Subhanallah, Ya Allah terima kasih. Aku mengucapkan banyak rasa syukur dan sangat bahagia, Ya Allah. Sebab perempuan hebat yang telah melahirkan aku ke dunia, hari ini Kamis 24 April 2025 usianya memasuki angka 74 tahun.
Sungguh luar biasa, aku bisa melihatnya tersenyum dalam kondisi yang sehat dan kuat diusianya yang renta. Engkau memberikan kesempatan pada Ibuku untuk memperbaiki kesalahannya, memberikan kesempatan untuk menemani kami anak cucunya dalam suka dan duka.
Masya Allah, ternyata Tuhan se sayang itu sama kamu Ibu. Aku saja yang usianya 40 an kalah sama Ibu. Kakiku setiap malam menggunakan minyak gosok, kepalaku harus tersentuh fresh care baru bisa merasa nyaman (hehehe).
Alhamdulillah ya Ibu, mungkin karena ibu selalu patuh dengan anjuran dokter, kata dokter ibu harus rutin minum obat diabetesnya, minum teh bergelas-gelas tanpa gula. Tidak boleh makan nasi berlebihan, beras diganti dengan Porang. Kadang aku kasihan melihatmu, Bu. Tapi itu, semua kamu lakukan sebab masih ingin membersamai kami dalam suka dan duka.

Ibu, aku tahu dirimu sangat menyayangi kami anak-anakmu, cucu cucumu, dan juga semua orang yang baru kau kenal. Kadang kamu mengorbankan perasaanmu demi melihat kami bahagia, sebaik itu dirimu Ibu. Aku sampai menangis tidak bisa membalas kebaikanmu.
Ibu jangan pergi dulu ya, kami masih sering menyusahkan kamu. Tapi, kami berusaha kok untuk bisa membuatmu bahagia walau hanya sesekali. Ibu, bisa dekat denganmu saja hatiku bahagianya tidak terukur.
Sehat-sehat selalu ya ibu, maaf belum bisa memberikan terbaik untuk ibu, hanya bisa membawamu liburan di kampung orang, harusnya sih ke negara orang. Tapi, aku belum mampu.
Ya Allah terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk memeluk ibu dihari jadinya.
