BRILink Mengubah Pola Pikir Masyarakat Hingga ke Pelosok Desa

Ilustrasi Agen BRI Link. Oleh: duniacerita

Dunia teknologi sudah menjadi kebutuhan pokok manusia yang sangat penting dan paling utama dalam kehidupan. Dari tahun ke tahun teknologi digital selalu saja ramai diperbincangkan karena setiap saat menghadirkan inovasi baru. Tidak bisa dipungkiri di era moderen dewasa ini, manusia seakan tidak bisa lepas dari teknologi digital. Sebab kehadirannya membawa perubahan dan memberi dampak positif, utamanya di dunia kerja dan bisnis. Sejumlah pengusaha muda bermunculan karena ditopang kecanggihan teknologi.

Dunia perbankan bahkan tidak ketinggalan menerapkan transformasi digital. Salah satunya Bank Rakyat Indonesia (BRI). Diusianya yang ke 128 tahun, Bank yang didirikan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja ini, terus mengembangkan sejumlah produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya yang menjadi nasabah.

Seperti yang kita ketahui bersama, “BRI hadir sebagai Pahlawan UMKM” memiliki jaringan terluas di seluruh Indonesia dan senantiasa memberikan kemudahan kepada masyarakat. Dalam hal teknologi digital, Bank yang sudah beroperasi sejak 16 Desember 1895 ini, sudah meluncurkan sejumlah produkberbasis digital di antaranya BRImo, BRI Link, BRIAPI, dan Ceria. Seiring berputarnya waktu, tranformasi “digitalisasi BRI” pun mengalami peningkatan yang signifikan. Melihat kemampuan masyarakat terhadap literasi keuangan yang berbeda-beda, BRI mulai mengandalkan penyuluh digital yang tersebar diberbagai daerah. Tim penyuluh kemudian megedukasi masyarakat yang  dibekali dengan menghadirkan BRILink.

BRI Link kemudian hadir dengan fitur lengkap, mengubah pola hidup masyarakat hingga ke pelosok desa. Kehadirannya tentu saja memberikan banyak keuntungan kepada masyarakat tidak hanya pada agen BRI Link namun, manfaat besar pun dirasakan oleh pengguna BRILink.Seperti yang diungkapkan Nurhidayah, salah satu warga desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Sulawesi-Selatan mengaku sangat terbantukan dengan adanya BRI Link. Ibu dari dua orang anak ini, dulunya harus menempuh perjalanan sejauh 40 kilo dari tempat tinggalnya ke Bank BRI untuk mengirim dan menabung uang.

Namun, dengan adanya agen BRILink memberikan kemudahan hanya lima menit sudah bisa mengirim uang ke keluarga yang tinggal di Makassar dan Kalimantan. Bukan hanya itu, usaha kecil yang digelutinya pun sudah bisa merasakan keuntungannya. “Dulu, setiap keuntungan yang didapatkan selalu di tabung dalam bentuk celengan. Yang kadang-kadang meskipun tidak butuh-butuhnya selalu dibobol dan dibelanjakan. Dengan adanya BRILink, saya pun sudah membuka tabungan di Bank BRI. Setiap keuntungan dari hasil dagangan saya setor melalui BRI Link,” katanya saat berbincang-bincang, Oktober 20223 yang lalu.

Nah, dengan adanya BRI Link, masyarakat desa yang sehari-harinya jualan kecil-kecilan bisa menyisihkan keuntungannya dan menabung setiap bulan. Sebab selama ini, jarak dan waktu menjadi penghambat bagi mereka untuk menabung. Sehingga masyarakat kecil utamanya UMKM sangat terbantukan.

Grafis dibuat oleh duniacerita, sumber website BRI
Grafis dibuat oleh duniacerita, sumber website BRI

Selain itu, kemudahan lain yang dirasakan oleh Nurhidayah lebih mudah saat ingin membayar iuran BPJS nya. Jika masyarakat yang tinggal di kota bisa membayar di Indomart atau Alfamart. Tentu bagi Nurhidayah, tidak memiliki banyak waktu untuk ke kota membayar tagihan BPJS dan PDAM.

BRI tentunya memberikan kemudahan ke masyarakat desa untuk memudahkan aktivitas mereka dalam hal transaksi tanpa harus ke kantor, Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai). Merupakan program yang diluncurkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2015 untuk mengawasi perbankan. Program itulah kemudian ditindaklanjuti oleh BRI dengan menghadirkan BRI Link. Sehingga dengan program ini, BRI mampu mencakup semua nasabahnya hingga ke seluruh pelosok tanah air.

Sejumlah agen bisa merasakan keuntungan dengan konsep pembagian sharing fee yang akan menjadi pendapatan dari setiap transaksi yang dilayani. “BRI untuk Indonesia” selalu menghadirkan inovasi baru untuk menunjang kebutuhan UMKM dan masyarakat khususnya para nasabah yang ada di dalam maupun di luar negeri.

Grafis dibuat oleh duniacerita. data diolah dari berbagai sumber
Grafis dibuat oleh duniacerita. data diolah dari berbagai sumber

Salah satu Agen Bri Link,di kecamatan Parangloe, desa Borisallo, Asmawati mengakui sejak berjalan selama 10 tahun, transaksinya lumayan besar. Setiap hari selalu ramai meskipun di kecamatan tempatnya tinggal sudah ada beberapa agen. Bahkan Asma sudah membuka satu counter BRI Link lagi di kecamatan Tinggi Moncong, yang jaraknya sekira 10 kilo dari counter yang pertama. Perempuan yang berprofesi sebagai Kepala Sekolah, salah satu sekolah islam di Parangloe ini, mencatat sejak menjadi agen transaksi yang paling banyak yakni layanan setor tunai, tarik tunai dan pembayaran pinjaman.

“Alhamdulillah keuntungan yang kami dapatkan fee dari transaksi nasabah. Sampai sekarang Lumayan besar jumlah masyarakat yang bertransaksi setiap hari. Yang sangat saya syukuri juga karena bisa membantu masyarakat desa. Mereka biasanya, jika mau setor dan menabung harus menempuh jarak 10 kilo untuk ke kota dengan adanya agen BRI Link sangat terbantu,” katanya diakhir wawancara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *