Tantangan Wanita Dalam Mengatur Keuangan Keluarga

Foto diambil dari web.finansialku

Ada istilah yang mengatakan uang bukan segalanya. Tetapi, untuk mendatangkan segalanya itu memerlukan uang. Setiap kondisi dalam situasi apa pun bagi saya pribadi uang memang harus ada, sekecil apa pun itu.

Sebab hidup di dunia ini, kita memerlukannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari dulu hingga sudah berumah tangga, tidak bisa lepas dari yang namanya uang.

Bedanya, ketika masih sendiri uang untuk diri sendiri. Berbelanja kebutuhan, berfoya-foya dan semacamnya. Sebab yang sering terlintas dalam pikiran, yang mendatangkan uang ya saya sendiri. Saya bekerja dari pagi hingga sore. Jadi menikmati hasil kerja keras itu, sesuatu yang menyenangkan dan menenangkan.

Setelah berumah tangga, masih aktif bekerja. Kondisi keuangan pun mulai berubah. Dari segi jumlahnya dan juga pengeluaran. Apalagi ketika memiliki anak, kebutuhan jadi banyak dan barang-barang serba mahal. Uang yang tadinya nilainya besar jadinya sangat kecil padahal sudah ada tambahan pencari uang. Ada yang seperti saya?

Kenapa seperti itu, ternyata karena ada kesalahan dalam mengelola keuangan. Ada ilmu yang tidak kupahami. Sehingga harus belajar dan belajar lagi. Anehnya, hal itu saya ketahui setelah belasan tahun menikah. Dapat ilmunya baru kemarin, Sabtu 21 Oktober 2023. Dari seorang praktisi manajemen keluarga, saat itu diajak teman untuk mengikuti seminar dan tabliiq Akbar muslimah.

Salah satu pematerinya Ummi Peni Setyowati, seorang praktisi manajemen keluarga dan juga founder sekolah Islam al-Fatih. Materi yang dibawakan sangat luar biasa. Bukan materi katanya, tetapi lebih ke berbagi kisah hidup kepada sesama muslim. Luar biasa kisahnya dalam mengatur keuangan rumah tangga.

Foto diambil dari web.kolonginfo
Foto diambil dari web.kolonginfo

Cerita kehidupan yang keren, yang bisa ditiru utamanya ibu rumah tangga. Dihadapan seribuan ibu rumah tangga, Ummi Peni bercerita bahwa seorang muslim yang baik, sudah menikah atau belum harus mengetahui hartanya akan kemana. Sebab jumlahnya akan dihitung oleh Allah. Ada yang mengatakan orang Islam tidak perlu kaya agar memudahkan ketika mereka dihisab. Tetapi harta itu penting yang diperoleh secara halal.

Hampir semua perempuan sulit untuk mengendalikan yang namanya uang, seberapa pun jumlah yang dia pegang biasanya langsung habis. Nah, hal ini juga yang disampaikan oleh Ummi Peni, kata beliau perempuan itu lapar mata. Selalu tergiur dengan barang diskon, hehehe. Apalagi jika ke tempat yang beli satu dapat dua katanya, semua langsung di borong.

Ujian kebanyakan bagi orang yang berumah tangga kata ibu dari empat orang anak ini, memang dari finansial. Dia menggambarkan laki-laki sebelum berumah tangga, uang yang dia dapat dari hasil kerjanya itu, untuk dirinya sendiri dia belanjakan untuk kebutuhannya. Ketika sudah menikah, hartanya bukan lagi miliknya seorang. Harta laki-laki milik istri tetapi harta perempuan tetap milik perempuan.

Jadi, berumah tangga setengah dari ibadah. Ujiannya begitu banyak dan besar. Banyak yang mengalami perceraian penyebabnya karena finansial dan orang ketiga. Ujung-ujungnya orang ketiga juga muncul karena masalah finansial. Sehingga dalam mengelola keuangan rumah tangga harus berlandaskan keimanan. Kita tidak boleh berputus asa dengan urusan rezeki.

Ada tiga macam manajemen keuangan

1. Keuangan sepenuhnya dipegang oleh suami, istri dikasih sepenuhnya saja
2. Keuangan dipegang oleh istri, suami mencari nafkah saja
3. Suami dan istri sama-sama mengelola harta yang didapat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *