-
50 Kapal, Seribu Doa untuk Gaza
Ada sesuatu yang menggetarkan hati saat mendengar kabar ini, Saya sering memantau perkembangan rakyat palestina, masyarakat Gaza melalui media sosial. Seringkali teriris saat melihat kondisi saudara-saudara kita di sana. Mereka kehilangan rumah, kehilangan keluarga hanya dalam hitungan jam. Bayangan senyum berubah menjadi jerit. Atap tempat berlindung, luluh lantak menjadi debu. Sungguh terluka hati ini, mendengarnya Ya Allah. Mereka yang masih hidup seakan dipaksa untuk menyerah, bukan oleh tembakan peluru, tetapi karena kelaparan berkepanjangan. Anak-anak tetap semangat menunggu roti yang tak pernah tiba, sementara para orang tua hanya bisa menatap kosong dan terus berdoa agar besok masih bisa tetap bertahan hidup. Sebenarnya bantuan dari berbagai negara selalu ada, tetapi blokade membuat…
-
Affan dan Dandi, Dua Nama, Dua Kota, Satu Takdir
Tragedi Aksi Akhir Agustus 2025 Di dua kota yang berbeda, dua nama terukir dalam duka yang sama. Rusdamdiansyah atau Dandi, seorang driver Ojol di Makassar, Affan Kurniawan di Jakarta. Mereka hanyalah pencari nafkah di jalanan, namun malam itu jalan justru menjadi saksi bisu kepergian mereka. Affan, seorang driver ojek online berusia 21 tahun, setiap hari meninggalkan rumah dengan satu tujuan mencari nafkah demi keluarganya. Hidup dalam keterbatasan tak membuatnya menyerah, justru menggerakkan hatinya untuk ikut membantu sang ayah yang juga bekerja sebagai driver. Di balik tubuh mudanya yang letih, tersimpan tekad sederhana agar keluarganya bisa bertahan. Siapa sangka langkahnya begitu cepat terhenti, semangat juangnya pun terkubur bersama raganya. Affan menjadi…
-
Catatan Hati dari Tiga Hari yang Mengguncang
Pemimpin Lupa Amanah, Rakyat Lupa Akhlak Agustus tahun 2025, bukan hanya bulan kemerdekaan ke-80 Indonesia, tetapi juga bulan ujian bagi bangsa. Di saat kita seharusnya mengenang darah dan air mata para pejuang, justru negeri ini diguncang oleh rentetan peristiwa yang menyayat hati. Ada pembunuhan sadis terhadap rakyat kecil, ada penindasan, penjarahan, konflik, dan wajah wakil rakyat yang dipertanyakan keberpihakannya. Tiga hari menjelang pergantian bulan, tepatnya 28 Agustus 2025, merupakan awal dari bergejolaknya amarah. Di tengah semangat merah putih yang berkibar, kita dipaksa menunduk, mengenang perjuangan mereka yang rela mengorbankan jiwa demi negeri, sekaligus menyadari betapa mudahnya rasa aman yang diwariskan itu bisa terusik oleh tragedi. Awal demo dimulai sejak Senin…
-
Dari Gedung yang Hangus, Empat Ruh Terangkat ke Langit
Innalillahi waiinailaihi rojiun, Ya, Allah.. Makassar sedang rusuh, masyarakatnya sedang memperjuangkan keadilan. Gedung megah dibakar, tiga nyawa melayang. Sudah benarkah langkah mereka, ya Allah? Malam itu, kota ini dipenuhi teriakan dan bara. Suara mahasiswa yang menuntut keadilan melakukan aksi hingga malam hari, perjuangannya cukup panjang. Menutup jalan, menimbulkan kemacetan di seluruh ruas jalan. Masyarakat yang sejak pagi pulang kerja terjebak macet. Namun di tengah riuh itu, api menjalar, meruntuhkan dinding gedung DPRD yang siang tadi masih gagah berdiri. Peristiwa itu, terjadi Jumat (29/8/2025) saat para pejabat berkumpul di sana sedang mengikuti rapat Paripurna. Sungguh menyedihkan. Ya Allah. Ditemukan tiga orang meninggal di dalamnya. Mereka bukanlah penguasa, bukan pula pembuat kebijakan.…
-
Asap Hitam di Gedung DPRD, Tangis Putih di Rumah Duka
Aksi demonstasi mahasiswa dan sejumlah komunitas yang berlangsung di kota Makassar, sejak siang sungguh mencuri perhatianku. Teringat masa lalu, sering turun ke jalan meliput aksi mahasiswa. Kala itu, senang sekali rasanya, apalagi saat melihat para demonstran dibubarkan oleh aparat sementara mereka masih tetap bertahan. Situasi seperti itu, membuat liputan saya menjadi sempurna, banyak bahan yang bisa disodorkan pada pembaca esok hari. Sebab zaman itu, belum ada media online, belum ada media sosial, belum ada konten kreator yang bisa menyiarkan langsung peristiwa. Sehingga masyarakat menunggu satu hari untuk tahu kejadian pada hari sebelumnya. Jumat Malam, 29 Agustus 2025. Saya memantau sejumlah media sosial, tidak satu pun terlewatkan. Aksi mahasiswa berlanjut hingga…
-
RM Sidrap, Singgah Sejenak Pulang dengan Rasa Nyaman
Nikmat di Lidah, Hangat di Suasana Bagi pencinta kuliner, khususnya penikmat Pallekko, masakan khas Sidrap, kini tak perlu bingung lagi mencari tempat makan yang pas. RM Sidrap hadir dengan aneka olahan bebek yang menggugah selera. Saat mencari tempat makan, bukan hanya soal rasa yang jadi pertimbangan, tapi juga kebersihan dan kenyamanan yang membuat pengalaman bersantap jadi lebih istimewa. RM Sidrap, salah satu rumah makan yang baru buka pertengahan tahun 2025 di kabupaten Gowa ini, memiliki lahan parkir yang sangat luas. Sehingga pengunjung tidak perlu khawatir mencari tempat parkir baik untuk kendaraan roda empat, maupun roda dua. Saat masuk ke dalam, suasana terasa adem. Ruangannya bersih, meja-meja tertata rapi dan tidak…
-
Sosok Affan Kurniawan, Pejuang Keluarga Pulang dengan Cara Pilu
Innalillahi wainnailaihi rojiun. Beberapa hari terakhir ini, setiap kali membuka ponsel, yang terdengar justru kabar buruk dari negeri kita tercinta. Berita pembunuhan, perampokan, korupsi, hingga tragedi Kamis (28/8/2025) malam. Sebuah cerita dari kericuhan yang terjadi di depan kantor DPR RI, seorang driver ojek online Affan Kurniawan dilindas kendaraan taktis Brimob, di tengah kericuhan. Rasanya hati ini ikut teriris melihat videonya tersebar di media sosial. Video itu, sontak membuatku tergerak untuk terus mencari kelanjutan kisahnya. Aku memilih tidur lebih lama untuk mengumpulkan informasi dan menulisnya di dunia ceritaku ini. Ternyata Affan, seorang Lelaki berusia 21 tahun. Pada malam naas itu, dia sebenarnya tidak ikut dalam aksi, juga bukan bagian dari mahasiswa…
-
Aidil dan Syamsul, Potret Lapar di Hari Kemerdekaan
Pagi itu, saat membuka ponsel, saya dikejutkan oleh sebuah berita yang sedang viral di media sosial. Dua bocah terekam sedang memungut kue dari kardus berisi sisa makanan para tamu undangan pada upacara peringatan 17 Agustus 2025. Video tersebut sungguh mengharukan sekaligus menyayat hati siapa pun yang melihatnya. Dalam video tersebut, tampak dua orang anak berusia sekira tujuh tahun mengenakan kaos cokelat. Mereka terlihat jongkok di sela-sela kursi yang berjejer rapi. Kursi itu baru saja ditinggalkan para tamu undangan usai upacara di Lapangan Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sabtu pagi tanggal 17 Agustus 2025.Dua bocah tersebut, membuka dos putih berisi snack, ada beberapa yang masih utuh. Mereka lalu, mengumpulkan nya dalam satu…
-
Kisah Pilu Diva Febriani, Anggota Paskibra yang Tak Sempat Kibarkan Bendera
Diva Febriani dan Kekerasan Terhadap Anak Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-80. Seperti tahun-tahun sebelumnya, berbagai daerah mempersiapkan beragam kegiatan untuk menyemarakkan perayaan. Salah stau yang paling sakral, di antara semua kemeriahan itu, yakni upacara pengibaran bendera merah putih. Sebuah momen yang berbeda dari upacara pada umumnya. Mengibarkan sang saka merah putih simbol persatuan, pengorbanan, dan doa yang terpatri dalam kibaran merah putih di langit negeri. Banyak siswa dan siswi yang bermimpi, untuk menjadi pasukan pengibar bendera merah putih, baik di tingkat sekolah, kecamatan, tingkat kabupaten maupun tingkat nasioanl. Bagi para pelajar, berdiri tegak di lapangan dengan bendera merah putih di tangan adalah sebuah kehormatan meski hanya di lingkungan…
-
Delapan Dekade Indonesia Merdeka, Apa Kabar Keluarga Pejuang?
Delapan puluh tahun Indonesia merdeka, bukanlah waktu yang singkat, cerita dalam sejarah diwarnai dengan perjuangan yang tak sederhana. Dari masa revolusi mempertahankan kemerdekaan, pergulatan politik, pembangunan ekonomi, hingga era reformasi, semuanya membentuk wajah Indonesia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di sejumlah kantor pemerintah, sekolah, hingga perusahaan swasta, peringatan Hari Kemerdekaan dirayakan dengan upacara bendera. Sang Saka Merah Putih dikibarkan dengan penuh khidmat, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama-sama. Momen ini bukan sekadar formalitas, tetapi simbol tekad untuk menjaga persatuan dan meneguhkan rasa cinta tanah air. Bukan hanya di kota, semarak kemerdekaan pun ramai dilaksankan di sejumlah pelosok desa. Kemeriahan diwarnai dengan lomba makan kerupuk semua tingkatan, dari anak-anak, remaja hingga…























