Umrah Istimewa Bersama Ibu

Cerita perjalanan umrahku kali ini, sungguh sangat sempurna jika dibandingkan dengan dua perjalanan sebelumnya. Dulu, berangkat sendiri kali ini bersama perempuan terhebatku.

Berangkat ke tanah suci bersama ibu, bagian dari mimpi indahku. Rasanya itu seperti permen nano-nano, rame dan bahagia hatiku. Tuhan segitu sayangnya mewujudkan mimpiku.

Sebenarnya tidak terencana, juga tidak pernah masuk dalam list agenda tahunanku. Apalagi jadwalnya sangat dekat dengan Ramadan. Sehari tiba di tanah air eh langsung puasa.

Sangat sulit membayangkan bagaimana repotnya mengatur persiapan sahur dan buka puasa, setelah pulang dari perjalanan umrah.

Lalu, aku melihat semangat ibu berangkat umrah tahun ini, melebihi semangat para pejuang kemerdekaan saat melawan penjajah. Ibu selalu terlihat kuat dan sehat meskipun sudah puluhan tahun mengidap penyakit yang tak biasa.

Ibu bahkan memutuskan untuk pergi sendiri, seperti tahun 2021silam dia berangkat umrah sendiri dan kembali ke pelukan kami dalam kondisi yang utuh sehat walafiat.
Sebab ibu selalu yakin banyak yang akan menolong di sana dan ada Tuhan yang senantiasa menjaganya. Prinsip ibu membuatku terkagum-kagum. Aku saja yang pernah numpang hidup di rahimnya selama sembilan bulan tidak bisa sehebat dia.

Namun, sepertinya tahun ini, saya tidak begitu rela ibu pergi sendiri. Banyak hal yang aku takutkan menghantui pikiranku hingga memutuskan menemani ibu. Tentunya dengan berbagai pertimbangan harus mendapat surat persetujuan dari anak-anak dan ayahnya.

Setelah surat persetujuan yang di tandatangani di atas kertas bermaterai 10.000 (hehehe), tidak segitu sakralnya juga. Cukup anak-anak katakan “Iya” aku langsung menghubungi travel yang iklannya di media sosial sangat viral. Seperti viralnya Gibran saat resmi mendampingi pak Prabowo sebagai Wakil Presiden RI.

Cobig Tour namanya. Satu-satunya travel yang paket umrah 13 hari, di bawah harga 30 jutaan,vsekira 29 jutaanlah. Aku tidak ragu, karena mengenal pemiliknya.
Kami pun yakin perjalanan umrah bersama travel yang berkantor di Jl. Baji Gau ini, Insya Allah berjalan lancar.

Bahagianya Melihat Ibu Bermain dengan Merpati


Usai salat di Masjid Nabawi, kota Madinah yang indah. Ibu mengajak aku jalan-jalan melihat merpati berwarna biru laut, mengepakkan sayapnyaa, kami pun membeli makanan untuknya.

Burung-burung tersebut kerap kali mencuri perhatian jemaah, juga sebagai hiburan ketika pulang dari salat. Apalagi di tengah cuaca panas.

Ketika jemaah berbondong-bondong berjalan meninggalkan gerbang masjd. Secara bersamaan ribuan merpati terbang dengan indahnya.

Tidak sedikit jemaah yang mengajak sang merpati berfoto, memberikan makanan hingga ikut bermain kejar-kejaran di tengah-tengah kerumunan merpati yang sedang makan. Ibu yang usianya sudah 73 tahun, pun tidak kalah dengan anak muda. Dia bahkan mengenang ketika berkunjung ke tanah suci bersama almarhum bapak. Foto bersama burung merpati membuat memori handphone nya penuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *