-
Sosok Affan Kurniawan, Pejuang Keluarga Pulang dengan Cara Pilu
Innalillahi wainnailaihi rojiun. Beberapa hari terakhir ini, setiap kali membuka ponsel, yang terdengar justru kabar buruk dari negeri kita tercinta. Berita pembunuhan, perampokan, korupsi, hingga tragedi Kamis (28/8/2025) malam. Sebuah cerita dari kericuhan yang terjadi di depan kantor DPR RI, seorang driver ojek online Affan Kurniawan dilindas kendaraan taktis Brimob, di tengah kericuhan. Rasanya hati ini ikut teriris melihat videonya tersebar di media sosial. Video itu, sontak membuatku tergerak untuk terus mencari kelanjutan kisahnya. Aku memilih tidur lebih lama untuk mengumpulkan informasi dan menulisnya di dunia ceritaku ini. Ternyata Affan, seorang Lelaki berusia 21 tahun. Pada malam naas itu, dia sebenarnya tidak ikut dalam aksi, juga bukan bagian dari mahasiswa…
-
Aidil dan Syamsul, Potret Lapar di Hari Kemerdekaan
Pagi itu, saat membuka ponsel, saya dikejutkan oleh sebuah berita yang sedang viral di media sosial. Dua bocah terekam sedang memungut kue dari kardus berisi sisa makanan para tamu undangan pada upacara peringatan 17 Agustus 2025. Video tersebut sungguh mengharukan sekaligus menyayat hati siapa pun yang melihatnya. Dalam video tersebut, tampak dua orang anak berusia sekira tujuh tahun mengenakan kaos cokelat. Mereka terlihat jongkok di sela-sela kursi yang berjejer rapi. Kursi itu baru saja ditinggalkan para tamu undangan usai upacara di Lapangan Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sabtu pagi tanggal 17 Agustus 2025.Dua bocah tersebut, membuka dos putih berisi snack, ada beberapa yang masih utuh. Mereka lalu, mengumpulkan nya dalam satu…
-
Kisah Pilu Diva Febriani, Anggota Paskibra yang Tak Sempat Kibarkan Bendera
Diva Febriani dan Kekerasan Terhadap Anak Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-80. Seperti tahun-tahun sebelumnya, berbagai daerah mempersiapkan beragam kegiatan untuk menyemarakkan perayaan. Salah stau yang paling sakral, di antara semua kemeriahan itu, yakni upacara pengibaran bendera merah putih. Sebuah momen yang berbeda dari upacara pada umumnya. Mengibarkan sang saka merah putih simbol persatuan, pengorbanan, dan doa yang terpatri dalam kibaran merah putih di langit negeri. Banyak siswa dan siswi yang bermimpi, untuk menjadi pasukan pengibar bendera merah putih, baik di tingkat sekolah, kecamatan, tingkat kabupaten maupun tingkat nasioanl. Bagi para pelajar, berdiri tegak di lapangan dengan bendera merah putih di tangan adalah sebuah kehormatan meski hanya di lingkungan…
-
Delapan Dekade Indonesia Merdeka, Apa Kabar Keluarga Pejuang?
Delapan puluh tahun Indonesia merdeka, bukanlah waktu yang singkat, cerita dalam sejarah diwarnai dengan perjuangan yang tak sederhana. Dari masa revolusi mempertahankan kemerdekaan, pergulatan politik, pembangunan ekonomi, hingga era reformasi, semuanya membentuk wajah Indonesia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di sejumlah kantor pemerintah, sekolah, hingga perusahaan swasta, peringatan Hari Kemerdekaan dirayakan dengan upacara bendera. Sang Saka Merah Putih dikibarkan dengan penuh khidmat, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama-sama. Momen ini bukan sekadar formalitas, tetapi simbol tekad untuk menjaga persatuan dan meneguhkan rasa cinta tanah air. Bukan hanya di kota, semarak kemerdekaan pun ramai dilaksankan di sejumlah pelosok desa. Kemeriahan diwarnai dengan lomba makan kerupuk semua tingkatan, dari anak-anak, remaja hingga…
-
Daun Cafe, Tempat Nongkrong Nyaman, Suasana Adem di Siang Hari
Jika anda mencari tempat tenang untuk mengerjakan tugas, atau sekadar nongkrong menenangkan pikiran, bisa berkunjung ke Daun Cafe. Cafe yang terletak tengah kota Makassar ini, bisa membuat Anda lupa sejenak dengan hiruk pikuk.Tempatnya sangat strategis, terletak di sudut jalan yang rindang. Suasananya teduh, adem, dan nyaman. Cocok untuk siapa saja yang ingin sekadar melepas penat atau mengerjakan tugas dengan tenang. Saat melangkah masuk ke dalam, ada ruangan ber AC, interiornya memadukan nuansa kayu dan dedaunan hijau yang membuat mata dan hati terasa segar. Meski sering dipenuhi mahasiswa, pekerja kantoran, hingga pebisnis yang sedang berdiskusi, suasana di sini tetap terasa tenang. Ruang ini dekat dengan bartender, sehingga sangat mudah jika Anda…
-
Langkah Pilu Amir, Berjalan 12 Km Ditembak setelah Terima Bantuan
Cerita Palestina 2 Sejak serangan Israel yang menghancurkan rumah dan gedung di wilayah Gaza, saat itu banyak yang kehilangan keluarga, kehilangan tempat tinggal. Lebih memprihatinkan lagi, sejumlah bantuan dari berbagai negara ditahan. Akibatnya masyarakat Gaza kelaparan dan tidak sedikit yang meninggal akibat kelaparan. Sungguh memilukan melihat kondisi anak-anak Gaza dari kiriman video yang tersebar di media sosial. Dengan tubuh kurus, mata cekung, dan langkah yang gontai, mereka berlari ke arah bantuan yang sesekali dijatuhkan dari udara. Di antara suara ledakan dan ancaman peluru, anak-anak itu tetap maju, hanya untuk mendapatkan sekantong kecil tepung atau sebungkus roti.Ada yang berhasil pulang dengan senyum, meski lelah. Ada juga yang tak pernah kembali, karena…
-
Kisah Heroik Abdul Rahman Agu Satu Jam Mengapung, Satu Nyawa Diselamatkan
Di balik tragedi selalu ada cerita yang pantas dikenang. Abdul Rahman Agu, salah seorang penumpang KM Bercelona V, yang terbakar di perairan Desa Talise, Kecamatan Likupang Barat, Minggu (20/7/2025) sekitar pukul 14.00 Wita. Di antara kepulan asap, teriakan panik, dan ombak yang menggulung, seorang pria bernama Abdul Rahman Agu berdiri sebagai sosok yang menolak pergi tanpa menolong. Ia bukan petugas penyelamat, bukan pula seorang tentara hanya pria biasa yang hatinya terpanggil oleh jeritan seorang ibu. Hari itu, kapal yang ditumpangi Abdul Rahman terbakar hebat. Ia yang berprofesi sebagai pekerja lepas di sebuah instansi pemerintah sedang dalam perjalanan biasa, hingga api dan kepanikan mengubah segalanya. Para penumpang mulai mengenakan pelampung, sebagian…
-
Dari Tangan Kecil ke Toga Sarjana
Hari ini, dari jarak yang lumayan jauh, aku menyaksikan sebuah momen yang begitu berharga. Keponakanku, Mona Putri Yudifa, resmi menyandang gelar sarjana muda. Sebuah capaian yang tidak hanya membuatnya bangga, tapi juga kami yang membersamainya sejak ia masih kecil sangat bangga, bangga di atas segalanya. Sejak kecil, membersamainya, menemani masa-masa tumbuhnya, mendengar celotehnya, melihat tingkah lakunya yang ceria, keras kepala kadang-kadang, tapi selalu punya semangat besar dalam hal belajar. Aku masih ingat bagaimana dia dulu sering bertanya tentang hal-hal kecil dalam hidup, seakan ingin tahu semuanya sekaligus. Yang kutahu, dia sangat mandiri memilih sekolah sendiri sejak masuk SMP, SMA dan tentunya dengan meminta pendapat kami, dan ujung-ujungnya kami pun setuju…
-
Ternyata Palestina Masih Terluka 1
Tulisan untuk Gaza I Sore itu, Selasa 08 Juli 2025, hujan turun pelan-pelan, membawa dingin yang tak mudah kuurai. Di teras rumahku yang sederhana, aku duduk diam sambil memainkan ponsel dan minum secangkir teh hangat.. Rintik hujan jatuh seperti irama pelan dari langit yang murung, tiba-tiba di sela kesunyian itu, mataku menangkap beberapa postingan tentang Palestina di media sosial. Pikiranku melayang kemana-mana. Sudah lama ingin kudengar kabar itu. Setelah tahun 2023 berlalu, aku kehilangan kabar terbaru tentang Gaza. Padahal aku selalu mencari, hampir setiap hari aku seperti terpanggil untuk mengetahui kabar terbaru dari Palestina. Biasanya, saat kubuka media sosial khususnya Instagram, selalu update postingan tentang Palestina, tentang anak-anak yang kehilangan…
-
Bubur Asyura dan Suara Tawa di Rumah Nenek
Di sebuah rumah kayu yang catnya mulai pudar dimakan waktu, aroma santan dan gula aren perlahan menguar dari dapur. Rumah itu milik nenek kami, tempat di mana kenangan, rasa, dan cinta selalu disajikan dalam bentuk paling hangat yakni bubur Syura. Setiap 10 Muharram, kami anak cucu dan keponakan berbondong-bondong ke rumahnya. Tak peduli seberapa jauh kaki melangkah atau seberapa lama tak berjumpa, bubur Syura selalu jadi alasan untuk bertemu (hahaha). Kedatangan Saya, ibu dan sepupuku di sambut senyum dan tawa manis oleh tante-tante yang cantik. Anak dari nenekku, yang usianya jauh lebih muda dari aku dan sepupuku. Entahlah, terkadang aku juga ingin berontak kenapa sih, kami yang lebih tua padahal…

























