Tragis, Anak Kandung Parangi Ibunya Hingga Bersimbah Darah

Peristiwa menggemparkan masyarakat, terjadi di kota Makassar, Selasa (24/09/2024) saat senja mulai berganti malam sekira pukul 17.25 WITA. Saat sebagian masyarakat baru saja selesai melakukan aktivitasnya seharian bekerja, pada saat itu pula beredar sebuah video di media sosial yang sangat memilukan.

Dalam video singkat, terlihat seorang perempuan Samiaty berusia 29 tahun, melukai ibunya secara sadis menggunakan parang. Aksi tersebut dilakukan di teras rumahnya disaksikan banyak warga yang hendak menolong. Ibu yang berusia 64 tahun tidak mampu melakukan perlawanan.

Para tetangga datang untuk menolong, namun pagar rumah yang cukup tinggi itu terkunci. Beberapa warga berusaha panjat pagar agar bisa masuk ke dalam, sebagian lagi berusaha mencegah dengan cara melempar batu kearah perempuan yang memegang parang tersebut agar menghentikan aksinya. Namun, ibu itu sudah terkapar di lantai bersimbah darah. Kondisi yang memprihatinkan membuat warga lainnya tak kuasa menahan air mata.

Sore yang memilukan tidak hanya mendatangkan kesedihan bagi keluarga korban, juga menghadirkan kesedihan dihati masyarakat saat melihat video serangan membabi buta, yang dilakukan seorang perempuan dewasa terhadap ibu kandungnya sendiri.

Hati siapa yang tidak sedih melihat seorang ibu yang dengan susah payah melahirkan, merawat dan membesarkan dengan sepenuh hati tanpa pernah meminta imbalan pada anaknya. Namun, diusianya yang renta bukan balasan kebaikan yang terima melainkan penganiayaan.

Ibu yang sudah tidak berdaya akibat mengeluarkan banyak darah setelah ditebas berkali-kali menggunakan parang oleh anak kandungnya, masih hidup dan dalam perawatan di rumah sakit angkatan laut Makassar. Sedangkan anaknya sudah diamankan oleh warga diserahkan ke pihak berwajib.Tidak sedikit warga menangis, melihat kondisi lansia yang berlumuran darah.

Kapolsek Bontoala, Kompol Muhammad Idris, memberikan keterangan kepada sejumlah media pada Rabu (25/09/2024). Katanya motif pelaku menganiaya ibunya, karena tidak terima saat disuruh membersihkan rumah. Dia tersinggung dan menganiaya perempuan yang telah melahirkannya dengan sebilah parang.

Dia juga mendapat informasi bahwa anak tersebut sudah lama mengalami gangguan jiwa. Sudah sering mengamuk ketika orang tuanya menegur sehingga ayah atau pun ibunya memilih untuk mengalah.

Artikel ini, adalah bagian dari latihan komunitas LFI supported by BRI http://BRI.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *