-
Daun Cafe, Tempat Nongkrong Nyaman, Suasana Adem di Siang Hari
Jika anda mencari tempat tenang untuk mengerjakan tugas, atau sekadar nongkrong menenangkan pikiran, bisa berkunjung ke Daun Cafe. Cafe yang terletak tengah kota Makassar ini, bisa membuat Anda lupa sejenak dengan hiruk pikuk.Tempatnya sangat strategis, terletak di sudut jalan yang rindang. Suasananya teduh, adem, dan nyaman. Cocok untuk siapa saja yang ingin sekadar melepas penat atau mengerjakan tugas dengan tenang. Saat melangkah masuk ke dalam, ada ruangan ber AC, interiornya memadukan nuansa kayu dan dedaunan hijau yang membuat mata dan hati terasa segar. Meski sering dipenuhi mahasiswa, pekerja kantoran, hingga pebisnis yang sedang berdiskusi, suasana di sini tetap terasa tenang. Ruang ini dekat dengan bartender, sehingga sangat mudah jika Anda…
-
Langkah Pilu Amir, Berjalan 12 Km Ditembak setelah Terima Bantuan
Cerita Palestina 2 Sejak serangan Israel yang menghancurkan rumah dan gedung di wilayah Gaza, saat itu banyak yang kehilangan keluarga, kehilangan tempat tinggal. Lebih memprihatinkan lagi, sejumlah bantuan dari berbagai negara ditahan. Akibatnya masyarakat Gaza kelaparan dan tidak sedikit yang meninggal akibat kelaparan. Sungguh memilukan melihat kondisi anak-anak Gaza dari kiriman video yang tersebar di media sosial. Dengan tubuh kurus, mata cekung, dan langkah yang gontai, mereka berlari ke arah bantuan yang sesekali dijatuhkan dari udara. Di antara suara ledakan dan ancaman peluru, anak-anak itu tetap maju, hanya untuk mendapatkan sekantong kecil tepung atau sebungkus roti.Ada yang berhasil pulang dengan senyum, meski lelah. Ada juga yang tak pernah kembali, karena…
-
Kisah Heroik Abdul Rahman Agu Satu Jam Mengapung, Satu Nyawa Diselamatkan
Di balik tragedi selalu ada cerita yang pantas dikenang. Abdul Rahman Agu, salah seorang penumpang KM Bercelona V, yang terbakar di perairan Desa Talise, Kecamatan Likupang Barat, Minggu (20/7/2025) sekitar pukul 14.00 Wita. Di antara kepulan asap, teriakan panik, dan ombak yang menggulung, seorang pria bernama Abdul Rahman Agu berdiri sebagai sosok yang menolak pergi tanpa menolong. Ia bukan petugas penyelamat, bukan pula seorang tentara hanya pria biasa yang hatinya terpanggil oleh jeritan seorang ibu. Hari itu, kapal yang ditumpangi Abdul Rahman terbakar hebat. Ia yang berprofesi sebagai pekerja lepas di sebuah instansi pemerintah sedang dalam perjalanan biasa, hingga api dan kepanikan mengubah segalanya. Para penumpang mulai mengenakan pelampung, sebagian…
-
Dari Tangan Kecil ke Toga Sarjana
Hari ini, dari jarak yang lumayan jauh, aku menyaksikan sebuah momen yang begitu berharga. Keponakanku, Mona Putri Yudifa, resmi menyandang gelar sarjana muda. Sebuah capaian yang tidak hanya membuatnya bangga, tapi juga kami yang membersamainya sejak ia masih kecil sangat bangga, bangga di atas segalanya. Sejak kecil, membersamainya, menemani masa-masa tumbuhnya, mendengar celotehnya, melihat tingkah lakunya yang ceria, keras kepala kadang-kadang, tapi selalu punya semangat besar dalam hal belajar. Aku masih ingat bagaimana dia dulu sering bertanya tentang hal-hal kecil dalam hidup, seakan ingin tahu semuanya sekaligus. Yang kutahu, dia sangat mandiri memilih sekolah sendiri sejak masuk SMP, SMA dan tentunya dengan meminta pendapat kami, dan ujung-ujungnya kami pun setuju…
-
Ternyata Palestina Masih Terluka 1
Tulisan untuk Gaza I Sore itu, Selasa 08 Juli 2025, hujan turun pelan-pelan, membawa dingin yang tak mudah kuurai. Di teras rumahku yang sederhana, aku duduk diam sambil memainkan ponsel dan minum secangkir teh hangat.. Rintik hujan jatuh seperti irama pelan dari langit yang murung, tiba-tiba di sela kesunyian itu, mataku menangkap beberapa postingan tentang Palestina di media sosial. Pikiranku melayang kemana-mana. Sudah lama ingin kudengar kabar itu. Setelah tahun 2023 berlalu, aku kehilangan kabar terbaru tentang Gaza. Padahal aku selalu mencari, hampir setiap hari aku seperti terpanggil untuk mengetahui kabar terbaru dari Palestina. Biasanya, saat kubuka media sosial khususnya Instagram, selalu update postingan tentang Palestina, tentang anak-anak yang kehilangan…
-
Bubur Asyura dan Suara Tawa di Rumah Nenek
Di sebuah rumah kayu yang catnya mulai pudar dimakan waktu, aroma santan dan gula aren perlahan menguar dari dapur. Rumah itu milik nenek kami, tempat di mana kenangan, rasa, dan cinta selalu disajikan dalam bentuk paling hangat yakni bubur Syura. Setiap 10 Muharram, kami anak cucu dan keponakan berbondong-bondong ke rumahnya. Tak peduli seberapa jauh kaki melangkah atau seberapa lama tak berjumpa, bubur Syura selalu jadi alasan untuk bertemu (hahaha). Kedatangan Saya, ibu dan sepupuku di sambut senyum dan tawa manis oleh tante-tante yang cantik. Anak dari nenekku, yang usianya jauh lebih muda dari aku dan sepupuku. Entahlah, terkadang aku juga ingin berontak kenapa sih, kami yang lebih tua padahal…
-
Makan Ayam Goreng Almaz, Ingat Albaik Saat Umrah
Alhamdulillah, akhirnya saya dan sahabat saya, Maryam bisa juga mampir ke outlet Almaz Fried Chicken yang berlokasi di Jl. Ratulangi, Makassar. Sejak grand opening tanggal 28 Juni 2025, kami penasaran ingin datang langsung mencicipi menunya dan melihat sendiri suasana retoran yang sedang viral di medsos. Infonya selalu ramai pengunjung, Maa Saya Allah. Dari promosi di medsos, ayamnya beda, kaya rempah dan rasanya seperti ayam goreng khas Timur Tengah. Awalnya aku pikir ini brand dari Saudi, ternyata Almaz brand lokal Indonesia yang baru saja hadir di Makassar, membuka dua outlet yakni cabang 118 dan 119 luar biasa. Nah, kami pun datang ke sana. Saat tiba di parkiran, tiba-tiba timbul rasa takut…
-
Soto Banjar, Semangkuk Kehangatan dari Tanah Borneo
Ketika menyebut Kalimantan Selatan, salah satu hal yang langsung terlintas di benak banyak orang adalah kelezatan Soto Banjar. Makanan khas suku Banjar ini, telah menjadi ikon kuliner Banjarmasin dan sekitarnya. memiliki cita rasa tersendiri, kuahnya yang harum, serta rempah-rempahnya yang menenangkan membuat Soto Banjar bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya. Soto Banjar salah satu kuliner yang selalu disajikan pada acara arisan, aqiqah atau pun acara syukuran kecil seperti wisuda. Meskipun bukan berasal dari Banjarmasin, bagiku Soto Banjar selalu menjadi menu andalan diberbagai acara keluarga. Tidak heran, beberapa kali Saya menghadiri acara Aqiqah, Arisan atau pun Sunatan, keluarga lebih memilih membuat Soto Banjar untuk disajikan dan dinikmati…
-
Anakku di Sunat, Aku yang Kesakitan
Pagi itu, udara rasanya berbeda. Sejak membuka mata, jantungku sudah berdebar lebih cepat dari biasanya bukan karena aku yang akan menjalani operasi, bukan pula karena mendengar kabar buruk, tapi karena hari itu adalah hari di mana kedua anak lelakiku akan di sunat. Sebagian orang mungkin menganggap sunat itu biasa bahkan kadang dirayakan dengan penuh suka cita, tapi bagiku, ini lebih dari sekadar tradisi. Ini adalah langkah besar dalam perjalanan hidup anakku dan secara tak langsung, dalam perjalanan emosiku sebagai seorang ibu sebab mereka yang disunat, aku yang merasa sakit. Sakitnya bukan di tubuh, tapi di hati. Perjalanan menuju hari ini, bukanlah sesuatu yang singkat. Butuh waktu bertahun-tahun, diselingi diskusi panjang,…
-
Ketika Arisan Keluarga Jadi Ajang Tertawa, Terharu, Terseragam
Ada yang bilang, arisan itu cuma ajang kumpul-kumpul dan setor uang. Tapi bagi kami, arisan keluarga adalah tempat paling pas untuk menata rindu, memperbaiki sinyal silaturahmi, dan yang paling penting menguji kualitas pita suara. Bulan ini, tepatnya Ahad 22 Juni 2025 arisan keluarga kami terasa beda. Bukan cuma karena tempatnya yang kece, tapi karena tawa yang tumpah ruah dan rindu yang akhirnya tersampaikan. Bertempat di sebuah restoran bernama Bola Bale di Kabupaten Maros, sebuah lokasi arisan yang dipilih oleh sepupu kita tersayang Puang Tika. Acara yang luar biasa kerennya dan sangat berkesan mungkin sampai anak cucu kita lahir. Di tempat itulah, kami para kakak, adik, dan sepupu kembali berkumpul. Duduk…




























