Alhamdulillah, Dapat Kiriman Sop Konro Makanan Khas Makassar

Sop Konro salah satu dari sekian banyak makanan khas kota Makassar, Sop yang berbahan dasar tulang iga sapi ini, kerap kali jadi incaran para pelancong yang berkunjung ke kota Daeng.

Sop Konro tidak semua berisi tulang, ada banyak daging yang menempel di bagian tulang dan juga ada banyak daging yang sudah di potong-potong kecil dimasukkan dalam sop berkuah hitam itu. Kalian jangan khwatir jika melihat penampakan sop konro dalam mangkuk dominan terlihat hanya tulangnya saja.

Masakan istimewa ini, biasa kita jumpai di acara pernikahan, menjamu tamu dan sering disajikan pada hari lebaran. Masyarakat membuat konro agar bisa dimakan pada tamu saat berkunjung ke rumah, boleh di makan dengan buras dan ketupat tapi bagi Saya khusus untuk konro lebih cocok jika dimakan dengan nasi putih yang masih hangat, kelezatannya lebih terasa.

Di kota Makassar sendiri, banyak yang jualan konro. Namun yang paling terkenal sudah ada sejak zaman dahulu yakni sop konro Karebosi, lokasinya berada di Jl. Bulu Saraung. Jika Anda berkunjung ke jalan ini, di sana ada empat warung yang menjual sop konro tersedia juga konro bakar yang menggunakan bumbu kacang. Harganya cukup terjangkau satu porsi hanya Rp50.000

Sebenarnya membuat sop konro untuk di konsumsi pribadi tidak susah, semua rempah dan bumbu ada di pasar. Tulang Iga sapi pun banyak kita temui di semua pasar tradisional bahkan ada pedagang yang khusus menjual bumbu berbagai masakan nusantara, sangat memudahkan dan praktis.

Lebaran tahun 2025 ini, Alhamdulillah, saya mendapatkan kiriman Konro dari suami kakak sepupuku, dia memang ahli membuat sop konro dan masakannya itu, memiliki ciri khas tersendiri. Masakannya diracik dengan menggunakan bumbu dan rempah-rempah tempodoloe. Di Makassar, kami biasanya menyebutnya masakan turiolo. Menggunakan bumbu dan rempah-rempah alakadarnya, tanpa menghilangkan ciri khas sebagai konro. Rasanyanya, tidak ada tandingannya dengan sop konro yang di jual di warung. Pokoknya ter Is The Best.

Suami kakak sepupuku dari ibu ini, memang memiliki banyak keahlian salah satunya yang paling saya suka masakannya itu, selalu beda dengan yang lain. Aromanya membuat kita semua ketagihan. Makan konro dua hari setelah lebaran cukuplah mengobati kerinduanku tehadap masakan tulang sapi yang satu ini. Seingatku saya makan sop konro terakhir tahun lalu, di acara kawinan. Setelahnya saya hanya bisa memendam rindu dan membayangkan makan konro ketika berada di warung coto (Hehehe).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *