Dari tahun ke tahun zaman menghadirkan banyak perubahan tidak hanya di kota, masyarakat yang tinggal di pedesaan pun ikut merasakan perkembangan yang luar biasa, utamanya dalam bidang teknologi dan digital.
Hadirnya layanan aplikasi digital yang diluncurkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) BRILink, membawa perubahan signifikan bagi masyarakat pelosok. Hampir semua desa yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia terdapat agen BRILink. Tujuannya memberikan kemudahan bagi nasabah yang akan melakukan transaksi.
BRILink seakan mengajak petani untuk berbenah. Aplikasi digital ini, memberikan banyak kemudahan. Sehingga para petani juga bisa menabung di bank dari hasil kerja kerasnya. Mereka tidak lagi malu atau malas ke bank disebabkan jarak yang begitu jauh.
Bukan hanya itu, masyarakat desa yang memiliki anak bekerja di kota pun bisa menarik uang kirimannya di agen BRILink terdekat.Seperti yang diungkapkan Gustiani salah seorang warga Lonjo Boko, kabupaten Gowa, Sulawesi-Selatan.
Dia senang dan sangat terbantu dengan adanya agen BRILink yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya. Semua transaksi yang biasa dia lakukan seperti menabung, menarik uang, membayar iuran BPJS, dan bayar listrik tidak lagi harus ke kota.
“Bayangkan jika harus ke kota untuk menabung, berapa banyak waktu yang terbuang, ongkosnya juga besar. BRILink, selain memberikan kemudahan untuk transaksi setor dan tarik tunai juga bisa bayar BPJS,”katanya saat dimintai tanggapannya, Kamis (14/11/2024).
Layanan BRILink yang diluncurkan oleh salah satu Bank terbesar di Indonesia mengajak warga desa berpikir cemerlang. Kehadirannya mengubah pola pikir masyarakat, yang tadinya malas menabung disebabkan jauhnya jarak ke bank sehingga penghasilan yang didapatkan dari hasil kerja kerasnya habis begitu saja.
Dengan hadirnya agen BRILink, memudahkan masyarakat untuk bertransaksi dimanapun dan kapanpun mereka mau. Mereka yang memiliki anak sekolah di kota bisa mengirim uang belanja tanpa harus menunda-nunda.
Gustiani kembali menjelaskan, awalnya agen BRILink yang ada di toko klontong dekat rumahnya, membuatnya bertanya-tanya. Setelah dijelaskan pemilik toko, akhirnya dia yang selama hampir enam tahun jadi nasabah BRI pun mulai tertarik untuk menabung di agen tersebut. Sebagai reseller parfum aplikasi digital ini, tentu sangat memudahkan dalam menjalankan bisnisnya.
BRILink, memberikan kemudahan pada nasabah di pedesaan juga memberikan keuntungan bagi para agen. Seperti yang diungkapkan salah seorang agen BRILink Arfah, di desa Dena, kecamatan Madapangga, kabupaten Bima, menjadikan teras rumahnya sebagai agen BRILink, sejak tahun 2019.
Sejak awal buka masih sepi, masih kurang masyarakat yang datang, warga hanya sekadar bertanya-tanya. Namun, Arfah tetap berusaha untuk menjelaskan tentang usaha yang mulai digelutinya. Mengajak masyarakat untuk menabung dan mengirim uang dengan mudah tanpa harus jauh-jauh ke Bank.
Arfah yang dimintai komentarnya, Selasa (19/11/2024) respon masyarakat sangat baik setelah usahanya berjalan selama satu tahun. Setiap hari teras rumahnya sangat ramai. Kebetulan di desanya hanya ada tiga agen, yang jaraknya lumayan jauh sehingga memberikan banyak kemudahan bagi agen.
“Suka duka sebagai agen BRILink, tidak hanya memberikan kemudahan tetapi keuntungan. Kalau lagi ramai, saya sangat senang sekali meskipun terkadang kewalahan. Kalau sepi, saya hanya bisa sabar dan berharap besok ramai lagi,”katanya.
Arfah juga mengakui selama menjadi agen BRILink, bank BRI selalu memberikan support pada semua agen. Selalu memberikan informasi, apalagi ketika terjadi gangguan pada jaringan.
Bukan hanya itu, BRI juga sering memberikan informasi saat ada fitur-fitur baru yang diluncurkan seputar BRILink. Karena itulah, dia tetap bertahan dan tetap semangat menjadi agen.
Ibu dari satu orang anak ini, menjelaskan selam lima tahun menjadi agen transaksi terbanyak nasabah yakni, tarik tunai, top up dana, menabung, bayar BPJS, bayar listrik dan bayar cicilan.
Bersyukur Dapat Membantu Masyarakat
Berbeda dengan Asmawati, salah satu Agen Bri Link,di kecamatan Parangloe, desa Borisallo, Asmawati mengakui sejak berjalan selama 11 tahun, transaksinya lumayan besar. Setiap hari selalu ramai meskipun di kecamatan tempatnya tinggal sudah ada beberapa agen.
Bahkan Asma sudah membuka satu counter BRI Link lagi di kecamatan Tinggi Moncong yang jaraknya sekira 10 kilo dari counter yang pertama. Perempuan yang berprofesi sebagai Kepala Sekolah, salah satu sekolah islam di Parangloe ini, mencatat sejak menjadi agen transaksi yang paling banyak yakni layanan setor tunai, tarik tunai dan pembayaran pinjaman.
“Alhamdulillah keuntungan yang kami dapatkan fee dari transaksi nasabah. Setiap hari jumlah nasabah yang bertransaksi sangat besar. Yang sangat saya syukuri juga karena bisa membantu masyarakat desa,”katanya.
Menurut Asmawati, sebelum ada agen BRILink, masyarakat desa biasanya, menempuh jarak 10 kilo untuk pergi ke Bank yang ada di kota. Karena itulah dia pun mengembangkan bisnisnya dengan membuka cabang di desa yang belum memiliki agen, untuk membantu masyarakat.
