Dari tahun ke tahun, kue kering nastar selalu menjadi primadona dan selalu dinantikan saat lebaran. Kue yang satu ini, sangat jauh berbeda dengan kue kering lainnya. Teksturnya lembut dan legit saat digigit, isian selei nanas yang rasanya manis dan asam menambah kelezatan sehingga menghadirkan kenikmatan tersendiri saat mengunyahnya.
Rasanya menjamu tamu saat lebaran tidak lengkap jika di meja tamu tidak ada nastar yang terpajang. Tidak heran, banyak toko kue yang menjual nastar dari berbagai varian. Ada yang biasa dan ada juga yang menjual nastar premium, nastar selalu menjadi kue yang sangat istimewa. Banyak dicari dan cepat habis.
Saya sendiri baru menyukai kue nastar sejak beberapa tahun yang lalu, sekali coba rasanya tidak ingin berpaling dari kue yang bentuknya mungil ini. Padahal dulu ketika masih kecil, nenek selalu membuat kue nastar tapi bentuknya masih jadul. Nenek paling suka membuat kue nastar dengan memasak sendiri nanas untuk dijadikan selei. Bentuk nastarnya pun sedikit aneh jika dibandingkan nastar di zaman sekarang. Dulu, nenek membuat nastar menggunakan cetakan bundar yang semua pinggirannya berbentuk. Kulit nastar yang sudah dibulatkan dan diisi selei nanas, diletakkan dalam cetakan, kemudian di atas selei diberik adonan sehingga nanstarnya seperti keranjang. Selain itu, nenek saya juga pernah membuat nastar bulat dan dibentuk seperti buah tomat. Dia atasnya diberi cengkeh sehingga terlihat seperti tangkai. Sangat cantik melihatnya, sayang sekali saat itu saya belum menyukai nastar.
Saat saya mulai menggemari kue mungil berisikan selei nanas ini, saya pun belajar untuk membuatnya sendiri. Kalau beli harganya mahal dan isinya sangat sedikit tidak cukup untuk memuaskan diri. Sementara jika membuatnya sendiri saya bisa menghasilkan nastar dalam jumlah yang banyak. Saay mulai mencoba dengan membeli buku resep yang ada nastarnya.
Awalnya bikin sekilo dan dua kilo yang makan pun anak-anak dan keluarga terdekat. Kemudian saya bagi ke teman ternyata banyak yang suka, tahun kedua saat saya lagi gencar-gencarnya menyukai nastar, saya tertarik menjual nastar. Saat itu tahun 2021, saya membuat nastar sekitar 10 toples. Jual di teman dan keluarga dekat. Alhamdulillah, laris manis.
Ternyata membuat nastar itu, melatih kesabaran tidak selamanya bentuknya mulus. Tetapi, nastar yang mulus dan tidak retak itulah kue nastar yang sesungguhnya. Olesannya mengkilap dan tidak retak salah satu kunci berhasilnya seseorang membuat nastar. Saya sendiri sudah sering membuat nastar tetapi, terkadang masih sering membuat kesalahan. Terkadang nastar masih sering retak dan gosong (hehehe).
Tahun berikuitnya saya diminta teman buat nastar kemudian dia yang pasarkan di teman-temannya, saya menerima tawarannya. Meskipun tenaga tidak mendukung, tapi semua pesanan selesai tepat waktu. Tahun ini, saya buat nastar untuk konsumsi sendiri juga untuk tamu yang berkunjung ke rumah.
Nastar, kue yang tidak membuat penikmatnya bosan sebaliknya selalu diincar.
