Senyum Sumringah Pensiunan PNS Saat Pencairan Gaji 13

Pensiunan PNS padati Bank untuk menerima gaji 13. Foto:duniacerita

Gaji 13 merupakan apresiasi yang diberikan pemerintah kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), yang telah menunjukkan kinerjanya kepada negara.

Biasanya gaji tersebut dicairkan di bulan Juni atau Juli.Pemerintah pusat dalam hal ini, ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengumumkan bahwa gaji 13 tahun 2024 akan dikucurkan pada awal bulan Juni.

Sejak merebaknya pemberitaan gaji 13 cair bulan 6, PNS di seluruh jagad raya pun sangat menantikannya, bahkan sudah ada yang merencanakan membawa anak-anaknya liburan.Membeli baju dan barang berharga lainnya.

Bukan hanya untuk PNS yang masih aktif. Gaji 13 juga diperuntukkan untuk pensiunan PNS.

Tidak heran pada tanggal 1 Juni, hampir semua Bank penuh kebanyakan dipenuhi lansia. Mereka memilih datang awal bulan.

Mereka rela antri berjam-jam menunggu giliran. Untung saja pihak bank menyediakan kursi bahkan ada yang menyiapkan air minum.

Dihari kelima bulan Juni, saya mengantar ibu menerima gaji ke 13, di Bank Bukopin. Ibu terlihat sangat bahagia, saat masuk ke dalam.
Security yang berpakaian seragam mirip pegawai Dispenda memberikan nomor antrian 59.

Saya arahkan ibu duduk di bangku yang masih kosong. Sementara saya menulis di selembar kertas penarikan. Sambil bertanya ke security,

“Sekarang nomor berapa Pak,”

“Nomor 19,” katanya sambil membuka pintu saat melihat ada pengunjung masuk.

Segera ku hampiri ibu, dan menyampaikan sekarang yang menghadap kasir baru sampai nomor 19. Sementara nomor yang kami pegang 59, masih sangat jauh.

Saya melihat seisi ruangan semua yang menerima gaji pada saat itu adalah lansia. Mereka tidak sendiri ada yang ditemani anaknya, ada yang datang bersama keponakan bahkan ada yang bersama cucunya.

Gaji 13 menghadirkan rasa bahagia tersendiri bagi para pensiunan yang sudah memasuki usia lanjut. Dari gaji tersebut, mungkin mereka berbagi ke para cucu, ketika sampai di rumah.

Seperti ibu, setiap kali terima gaji. Dia sisihkan untuk cucu-cucunya.
Mereka sangat bahagia, sambil menunggu giliran. Para pensiunan dari berbagai instansi itu, berbagi cerita.

Banyak hal yang mereka bicarakan, setelah perkenalan. Mereka cerita waktu bekerja sampai menerima gaji pensiun.

“Enak sekali jadi PNS, sudah tua seperti ini kita masih terima gaji,” kata seorang ibu yang duduk di sebelahku.

“Iya andai kita bukan PNS diusia tua ini, kita tidak tahu bagaimana nasib kita kalau tidak punya uang,,” jawab ibu yang satunya lagi.
Mendengarnya saya jadi ingat almarhum bapak, dia juga pensiunan PNS dan sampai sekarang ibu masih menerima gaji pensiun bapak.

Bapak ingin sekali anak-anaknya ada yang bekerja sebagai PNS. Sayang sekali dari enam orang bersaudara tidak satupun ikut bapak atau ibu.

Menjadi pegawai negeri memang enak, meski sudah tidak bekerja masih tetap dihargai oleh pemerintah. Gaji teta berjalan setiap bulan, tunjangan kesehatan pun masih diberikan.

Continue Reading

Gerakan Peduli Stunting dan Kampanye Makan Telur untuk Anak Sulsel

Ilustrasi stunting

Stunting, masalah kesehatan yang terjadi pada anak. Hampir di semua daerah di Indonesia, mengalami masalah tersebut.

Sebab itu, pencegahan dan penurunan angka stunting menjadi program prioritas pemerintah pusat hingga ke pelosok desa. Berbagai cara dilakukan pemerintah hingga berkolaborasi dengan sejumlah instansi agar angka stunting bisa menurun.

Tim Penggerak PKK pun tidak kalah hebatnya mengkampanyekan sejumlah langkah cemerlang, serta ide-ide positif untuk pencegahan stunting.
Seperti halnya di Sulsel, sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam Tim Penggerak PK, pun terus berusaha mengkampanyekan masalah stunting pada setiap pertemuan.

Dihari ulang tahun kabupaten Wajo. Salah satu kabupaten yang ada di Sulsel ini, pada Senin tanggal 22 April 2024, Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin bersama istrinya Sofha Marwah, mencanangkan gerakan peduli stunting (Gadis).

Gerakan ini ditandai dengan kampanye makan telur untuk anak dan ibu hamil.Kampanye makan telur setiap hari, diikuti 10.000 balita dan 10.000 ibu hamil yang dilaksanakan secara hibryd bersama 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Pencanangan peduli stunting dan kampanye makan telur diikuti 23 Kabupaten/Kota lain secara virtual melalui zoom meeting, menghadirkan 400 Anak Balita dari KPM PKH dan 400 Ibu Hamil, sementara Kabupaten Wajo menghadirkan 1000 Anak Balita dari KPM PKH dan 1000 Ibu hamil. Ada juga pembagian mainan kepada anak-anak.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Provinsi Sulsel ini sebagai wujud komitmen untuk mewujudkan Sulsel bebas Stunting menuju Generasi Indonesia Emas. Dengan memastikan bahwa setiap anak dan ibu hamil di daerah ini mendapatkan akses terhadap sumber protein yang berkualitas.

Tentunya upaya ini merupakan respon atas angka sebaran prevalensi stunting Sulsel berdasarkan Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencapai angka 27,4 persen. Olehnya itu diperlukan upaya yang massif dan berkelanjutan untuk menurunkan angka stunting di Sulsel agar mencapai target nasional yakni 14 persen.

Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin pada saat itu, mengatakan, Momentum Hari Ulang Tahun Wajo ke 625, sekaligus melaunching pembagian telur untuk penanganan stunting di seluruh Sulawesi Selatan.

Sementara Sofha Marwah Bahtiar, berterima kasih kepada Kadis Sosial yang menginisiasi kegiatan ini. Dimana kegiatan ini juga berhubungan dengan peran PKK untuk pengentasan stunting.

“Ada 10 ribu telur untuk dibagikan kepada 24 Kabupaten/Kota,” katanya.
Dirinya pun berharap, kegiatan ini tidak hanya sekali saja. Namun bisa berkelanjutan dengan pendampingan sehingga dapat menurunkan angka prevalensi stunting.

“Mungkin akan ada intervensi karena kita tahu stunting yang ada di Sulsel sudah sangat tinggi, 27,4 persen. Sedangkan Nasional kita ditargetkan 14 persen. Memang agak berat, tapi kita yakin stunting di Sulsel bisa turun. Salah satunya dengan program ini, dulu ada gemar makan ikan, sekarang gemar makan telur,” jelasnya.

Sofha pun berharap, agar anak-anak maupun ibu hamil untuk bisa makan telur dua kali sehari. Termasuk bagi ibu hamil, sehingga gizi terpenuhi dan mencegah stunting bagi anaknya kelak.

Continue Reading

Ini Alasan Kenapa Pendidikan Sangat Penting untuk Perempuan

Perempuan bukan sekadar memberikan manfaat untuk masyarakat tapi, juga harus memiliki kualitas diri, kualitas keluarga yang baik dan ketahanan keluarga yang lebih baik. Dengan begitu dia bisa berkontribusi di tingkat sosial yang mempengaruhi masyarakat sekitar, serta bangsa dan negara.

Sehingga perempuan juga memiliki hak untuk sekolah yang tinggi dengan kualitas ilmu yang baik. Sebab perempuan nantinya akan berbagi pengetahuan kepada anak-anaknya kelak. Memberikan ilmu yang berkualitas pada generasi selanjutnya.

Seperti yang diungkapkan, Ditjen Bidang Masyarakat Islami (Bimas) Kementerian Agama Indonesia, Dr Hj.Lubna,S.Ag.MA ketika menjadi pembicara di Serambi Tokoh Perempuan Indonesia yang diadakan Muslimah Wahdah pada hari Sabtu, (18/11/23).
Dalam orasinya menyampaikan bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap individu tidak terkecuali bagi perempuan.

Setiap perempuan yang berpendidikan terdapat potensi besar yang dapat memajukan tidak hanya bagi dirinya sendiri, pasangan, keluarga melainkan pada kemajuan bangsa dan negara ke derajat yang lebih tinggi dan mulia.

“Inilah mengapa kita perlu bersama-sama berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap perempuan di seluruh dunia terutama di Indonesia memiliki hak yang sama untuk belajar, berkembang, berkontribusi secara luas, baik untuk diri, keluarga maupun bangsa dan negara,” imbuh Agen Moderasi Beragama itu.

Lebih lanjut, Doktor lulusan Universitas Negeri Jakarta ini menjelaskan bahwa untuk mencapai cita-cita kesetaraan dalam pendidikan ada beberapa hal yang harus diperhatikan bersama oleh semua pihak baik masyarakat, pemerintah, maupun pribadi sebagai perempuan.

Hal yang harus diperhatikan adalah akses pendidikan. pendidikan sebagai kunci atau pintu awal menuju pemberdayaan perempuan. Banyak riset menunjukkan bahwa 80% kesuksesan dipengaruhi oleh faktor pendidikan,maka pendidikan dapat menjadi alat perubahan sosial dan ekonomi melalui ilmu pengetahuan dan keterampilan.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas pendidikan perempuan juga merupakan kunci untuk menciptakan generasi yang berkualitas dalam suatu bangsa. Pendidikan adalah tonggak utama dalam membentuk karakter, keterampilan dan potensi setiap individu tidak terkecuali perempuan,” imbuhnya.

Analisis Kebijakan Ahli Madya ini menjelaskan kualitas disini tidak sekedar membentuk manusia yang pintar membaca, menghafal, menghitung melainkan juga menanamkan keterampilan yang dibekali moralitas yang kokoh, sehingga menjadi perempuan yang memiliki kapasitas untuk mengambil peran aktif dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat.

Untuk itu, kita perlu memastikan kualitas pendidikan bagi perkembangan perempuan. Perkembangan perempuan harus mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dan bermanfaat.

“Pendidikan ini memang sangat penting bagi perempuan, mereka akan menjadi penggerak inovasi, solusi untuk masalah yang kompleks dan agen perubahan yang positif dalam masyarakat.

Koordinator Dakwah dan Hari Besar Islami Kementerian Agama Republik Indonesia ini mengajak kepada seluruh perempuan yang hadir untuk berkomitmen mendukung pendidikan dan kesetaraan akses pendidikan bagi perempuan.

“Mari sama-sama kita berkomitmen untuk mendukung pendidikan dan kesetaraan akses pendidikan bagi perempuan. Karena ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi juga menjadi tugas kita sebagai warga negara”, ajak tokoh perempuan yang Lulusan Universitas Negeri Syarif Hidayatullah ini.

Continue Reading

Bayar Sekolah Anak Tepat Waktu Jangan Sampai Ilmunya Tak Berkah

Manajemen cerdas dalam mengatur keuangan keluarga, harus mendahulukan sesuatu yang telah menjadi prioritas utama. Seperti pembayaran sekolah anak. Ketika anak sudah masuk sekolah, kewajiban orang tua memenuhi kebutuhan mereka. Termasuk mempersiapkan pembayaran sekolahnya setiap bulan.

Bagi anak yang menimba ilmu di sekolah swasta, setiap bulan tentu ada pembayaran yang telah disepakati antara orang tua dan pihak sekolah. Karenanya, orang tua harus bisa menyisihkan uang untuk membayar iuran sekolah. Sehingga ketika tiba waktunya, tidak ada kendala bisa membayar tepat waktu.

Seperti yang dikatakan Ummu Peni Setyowati, Praktisi Manajemen Keluarga yang juga Founder sekolah Islam al-Fatih Makassar. Saat dia hadir dihadapan ribuan muslimah di Baruga Andi Pangerang Pettarani kampus Unhas, Sabtu 21 Oktober 2023. Kata dia semua orang tua tentu sudah mengetahui, bahwa dari pembayaran bulanan anak-anak itulah gaji guru terbayarkan. Jangan sampai kita sudah memeras ilmu dari para guru yang mendidik anak-anak kita, namun gaji mereka belum terbayarkan.

Nah, menunda-nunda pembayaran sekolah tentu saja akan menjadi beban bagi kita sendiri. Apalagi jika menunggak sampai dua atau tiga bulan, nilainya bertambah besar. Jumlahnya sangat besar karena bertumpuk dan sama saja ber hutang. Karena utang merupakan kewajiban yang harus diselesaikan maka pembayaran sekolah anak-anak jangan ditunda-tunda.

Sejumlah sekolah swasta di Indonesia, pada umumnya mengeluarkan aturan tidak bisa mengikuti ujian jika pembayaran bulanan anak-anak belum dibayarkan. Tetapi, bagi orang tua yang belum membayar karena alasan khusus tentu pihak sekolah akan memberikan keringanan. Biasanya ada kesepakatan khusus antara orang tua dan pihak sekolah. Terkecuali bagi yang mampu sebaiknya jangan menunda-nunda.

Bagi orang tua yang mampu namun suka menunda-nunda pembayaran, Jangan sampai ilmu anak-anak kita tidak berkah. Yuk, jangan menunda pembayaran sekolah anak-anak.

Continue Reading

Tantangan Wanita Dalam Mengatur Keuangan Keluarga

Foto diambil dari web.finansialku

Ada istilah yang mengatakan uang bukan segalanya. Tetapi, untuk mendatangkan segalanya itu memerlukan uang. Setiap kondisi dalam situasi apa pun bagi saya pribadi uang memang harus ada, sekecil apa pun itu.

Sebab hidup di dunia ini, kita memerlukannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari dulu hingga sudah berumah tangga, tidak bisa lepas dari yang namanya uang.

Bedanya, ketika masih sendiri uang untuk diri sendiri. Berbelanja kebutuhan, berfoya-foya dan semacamnya. Sebab yang sering terlintas dalam pikiran, yang mendatangkan uang ya saya sendiri. Saya bekerja dari pagi hingga sore. Jadi menikmati hasil kerja keras itu, sesuatu yang menyenangkan dan menenangkan.

Setelah berumah tangga, masih aktif bekerja. Kondisi keuangan pun mulai berubah. Dari segi jumlahnya dan juga pengeluaran. Apalagi ketika memiliki anak, kebutuhan jadi banyak dan barang-barang serba mahal. Uang yang tadinya nilainya besar jadinya sangat kecil padahal sudah ada tambahan pencari uang. Ada yang seperti saya?

Kenapa seperti itu, ternyata karena ada kesalahan dalam mengelola keuangan. Ada ilmu yang tidak kupahami. Sehingga harus belajar dan belajar lagi. Anehnya, hal itu saya ketahui setelah belasan tahun menikah. Dapat ilmunya baru kemarin, Sabtu 21 Oktober 2023. Dari seorang praktisi manajemen keluarga, saat itu diajak teman untuk mengikuti seminar dan tabliiq Akbar muslimah.

Salah satu pematerinya Ummi Peni Setyowati, seorang praktisi manajemen keluarga dan juga founder sekolah Islam al-Fatih. Materi yang dibawakan sangat luar biasa. Bukan materi katanya, tetapi lebih ke berbagi kisah hidup kepada sesama muslim. Luar biasa kisahnya dalam mengatur keuangan rumah tangga.

Foto diambil dari web.kolonginfo
Foto diambil dari web.kolonginfo

Cerita kehidupan yang keren, yang bisa ditiru utamanya ibu rumah tangga. Dihadapan seribuan ibu rumah tangga, Ummi Peni bercerita bahwa seorang muslim yang baik, sudah menikah atau belum harus mengetahui hartanya akan kemana. Sebab jumlahnya akan dihitung oleh Allah. Ada yang mengatakan orang Islam tidak perlu kaya agar memudahkan ketika mereka dihisab. Tetapi harta itu penting yang diperoleh secara halal.

Hampir semua perempuan sulit untuk mengendalikan yang namanya uang, seberapa pun jumlah yang dia pegang biasanya langsung habis. Nah, hal ini juga yang disampaikan oleh Ummi Peni, kata beliau perempuan itu lapar mata. Selalu tergiur dengan barang diskon, hehehe. Apalagi jika ke tempat yang beli satu dapat dua katanya, semua langsung di borong.

Ujian kebanyakan bagi orang yang berumah tangga kata ibu dari empat orang anak ini, memang dari finansial. Dia menggambarkan laki-laki sebelum berumah tangga, uang yang dia dapat dari hasil kerjanya itu, untuk dirinya sendiri dia belanjakan untuk kebutuhannya. Ketika sudah menikah, hartanya bukan lagi miliknya seorang. Harta laki-laki milik istri tetapi harta perempuan tetap milik perempuan.

Jadi, berumah tangga setengah dari ibadah. Ujiannya begitu banyak dan besar. Banyak yang mengalami perceraian penyebabnya karena finansial dan orang ketiga. Ujung-ujungnya orang ketiga juga muncul karena masalah finansial. Sehingga dalam mengelola keuangan rumah tangga harus berlandaskan keimanan. Kita tidak boleh berputus asa dengan urusan rezeki.

Ada tiga macam manajemen keuangan

1. Keuangan sepenuhnya dipegang oleh suami, istri dikasih sepenuhnya saja
2. Keuangan dipegang oleh istri, suami mencari nafkah saja
3. Suami dan istri sama-sama mengelola harta yang didapat

Continue Reading

Tersirat Kebahagiaan di Wajah Anak-Anak Saat Bermain Tepuk Stik Es Krim

Permainan menepuk stik es krim sungguh membuat anak-anak di zaman sekarang ini, begitu bahagia saat memainkannya. Ada kepuasan tersendiri yang mereka perlihatkan apalagi ketika menang, dan berhasil mengumpulkan stik dari lawannya.

Menepuk stik mungkin sudah sering di jumpai beberapa tahun terakhir ini, bahkan sebelum latto-latto viral. Anak-anak banyak yang mengumpulkan stik dan memodifikasi bentuknya. Ada yang berbentuk seperti ikan, pedang, kuda bahkan ada yang menghiasnya dengan aneka macam warna. Sehingga stik tersebut terlihat indah.

Permainan kekinian ini, tidak hanya dimainkan oleh anak-anak usia SD, bahkan usia remaja pun banyak yang ikut bermain.

Di hari libur, anak-anak sering berkumpul di rumah anak saya dan beberapa sepupunya. Ya, kalau lagi ngumpul main game di handphone dihentikan. Dia mengambil plastik berwarna ungu yang berisi banyak stik. Mereka keluarkan lalu bermain bersama.

Tepukan tangan di lantai terdengar bergema sampai stik berpindah ke arah stik yang satunya. Saat kayu tipis itu lompat ke atas kayu lainnya, ada teriakan bahagia disertai tepuk tangan. Tandanya si anak yang mendapat giliran bermain itu, menang dan bisa mengambil stik milik lawannya. Itu cerita dari anak saya entah permainan yang sesungguhnya seperti apa saya tidak tahu persis.

Karena menurut saya unik maka menonton anak bermain tepuk stik es krim cukup membuat saya sedikit terhibur, apalagi di tengah cuaca yang panas.
Hampir seluruh daerah di Indonesia anak-anak usia 8 tahun dan usia remaja memainkan permainan ini, bahkan disebut sebagai permainan tradisional. Namun, belum ada artikel yang menyebut tahun berapa permainan ini ada dan siapa yang pertama mencetuskannya.

Permainan murah dan sederhana ini, sungguh mendorong anak untuk berkreasi dan kreatif dalam memainkan benda yang berbahan dasar kayu.

Begini cara memainkannya..

Dari hasil pantau-pantau anak bermain stik es krim, dua anak atau empat orang duduk berhadapan membentuk lingkaran. Stik es krim diletakkan di depan masing-masing anak yang bermain.

Untuk memulainya, biasanya mereka menyepakati bersama siapa yang lebih dulu bermain. Anak yang mendapat giliran pertama main, meletakkan kedua telapak tangannya tepat di dekat stik. Kemudian menepuknya dengan sedikit keras hingga stik tersebut bergeser ke arah stik yang dia tuju.

Jika dalam sekali menepuk, stiknya bisa bergeser ke atas stik lawan, maka anak tersebut berhasil memenangkan permainan dan stik milik lawannya.

Sangat cocok dimainkan saat anak-anak libur, atau di waktu senggang. Bermain setengah hingga satu jam sampai mereka puas. Namun, biasanya anak-anak hanya bermain sampai 10 atau 20 menit saja, lalu beralih ke permainan lain.

Continue Reading

Family Time, Bawa Anak Berakhir Pekan ke Bioskop

Akhir pekan, hari yang paling dinantikan anak-anak. Setelah mereka sibuk belajar fullday selama lima hari. Sesekali mereka mintanya liburan ke pantai, berenang atau ke gunung sambil berpetualang.

Namun, kondisi cuaca beberapa bulan terakhir ini, tidak mendukung untuk liburan ke pantai, atau ke tempat yang terbuka. Udara yang terik sangat mengganggu utamanya anak-anak, bisa menimbulkan penyakit.

Jalan ke taman kota yang rindang pun tidak seru, anak-anak akan merasa bosan. Apalagi yang mereka lihat hanya bunga-bunga dan beberapa penjual makanan serta minuman.

Tiba-tiba terpikir mengajak mereka ke bioskop. Nonton dengan layar lebar tentu berbeda ketika mereka nonton di rumah. Pengalaman ini pun akan dikenang hingga mereka dewasa, bahkan kelak saat mereka memiliki anak pun bisa dengan bangga menceritakan ke anak-anaknya pengalaman berkesan bareng orang tua saat nonton di bioskop.

Pengalaman ini, juga yang aku lanjutkan ke anak-anak. Betapa bahagianya masa kecilku, saat kedua orang tua sedang sibuk-sibuknya bekerja mencari nafkah. Saat akhir pekan tiba, menyempatkan waktu membawa kami nonton film anak-anak. Yang mungkin pada saat itu, dia sendiri tidak menyukai film yang kami anak-anaknya nonton.

 

Tips sebelum mengajak anak ke Bioskop

 

1. Pilih Film sesuai usia anak

Tidak semua anak bisa nonton di bioskop sebab ada juga aturan jenis film yang cocok untuk usia anak anda. Mulai usia 4 tahun, sebenarnya anak-anak sudah bisa di bawah ke bioskop dan tentunya ada film yang sesuai usia anak anda misalnya film kartun.Film petualangan Sherina 2 dan air mata di ujung sajadah.

Setelah mencari tahu cerita kedua film keren itu, saya pun mengajak sang buah hati untuk nonton bersama. Mereka terlihat sangat bahagia, suka sekali dan paham jalan ceritanya. Apalagi ketika mereka nonton petualangan Sherina 2, dia bahkan ikut teriak dan bertepuk tangan.

2. Pahami kemauan Anak
Anak-anak biasanya cepat bosan apalagi jika filmnya lama dan mereka sudah mengantuk. Pada saat seperti itu, kadang anak-anak memilih untuk pulang tanpa menyelesaikan akhir cerita. Kalau sudah seperti ini, kita sebagai orang tua terkadang kesal apalagi jika filmnya sudah sangat seru, tentu menghadirkan rasa penasaran dan meminta pada anak untuk bertahan sampai filmnya habis.
Sebaiknya sebagai orang tua menuruti kemauan anak lebih baik. Ikut pulang bersama sebelum mereka kesal dan menangis dalam bioskop akan menimbulkan kekacauan dan mengganggu orang lain.

3. Sediakan cemilan
Anak-anak biasanya sambil nonton ingin ngemil dan haus. Bukan hanya anak-anak, orang tuanya pun kadang mau ngemil popcorn yang disediakan d bioskop. Biasanya sebelum filmnya tayang, petugas masuk menjajakan paketan cemilan dan minumannya.

4. Temani anak ke kamar kecil
Nah, ini yang sering terjadi, pada saat pertengahan film atau pas lagi seru-serunya si anak tiba-tiba kebelet ke toilet. Sebisa mungkin jangan biarkan dia ke toilet sendiri.

Apa sih manfaatnya membawa anak nonton di bioskop ?

Berbicara soal manfaat bagi anak nonton di bioskop, tentu ada yang beranggapan tidak bermanfaat apalagi jika berbicara soal anggaran tentu banyak dana yang akan dikeluarkan.

Kedua anak-anak juga disinyalir akan membuat kegaduhan sehingga mengganggu yang lain. Karena itu yang harus dilakukan bawa anak nonton film yang tepat dan sesuai usianya.

Manfaatnya bagi anak-anak sebenarnya banyak jika nontonnya film anak. Selain menambah pengetahuan, pengalaman baru juga mereka bisa memetik hikmah dari film yang mereka nonton. Sebagai orang tua tentu kita harus bijak memilih tontonan yang pas untuk anak-anak.

Berbicara biaya nonton, karena nontonnya sekali tiga bulan atau pas ada penayangan film untuk anak, saya menyisihkan sedikit dari uang belanja untuk dana liburan anak-anak. Sebagai salah satu langkah jika suatu saat mereka meminta untuk diajak jalan.

Continue Reading

Mengapa Ibu Harus Terlihat Bahagia Dihadapan Anak?

Seorang Ibu meluangkan waktunya mendampingi anaknya bermain. Salah satu pola pengasuhan yang baik

Anak merupakan generasi penerus, aset yang harus dijaga agar tumbuh dan berkembang dengan kasih sayang orang tua, agar berada di lingkungan yang baik dan sehat. Orang tua memiliki peran penting dalam menyediakan sarana dan prasarana untuk anak-anak.

Terkhusus seorang ibun harus berusaha dengan mempertaruhkan separuh hidup, meluangkan waktu untuk mendidik dan mendampingi anak-anaknya. Sebab pengasuhan anak dapat mempengaruhi karakter ketika anak menginjak dewasa. Sebagai seorang ibu yang melahirkan, dan merawat sejak dalam kandungan, harus selalu terlihat bahagia di depan anak-anaknya.

Ibu yang senantiasa bersedih, akan mempengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Mereka akan tahu, ketika ibunya sedih, dia tahu saat ibunya tidak bahagia. Seorang anak akan merasakan apa yang dirasakan orang tuanya. Karenanya, ibu harus selalu bahagia dalam mengasuh anak-anak.

Pada kegiatan majelis ibu yang dilaksanakan DPW Wahdah Islamiyah Sulsel, Sabtu 30 September 2023, Ustazah Herda Hasanah, membawakan materi dengan topik defenisi bahagia.

Menurutnya, ibu yang senantiasa bahagia mengasuh anak akan menjadikannya sebagai ladang investasi ke depan. Sebuah ungkapan tentang pentingnya kebahagiaan ibu menyebutkan “If mother aint happy aint nobody happy.” Artinya jika ibu tidak bahagia, maka tidak seorang pun yang bahagia.

“Jika kebahagiaan sangat mempengaruhi, maka apa sebenarnya makna bahagia dari kita?”

Bahagia itu apakah dengan banyaknya harta atau jabatan? Ternyata kebahagiaan yang sesungguhnya yang harus dimiliki ialah kekayaan hati. Sesuai hadist dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shalallahu’ Alaihi Wasallam bersabda, “Hakikat kaya bukan dari banyaknya harta. Namun kekayaan hati.” (HR.Bukhari).

Ustazah yang kerap disapa Ummu Maryam ini melanjutkan bahwa kekayaan hati disini ialah penerimaan kenyataan yang ada. Penerimaan takdir yang Allah berikan kepada kita. Namun bukan berarti penerimaan takdir yang dimaksudkan adalah ketika menerima sekedar takdir itu begitu saja. Melainkan ada usaha bagaimana menghadapi suatu hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi diri kita.

“Pada proses penerimaan itu ada usaha bukan hanya sekadarnya. Jika sekadarnya namanya putus asa. Hal terpenting adalah dari bentuk kekayaan hati itu adalah tawakkal. Meyakini bahwa yakin dari usaha yang diri kita lakukan akan ada hasil terbaik yang Allah berikan. Seperti menerima kondisi anak dan suami yang tidak sesuai harapan kita,” lanjut trainer dan konselor Rumah Parenting Bekasi ini.

Ada Ibu Yang Tidak Bahagia Dalam Pengasuhan Anak

Lalu, beberapa kasus ditemukan sebagian  ibu merasa tidak bahagia dalam mengasuh sang anak. Mengapa hal itu terjadi? Ternyata hal yang sering terjadi ialah tidak ada waktu untuk diri sendiri atau biasa dikenal istilah “me time”.
Mindset seorang ibu biasanya merasa bahwa ia harus berkorban apapun kondisinya. Padahal berkorban itu seharusnya tidak mengabaikan diri sendiri. Ini sama saja dengan mendzholimi diri sendiri.

 

Kemudian sebagai orangtua kita menuntut untuk anak menjadi seorang yang penurut dan patuh sesuai mindset kita. Sehingga berujung membuat diri merasa capek dalam mengasuh mereka. Padahal anak bukan seorang robot. Ia memiliki perasaan dan pikiran sendiri. Mereka punya cara untuk patuh dan menurut sesuai keunikan masing-masing.

Hal yang membuat tidak bahagia dalam pengasuhan anak adalah tidak menikmati hari ini. Tidak menikmati setiap proses dan moment suka duka dari tumbuh kembang anak yang tidak akan bisa terulang lagi sepanjang hidup.

Dari problematika yang terjadi solusi dari bagaimana menjadi ibu bahagia dalam mengasuh anak ialah kenali diri sendiri agar tahu sisi kelebihan dan kekurangan kita sebagai ibu. Sehingga ada usaha untuk memperbaikinya. Hindari membandingkan diri sendiri. Membandingkan tumbuh kembang anak dengan anak yang lainnya.

Mengendalikan emosi agar dapat mengontrol ketika sedang mengasuh anak. Berpikir positif untuk memberi afirmasi positif yang melahirkan tindakan yang bijak. Mengasuh anak adalah tanggung jawab bersama bukan hanya diemban dari seorang ibu. Tetapi seorang ayah memiliki peranan penting, maka hangatkan hubungan dengan suami untuk saling mendukung. Terakhir dari solusi yang kadangkala terabaikan ialah seorang ibu harus lagi lagi memiliki me time.

Majelis Ibu merupakan kegiatan untuk membekali para ibu dalam menjalankan perannya dalam rumah tangga. Diharapkan dengan kegiatan ini, rumah tangga menjadi lebih berkualitas sehingga keluarga pun menjadi berkualitas. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan muslimah se-Sulawesi Selatan melalui aplikasi Zoom meetings.

Continue Reading