Gaji 13 merupakan apresiasi yang diberikan pemerintah kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), yang telah menunjukkan kinerjanya kepada negara.
Biasanya gaji tersebut dicairkan di bulan Juni atau Juli.Pemerintah pusat dalam hal ini, ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengumumkan bahwa gaji 13 tahun 2024 akan dikucurkan pada awal bulan Juni.
Sejak merebaknya pemberitaan gaji 13 cair bulan 6, PNS di seluruh jagad raya pun sangat menantikannya, bahkan sudah ada yang merencanakan membawa anak-anaknya liburan.Membeli baju dan barang berharga lainnya.
Bukan hanya untuk PNS yang masih aktif. Gaji 13 juga diperuntukkan untuk pensiunan PNS.
Tidak heran pada tanggal 1 Juni, hampir semua Bank penuh kebanyakan dipenuhi lansia. Mereka memilih datang awal bulan.
Mereka rela antri berjam-jam menunggu giliran. Untung saja pihak bank menyediakan kursi bahkan ada yang menyiapkan air minum.
Dihari kelima bulan Juni, saya mengantar ibu menerima gaji ke 13, di Bank Bukopin. Ibu terlihat sangat bahagia, saat masuk ke dalam.
Security yang berpakaian seragam mirip pegawai Dispenda memberikan nomor antrian 59.
Saya arahkan ibu duduk di bangku yang masih kosong. Sementara saya menulis di selembar kertas penarikan. Sambil bertanya ke security,
“Sekarang nomor berapa Pak,”
“Nomor 19,” katanya sambil membuka pintu saat melihat ada pengunjung masuk.
Segera ku hampiri ibu, dan menyampaikan sekarang yang menghadap kasir baru sampai nomor 19. Sementara nomor yang kami pegang 59, masih sangat jauh.
Saya melihat seisi ruangan semua yang menerima gaji pada saat itu adalah lansia. Mereka tidak sendiri ada yang ditemani anaknya, ada yang datang bersama keponakan bahkan ada yang bersama cucunya.
Gaji 13 menghadirkan rasa bahagia tersendiri bagi para pensiunan yang sudah memasuki usia lanjut. Dari gaji tersebut, mungkin mereka berbagi ke para cucu, ketika sampai di rumah.
Seperti ibu, setiap kali terima gaji. Dia sisihkan untuk cucu-cucunya.
Mereka sangat bahagia, sambil menunggu giliran. Para pensiunan dari berbagai instansi itu, berbagi cerita.
Banyak hal yang mereka bicarakan, setelah perkenalan. Mereka cerita waktu bekerja sampai menerima gaji pensiun.
“Enak sekali jadi PNS, sudah tua seperti ini kita masih terima gaji,” kata seorang ibu yang duduk di sebelahku.
“Iya andai kita bukan PNS diusia tua ini, kita tidak tahu bagaimana nasib kita kalau tidak punya uang,,” jawab ibu yang satunya lagi.
Mendengarnya saya jadi ingat almarhum bapak, dia juga pensiunan PNS dan sampai sekarang ibu masih menerima gaji pensiun bapak.
Bapak ingin sekali anak-anaknya ada yang bekerja sebagai PNS. Sayang sekali dari enam orang bersaudara tidak satupun ikut bapak atau ibu.
Menjadi pegawai negeri memang enak, meski sudah tidak bekerja masih tetap dihargai oleh pemerintah. Gaji teta berjalan setiap bulan, tunjangan kesehatan pun masih diberikan.
