Liburan Awal Tahun Penuh Warna

Kedatangan anak-anak dari kota Bitung, Abay, Ilham, Memet, Nur Baiti dan Afdal sungguh membuat akhir tahun dan awal tahun kami penuh dengan warna. Rumah yang tadinya sepi seperti tak berpenghuni seketika ramai seperti dalam Asrama. Gelak tawa mulai terdengar, hentakan langkah kaki jelas terasa. Lantai yang tadinya kotor penuh debu, seketika jadi kinclong.

Setiap pagi terdengar riuh suara anak-anak. Kami seperti keluarga berbaur satu dengan yang lain, masak-masak, makan bersama dan jalan-jalan. Oh iya, mereka menginjakkan kaki di kota Makassar, untuk mengikuti kejuaraan silat Kemenpora Cup 3 tiba tanggal 22 Desember 2024. Pertandingan digelar tanggal 29 Desember 2024 dan rencana balik ke Bitung tanggal 9 Januari 2025. Cukup lama kami bersama, banyak kenangan yang tercipta.

Seminggu sebelum anak-anak kembali ke Bitung, kami jadwalkan jalan-jalan ke pantai wisata Galesong. Pantai wisata terletak di desa Sampulungan, kabupaten Takalar. Tempat wisata yang paling sering kami kunjungi bersama keluarga menghabiskan waktu liburan. Selain pantai, terdapat tiga kolam renang, satu untuk dewasa, satu kolam anak dan terdapat satu kolam untuk baby. Bukan hanya itu, ada beberapa wahana bermain. Di tempat wisata ini, pengunjung bebas membawa bekal. Biaya masuknya pun relatif lebih murah jika dibandingkan tempat wisata lainnya.

Tahun ini, tanggal 4 Januari 2025. Liburan awal tahun bersama anak-anakku. Kami mengajak anak-anak dari kota Bitung, suasana semakin ramai dan liburannya sungguh berkesan bagi kami sekeluarga. Kami menyiapkan makanan ala kadarnya cukup untuk 17 orang lengkap dengan cemilannya.

Ada-ada saja keseruan yang tercipta di kolam renang, Nur Baiti yang biasanya sibuk masak di dapur, menyiapkan makanan untuk rekan-rekannya. Di kolam renang pantai wisata, dia malah sibuk mencari kutunya Safwa anak pertama kami.

Afdal menyibukkan diri bercanda dengan Aal dan Nawaf di kolam renang. Cime disibukkan menjaga coki dan selalu menjadi perhatian utama. Ada Mona, yang sibuk mondar-mandir di kolam renang bersama Abay, Ilham dan Memed.

Attaennek, ibu kami yang gelisah menunggu air laut surut namun sampai balik ke rumah air tak kunjung surut, dan memilih tidak membasahi bajunya dengan air kolam. Baru kali ini, kita liburan ke Pantai dan nenek dari anak-anakku itu tidak ikut bermain air bersama kami.

Oh iya, ada Pak Yanto pelatih silat anak-anak dari Bitung. Dia sama seperti Attaennek, pak Yanto pun tidak ikut gabung di kolam renang. Dia hanya duduk di gazebo memainkan ponselnya, mengabadikan kebersamaan kami di kolam renang kemudian mengunggah foto-fotonya di Facebook.

Semuanya terlihat bahagia, kami kembali ke rumah dalam kondisi yang sangat lelah. Berenang dari pagi hingga sore berganti malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *