Rabu 27 Oktober 2010, hari yang sulit kugambarkan, tak bisa kubahasakan seperti apa perasaanku. Sepuluh bulan menunggu, waktu yang cukup lama. Penantian panjang bagi calon ibu. Kondisi perut semakin besar, nyeri di bagian punggung dan kadang sesak di malam hari, rasa tersiksa yang tidak pernah ada sebelumnya. Begitulah kira-kira yang dirasakan sebagian ibu hamil.
Sepuluh bulan untuk anak pertama karena posisinya yang sungsang membuatnya susah untuk keluar secara normal, kata dokter seperti itu. Aku pun hanya bisa menurut apa kata dokter apalagi dengan kondisi yang benar-benar lelah.
Tipis jalan menuju normal, meskipun segala cara telah dicoba semasa kehamilan seperti mengepel lantai jongkok, perbanyak sujud namun, mungkin sudah jalannya si calon baby keluar lewat jendela.
Rasa khawatir, cemas dan penasaran dengan kondisi si calon baby jadi beban pikiran jelang operasi Caesar.. Ingin rasanya segera melahirkan, membelai dan memeluknya. Apalagi anak pertama, seorang anak akan menyempurnakan kehidupan bagi seorang perempuan yang sudah menikah.
Kehadirannya menjadi momen paling berharga sebab ada perempuan akan belajar menjadi ibu, belajar menyayangi, belajar mengajar, mendidik dan belajar sabar serta ikhlas.
Sebagai pasangan baru yang akan memiliki anak, aku pun sama dengan pasangan lainnya. Selalu berdoa dan berharap yang lahir diberi kesehatan yang sempurna.
Karena selama mengandung 10 bulan, saya tetap bekerja dan mulai libur ketika dokter mengatakan, sudah bisa operasi Caesar tanggal 27 Oktober 2010. Bahagia dan takut berbaur jadi satu. Pada Selasa 26 Oktober, akhirnya mengajukan surat cuti melahirkan.
Tepat 27 Oktober 2010 pukul 13.00 WITA, di ruang operasi yang sangat dingin. Antara sadar dan tidak, saya bisa melihat dokter dan para perawat bkerja tetapi, tidak bisa bicara. Namun, tangisan itu mengalirkan butir-butir bening di pelupuk mata.
Kehadiran buah hati dalam sebuah pernikahan adalah sebuah hari yang sangat dinanti. Predikat sebagai seorang ibu, mimpi terindah bagi seorang wanita. Hari ini 27 November 2023, 13 tahun telah berlalu, bidadari kecilku menginjak remaja. Insya Allah, doaku tak putus untukmu. Sehat selalu Anakcu.
