapi juga kebersihan dan kenyamanan yang membuat pengalaman bersantap jadi lebih istimewa. RM Sidrap, salah satu rumah makan yang baru buka pertengahan tahun 2025 di kabupaten Gowa ini, memiliki lahan parkir yang sangat luas. Sehingga pengunjung tidak perlu khawatir mencari tempat parkir baik untuk kendaraan roda empat, maupun roda dua. Saat masuk ke dalam, suasana terasa adem. Ruangannya bersih, meja-meja tertata rapi dan tidak…
-
Sosok Affan Kurniawan, Pejuang Keluarga Pulang dengan Cara Pilu
Innalillahi wainnailaihi rojiun. Beberapa hari terakhir ini, setiap kali membuka ponsel, yang terdengar justru kabar buruk dari negeri kita tercinta. Berita pembunuhan, perampokan, korupsi, hingga tragedi Kamis (28/8/2025) malam. Sebuah cerita dari kericuhan yang terjadi di depan kantor DPR RI, seorang driver ojek online Affan Kurniawan dilindas kendaraan taktis Brimob, di tengah kericuhan. Rasanya hati ini ikut teriris melihat videonya tersebar di media sosial. Video itu, sontak membuatku tergerak untuk terus mencari kelanjutan kisahnya. Aku memilih tidur lebih lama untuk mengumpulkan informasi dan menulisnya di dunia ceritaku ini. Ternyata Affan, seorang Lelaki berusia 21 tahun. Pada malam naas itu, dia sebenarnya tidak ikut dalam aksi, juga bukan bagian dari mahasiswa…
-
Kisah Pilu Diva Febriani, Anggota Paskibra yang Tak Sempat Kibarkan Bendera
Diva Febriani dan Kekerasan Terhadap Anak Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-80. Seperti tahun-tahun sebelumnya, berbagai daerah mempersiapkan beragam kegiatan untuk menyemarakkan perayaan. Salah stau yang paling sakral, di antara semua kemeriahan itu, yakni upacara pengibaran bendera merah putih. Sebuah momen yang berbeda dari upacara pada umumnya. Mengibarkan sang saka merah putih simbol persatuan, pengorbanan, dan doa yang terpatri dalam kibaran merah putih di langit negeri. Banyak siswa dan siswi yang bermimpi, untuk menjadi pasukan pengibar bendera merah putih, baik di tingkat sekolah, kecamatan, tingkat kabupaten maupun tingkat nasioanl. Bagi para pelajar, berdiri tegak di lapangan dengan bendera merah putih di tangan adalah sebuah kehormatan meski hanya di lingkungan…
-
Daun Cafe, Tempat Nongkrong Nyaman, Suasana Adem di Siang Hari
Jika anda mencari tempat tenang untuk mengerjakan tugas, atau sekadar nongkrong menenangkan pikiran, bisa berkunjung ke Daun Cafe. Cafe yang terletak tengah kota Makassar ini, bisa membuat Anda lupa sejenak dengan hiruk pikuk.Tempatnya sangat strategis, terletak di sudut jalan yang rindang. Suasananya teduh, adem, dan nyaman. Cocok untuk siapa saja yang ingin sekadar melepas penat atau mengerjakan tugas dengan tenang. Saat melangkah masuk ke dalam, ada ruangan ber AC, interiornya memadukan nuansa kayu dan dedaunan hijau yang membuat mata dan hati terasa segar. Meski sering dipenuhi mahasiswa, pekerja kantoran, hingga pebisnis yang sedang berdiskusi, suasana di sini tetap terasa tenang. Ruang ini dekat dengan bartender, sehingga sangat mudah jika Anda…
-
Langkah Pilu Amir, Berjalan 12 Km Ditembak setelah Terima Bantuan
Cerita Palestina 2 Sejak serangan Israel yang menghancurkan rumah dan gedung di wilayah Gaza, saat itu banyak yang kehilangan keluarga, kehilangan tempat tinggal. Lebih memprihatinkan lagi, sejumlah bantuan dari berbagai negara ditahan. Akibatnya masyarakat Gaza kelaparan dan tidak sedikit yang meninggal akibat kelaparan. Sungguh memilukan melihat kondisi anak-anak Gaza dari kiriman video yang tersebar di media sosial. Dengan tubuh kurus, mata cekung, dan langkah yang gontai, mereka berlari ke arah bantuan yang sesekali dijatuhkan dari udara. Di antara suara ledakan dan ancaman peluru, anak-anak itu tetap maju, hanya untuk mendapatkan sekantong kecil tepung atau sebungkus roti.Ada yang berhasil pulang dengan senyum, meski lelah. Ada juga yang tak pernah kembali, karena…






















