Awal bulan Juni tahun 2024, merupakan bulan yang sangat dinantikan oleh seluruh aparatur negara, baik itu dilingkup ASN, pensiunan PNS, TNI dan Polri. Pasalnya pada bulan tersebut pemerintah akan mengucurkan dana ke-13.
Tambahan gaji yang diperuntukkan kepada seluruh aparatur sipil negara ini, tentu sangat membantu meringankan beban ekonomi mereka. Apalagi pencairannya jelang hari raya Idul Adha, dan memasuki musim libur sekolah.
Tentu saja menjadi kesempatan untuk membahagiakan anak-anak dengan membawanya liburan.
Selain itu, banyak pengeluaran tidak terduga dalam keluarga sehingga gaji 13 bagian dari mimpi indah pegawai negeri.
Mungkin bisa meringankan beban cicilan, dan mengatasi kebutuhan hidup sehari-hari.
Tidak heran, pada awal bulan Juni, ASN memadati sejumlah Bank. Para pensiunan pun tidak kalah lincahnya. Meskipun mereka tergolong lanjut usia, tetapi semangatnya untuk menerima gaji 13 terlihat berkobar. Ada cucu dan anak yang menanti sedekah, para pensiunan juga masih memiliki segudang kebutuhan.
Tetapi, disela-sela bahagianya sejumlah PNS atas pencairan gaji 13. Ada sebuah keluarga yang sangat kecewa dan tersakiti.
Gara-gara gaji 13 habis digunakan judi online, seorang istri di Mojokerto membakar suaminya hingga tewas. Peristiwa ini, menggemparkan bukan hanya dikalangan rakyat kecil. Seluruh pejabat-pejabat tinggi di lingkup pemerintahan, terkejut dan sangat prihatin.
Salah satu keluarga polisi di Mojokerto Jawa Timur, seorang istri yang berprofesi sebagai Polisi Wanita (Polwan), berharap gaji 13 suaminya bisa menutupi kebutuhan hidupnya. Anak-anaknya yang masih sangat kecil membutuhkan susu. Sebagai nutrisi menunjang tumbuh kembangnya.\
Pada Sabtu siang sekira pukul 10.30, dia menitipkan anaknya yang masih bayi pada pengasuh untuk mengecek gaji suaminya di ATM.
Alangkah kecewanya, ketika melihat saldo ATM yang sisa Rp800.000, seharusnya ada gaji 13 sebesar Rp2,8 juta.
Polwan yang bernama Briptu Fadhilahtun Nikmah pun terbakar emosi, marahnya tak terbendung. Dia pun menelepon suaminya yang bertugas di Polres Jombang Briptu Rian, agar segera kembali ke rumah untuk membicarakan perihal gaji ke 13.
Sebelum kembali ke rumah, entah apa yang ada dipikiran ibu tiga anak itu. Dia pun singgah membeli pertalite eceran dan mengisinya di botol plastik.
Setiba di rumah Briptu cantik pun meletakkannya di atas lemari yang ada di teras rumah, pertalitenya di foto. Kemudian dikirim ke suaminya melalui WhatsApp, isi pesan “kalau tidak pulang anak-anak dibakar”.
Dari informasi yang beredar, sang suami Briptu Rian segera kembali ke rumah. Istrinya sudah menunggu. Menyambutnya dengan wajah kesal. Tetapi, masih sempat meminta suaminya untuk mengganti pakaian, baju kaos dan celana pendek.
Setelah itu terjadilah pertengkaran. Polwan yang baru saja melahirkan anak kembar, memborgol tangan suaminya dan mengaitkan di tangga dan menyiram pertalite yang tadi dibelinya.
Selanjutnya dia membakar tisu, tidak menyangka api di tisu tersebut melukai tangannya dan menyebar ke tubuh suaminya.
Sempat teriak minta tolong, sebab tangannya terborgol. Tetangga yang datang segera membawanya ke rumah sakit bersama Briptu Fadhilah.
Namun, karena kondisinya sangat parah. Kata dokter yang menangani, 96 persen tubuhnya terbakar. Pada Ahad, 10 Juni 2024 Briptu yang kata rekan-rekan kerjanya sangat baik dan disiplin itu, meninggal di rumah sakit Wahidin Sudiro Husodo.
Akibat Judi Online
Dirangkum dari berbagai media, kabarnya Briptu Rian sering bermain judi online. Bahkan pertengkaran sering terjadi, sang istri sudah mengingatkan berkali-kali agar menghentikan kebiasaan buruknya, tetapi tidak pernah didengarkan.
Hingga puncak kemarahan sang istri ketika menemukan gaji 13 suaminya berkurang. Sementara banyak kebutuhan yang belum terpenuhi.
