Ramadan sebentar lagi berakhir, rasanya ada yang akan hilang dari kebiasaan kita sehari-hari selama satu bulan terakhir. Bulan yang penuh berkah ini, selalu saja menyisahkan kenangan indah yang membuat air mata menetes saat mengingatnya. Kesibukan-kesibukan di waktu sahur, saat berbuka dan setelah berbuka kita ke masjid untuk melaksanakan salat tarawih menjadi kenangan yang sangat manis, belum tentu bisa kita ulang di tahun berikutnya.
Namun, ada satu hal yang membuat saya sedikit mengeluh dalam hati, tatkala melaksanakan salat tarawih di masjid. Semua jemaah fokus untuk beribadah dan mendengarkan ceramah dengan tenang dan penuh hikmat. Namun, di luar masjid ada segerombolan anak-anak yang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Mereka memakai songkok, membawa sarung dan terlihat sangat gagah dengan pakaian muslimnya.
Anak-anak tersebut tadinya ikut melaksanakan salat Isya berjamaah, setelah salat mereka meninggalkan tempat duduknya dan berjalan ke luar masjid. Di sana mereka sibuk bermain, anak-anak yang berusia remaja sibuk bercerita dengan rekannya. Sementara di dalam masjid, anak-anak perempuan sekira berusia 10 tahun juga sibuk cerita dengan anak seusianya saat ceramah berlangsung.
Kulihat kiri kananku, ibu-ibu sibuk menegur anak perempuan yang sedang bercerita dengan rekannya. Entah apa yang mereka bahas,sampai mereka tertawa dan sangat mengganggu kami yang sedang fokus mendengar ceramah.
Tidak sedikit ibu-ibu yang mengeluh. “Dari kemarin anak-anak ini, kalau sudah ketemu temannya selalu cerita”. Keluh seorang ibu disampingku. Saya hanya tersenyum sebagai tanda mendukung keluhan ibu itu, saya juga sangat tidak suka jika anak-anak ribut di masjid. Entah, kenapa konsentrasi saya seakan teganggu.
Hal yang menyedihkan lagi, ketika salat tarawih. Ada seorang ibu yang membawa anaknya sekira berusia 3 tahun ke masjid. Saat ceramah berlangsung anak tersebut dengan tenang duduk dipangkuan ibunya. Namun, ketika salat tarawih sudah dilaksanakan, anak kecil yang tidak berdosa itu pun lari-lari depan kami sampai sajadah jemaah di sekelilingku terbongkar.
Kami memperbaiki kembali posisi sajadah setelah selesai salat dua rakaat. Namun, anak itu masih saya melakukan aksinya sampai salat tarawih berakhir. Lari-lari di depan orang salat sambil teriak, mereka sangat mengganggu. Kondisi ini terjadi di masjid dekat rumah saya.
Dulu, waktu saya masih kecil di masjid juga sering ada orang tua yang membawa anaknya ke masjid saat bulan puasa. Namun, anak-anak itu hanya menangis di depan ibunya dan tidak lari-lari di depan jemaah lain. Kalau menurut saya pribadi sih, sebaiknya ibu-ibu tidak usah membawa anak yang masih kecil ke masjid. Sebab hanya membuat jemaah lain tidak khusyuk dalam melaksanakan ibadah. Bagaimana dengan Anda ?
Bagi Anda yang memiliki pengalaman salat tarawih di masjid dengan kondisi banyak anak yang bermain-main, bisa komen di kolom komentar.
