Selamat 14 Tahun Pernikahan Aku dan Kamu

Hari ini 21 November 2023, tercatat sudah 14 tahun aku dan kamu menjadi kita. Tentu tidak mudah untuk sampai dititik ini. Perjalanan panjang telah terlewati. Banyak sukanya beriringan dengan dukanya. Alhamdulillah, semuanya bisa kita lalui dengan sabar dan ikhlas.

Tepatnya kamu lebih banyak sabarnya, juga lebih banyak ikhlasnya menghadapi aku yang kadang menyebalkan dan kurang sabaran. (Hehehe). Yang kata Nawaf, saya paling suka marah-marah, sampai-sampai dia takut menikah. (Ada-ada saja). Kalau kata Naufal, jika dimarahi orang tua tandanya di sayang. (Masya Allahnya anak bungsuku si paling menyejukkan suasana).

Ada cerita kebahagiaan dan juga cerita keseruan di tri semester pernikahan kita. Awal- awal menikah tiba-tiba saya bertanya ternyata menikah tidak semudah yang kubayangkan. Tapi, Alhamdulillah tidak pernah sampai ketitik jenuh. Jenuh bersama kamu, misalnya. Soalnya kamu terlalu baik, tepatnya lebih dewasa. Pokoknya membahas tentang kamu, terlalu banyak “Ter” nya. Selain terbaik dan ter pengertian (hehehe).

Dulu, aku sempat berfikir untuk tidak menikah. Tidak ingin membangun rumah tangga bersama siapa pun. Tidak mau ada orang asing mengganggu kehidupan yang sudah kujalani dan ku susun sedemikian indahnya. Aku nyaman dengan dunia kesendirianku, dunia yang disibukkan dengan pekerjaan. Bebas jalan, kemana pun aku mau.

Tetapi, pas ketemu kamu yang kebaikannya, kesabarannya dan ketulusannya lebih dari 100 kilo. Aku seperti menemukan harta karun terindah dalam hidupku. Lalu, namamu bagian dari doa-doaku. Doa yang kulafazkan ketika terbangun tanpa di sengaja di tengah malam, di sujud panjangku. Di sana aku menyebut namamu hanya sekali (hehehe). Singkat saja, hanya bilang “Tuhan kalau diizinkan saya menikah saya maunya dia.

Ternyata Tuhan sesayang itu sama aku, mempertemukan kita, mengabulkan doaku seketika. Tidak ada yang tidak mungkin, pertemuan yang menurutku sangat singkat. Tiba-tiba, bertemu, tiba-tiba jatuh cinta dan saling suka dan tiba-tiba tanggal 21 November 2009 kita ijab kabul (Asyik).

Aku tidak minta banyak padamu waktu itu. Karena aku tahu, kamu tidak punya barang berharga apalagi harta melimpah yang bisa kau berikan kepadaku. Kamu hanya punya cinta dan kasih sayang yang jumlahnya kisaran ratusan miliar. Itulah yang membuat kita masih utuh sampai sekarang ini (Hahaha).

Diusia yang ke 14 tahun pernikahan, perjalanan panjang sudah kita lewati bersama. Mulai dari suka, ada cerita kebahagiaan saat pertama menjadi orang tua baru. Tentu tidak mudah, belum banyak pengalaman hanya berpatokan pada buku bacaan. Alhamdulillah, semuanya bisa terlewati. Kamu lebih banyak perannya sebagai orang tua. Ternyata selain kebapakan kamu juga keibuan. (Sesayang itu sama anak).

Lalu dihadapkan dengan ujian baru, kita yang sama sama bekerja, mencari uang untuk mengumpulkan kaleng-kaleng susu. Tiba-tiba salah satu di antara kita kena PHK dan itu kamu. Jadilah saya bekerja sendirian dan selalu di support sama kamu. Hanya enam bulan setelah itu, ada lowongan pekerjaan dan kita membangun dari awal lagi. Lebih tepatnya kamu yang bekerja keras untuk kami.

Diusia 14 tahun pernikahan kita, terima kasih banyak sudah mengajari aku menyulam surga. Pastinya kita sama-sama belajar. Semoga selamanya seperti ini, ya. Sampai DIA memanggil kita lalu dipertemukan lagi di surga-Nya. Amin.

Terima kasih sudah menjadi teman tidur yang baik, tidak hanya teman tidur tetapi juga teman seperjuangan. (Hehehe).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *