Untuk bertemu banyak orang dan menanyakan berbagai macam hal bukan bagian dari hobi. Aku bahkan tidak pernah tertarik bertemu dengan orang lain sebab lebih senang menyendiri. Pekerjaan sebagai wartawan ku geluti selama 15 tahun, semuanya bermula dari senang menulis.
Sejak kecil hingga remaja, sepulang sekolah menghabiskan waktu di kamar. Membaca majalah dan nonton berita serta mengerjakan tugas-tugas sekolah. Dari membaca majalah kadang muncul rasa ingin menulis sesuatu yang bisa terbit di koran dan di baca banyak orang.
Ketika menjadi mahasiswa tiba-tiba senang melihat orang yang berprofesi sebagai wartawan. Apalagi ketika para pekerja media turun lapangan meliput aksi demo mahasiswa.
Mereka berlari, wawancara mahasiswa dan bebas bicara dengan aparat polisi. Seketika membayangkan jika berada diposisi itu, pastinya sangat seru. Saya yang tadinya malas bicara, dengan mudahnya bicara dengan orang-orang hebat bertemu dengan pejabat.
Tahun 2005, setelah selesai pendidikan di tingkat universitas. Mencari pekerjaan, bukanlah hal yang mudah apalagi bagi sarjana baru. Berbekal pendidikan jurnalistik saat bergabung di salah satu organisasi kampus, saya dengan percaya diri melamar sebagai wartawan, saat melihat ada lowongan kerja yang terpasang pada iklan di surat kabar.
Bekerja sebagai wartawan awalnya aku jadikan sebagai batu loncatan. Tapi, setelah bekerja dan mendapat tugas meliput semua aktivitas wakil gubernur Sulsel, kala itu. Saya pun jadi ketagihan merasa nyaman dan tidak ingin pindah profesi.
Setiap pagi, meninggalkan rumah keliling mencari berita, wawancara kemudian kembali ke kantor sore, untuk mengetik hasil wawancara dan mempublikasikan untuk dibaca banyak orang, seolah mendongkrak kebahagiaanku.
Apalagi saat ada pejabat negara berkunjung dan mendapat tugas untuk wawancara menteri, saat itu tidak bisa diungkapkan betapa senangnya aku.
Bukan hanya itu, bekerja sebagai wartawan bisa membawaku keliling daerah hingga berkunjung ke dua negara tanpa biaya.
Negara pertama yang aku kunjungi Malaysia. Saat itu, dapat tugas meliput kegiatan penerbangan perdana maskapai Air Asia dari Sulawesi Selatan ke Malaysia, bertepatan dengan kegiatan BPPMD provinsi yang mengadakan pameran di salah satu Mal terbesar di Kuala Lumpur.
Tiga tahun kemudian, instansi pemerintah tempat aku meliput semua kegiatannya kembali mengajak untuk ikut kerjasama eksport sayuran dari Sulsel ke Singapura, juga bertepatan dengan penerbangan perdana Garuda Airlines ke Singapura.
Seringnya mendapat tugas liputan ke berbagai daerah di Indonesia hingganke dua negara di Asia, akhirnya membuat aku mencintai pekerjaanku dan sulit untuk berpaling. Pekerjaan sebagai wartawan kugeluti sebelum menikah sampai memiliki anak.
Artikel ini, adalah bagian dari latihan komunitas LFI supported by BRI http://BRI.co.id
