-
Kisah dan Kesetiaan yang Teruji dari Pengantin Viral, Rusli, Warni dan Kasma
Cinta Segitiga Bagian 1 Awal Oktober 2025, media sosial heboh dengan berita pernikahan seorang pelaut asal Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang mendadak viral. Rusli, lelaki berusia sekitar 32 tahun, menjadi perbincangan hangat setelah melangsungkan dua pernikahan dalam waktu dua hari berturut-turut di kampung halamannya. Keputusan kontroversial ini mengejutkan banyak pihak, menyisakan tanda tanya besar tentang cinta, kesetiaan, dan pilihan yang diambil oleh Rusli, serta perempuan-perempuan yang terlibat dalam kisah ini. Kisah ini, menjadi heboh bermula ketika Rusli kembali ke kampung dan melamar Kasma, perempuan yang dipacarinya tiga tahun terakhir ini. Kabar lamaran seorang lelaki yang baru saja tiba dari berlayar dengan mahar 90 juta pun menyebar di kampung dan sampai ke…
-
Kisah Haru Wanda Hamidah Berlayar ke Gaza, Kapal Bocor dan BBM Jatuh
Wanda Hamidah, aktris sekaligus politisi asal Indonesia, menempuh perjalanan panjang bersama aktivis dari berbagai negara untuk menembus blokade Gaza, sebuah misi penuh rintangan dan ujian keteguhan. Sejak meninggalkan pelabuhan Tunisia, dalam satu misi kemanusiaan Clobal Sumud Flotilla. Sebagai satu-satunya delegasi Indonesia, Wanda Hamidah ikut berlayar menuju Gaza. Namun perjalanan panjang itu penuh ujian. Kapal Kaiseer yang ditumpanginya kehabisan bahan bakar, sementara cadangan BBM jatuh ke laut. Akhirnya, kapal harus menepi dan berlabuh darurat di Kelibia, Tunisia. Tak butuh waktu lama setelah masalah BBM teratasi, pelayaran kembali dilanjutkan. Namun di tengah perjalanan, ujian lain datang kapal kembali bermasalah, air laut merembes masuk ke dalam lambung kapal. Sesaat suasana panik, namun akhirnya…
-
Alhamdulillah! PBB Akui Palestina Merdeka, Suara 142 Negara Bergema
Melihat asap membumbung di langit Gaza, gedung-gedung roboh, rumah penduduk hancur rata dengan tanah. Anak-anak banyak yang kehilangan orang tuanya dan orang tua kehilangan anaknya. Pemandangan memilukan tentu saja mengiris hati kita semua yang menyaksikannya. Peristiwa kejam yang menimpa warga Palestina seolah mengetuk mata hati kita, mengingatkan agar terus menumbuhkan empati. Di Gaza, kehidupan berjalan dalam kepingan-kepingan luka. Genosida 2023 meninggalkan jejak yang tak mudah terhapus ribuan nyawa melayang, rumah-rumah menjadi puing, dan suara tawa anak-anak berganti tangis pilu. Blokade panjang mencekik setiap pintu masuk kehidupan. Obat-obatan tertahan di perbatasan, pangan langka, dan air bersih menjadi kemewahan yang tak semua bisa nikmati. Kelaparan mengintai, membuat para ibu lebih sering menahan…
-
Dari Indonesia ke Gaza, Langkah Nyata Wanda Hamidah Menembus Blokade
Penuh haru, aktris yang juga aktivis asal Indonesia Wanda Hamidah berlayar ke Gaza, dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Dia bersama 33 aktivis meninggalkan tanah air, menuju Tunisia akhir Agustus 2025. Di negara yang terkenal dengan pasar bukunya, Wanda Hamidah bergabung bersama para aktivis kemanusiaan dari 44 negara. Mereka mengikuti pelatihan intensif selama dua pekan, mempersiapkan diri menghadapi tantangan berat di lautan lepas. Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa relawan Indonesia pada akhirnya tidak ikut berlayar langsung karena berbagai kendala dan tantangan teknis. Sebagai bentuk kontribusi nyata, mereka menyerahkan lima kapal untuk digunakan para aktivis yang telah berpengalaman dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Keputusan ini menunjukkan bahwa dukungan untuk Palestina…
-
50 Kapal, Seribu Doa untuk Gaza
Ada sesuatu yang menggetarkan hati saat mendengar kabar ini, Saya sering memantau perkembangan rakyat palestina, masyarakat Gaza melalui media sosial. Seringkali teriris saat melihat kondisi saudara-saudara kita di sana. Mereka kehilangan rumah, kehilangan keluarga hanya dalam hitungan jam. Bayangan senyum berubah menjadi jerit. Atap tempat berlindung, luluh lantak menjadi debu. Sungguh terluka hati ini, mendengarnya Ya Allah. Mereka yang masih hidup seakan dipaksa untuk menyerah, bukan oleh tembakan peluru, tetapi karena kelaparan berkepanjangan. Anak-anak tetap semangat menunggu roti yang tak pernah tiba, sementara para orang tua hanya bisa menatap kosong dan terus berdoa agar besok masih bisa tetap bertahan hidup. Sebenarnya bantuan dari berbagai negara selalu ada, tetapi blokade membuat…
-
Affan dan Dandi, Dua Nama, Dua Kota, Satu Takdir
Tragedi Aksi Akhir Agustus 2025 Di dua kota yang berbeda, dua nama terukir dalam duka yang sama. Rusdamdiansyah atau Dandi, seorang driver Ojol di Makassar, Affan Kurniawan di Jakarta. Mereka hanyalah pencari nafkah di jalanan, namun malam itu jalan justru menjadi saksi bisu kepergian mereka. Affan, seorang driver ojek online berusia 21 tahun, setiap hari meninggalkan rumah dengan satu tujuan mencari nafkah demi keluarganya. Hidup dalam keterbatasan tak membuatnya menyerah, justru menggerakkan hatinya untuk ikut membantu sang ayah yang juga bekerja sebagai driver. Di balik tubuh mudanya yang letih, tersimpan tekad sederhana agar keluarganya bisa bertahan. Siapa sangka langkahnya begitu cepat terhenti, semangat juangnya pun terkubur bersama raganya. Affan menjadi…
-
Catatan Hati dari Tiga Hari yang Mengguncang
Pemimpin Lupa Amanah, Rakyat Lupa Akhlak Agustus tahun 2025, bukan hanya bulan kemerdekaan ke-80 Indonesia, tetapi juga bulan ujian bagi bangsa. Di saat kita seharusnya mengenang darah dan air mata para pejuang, justru negeri ini diguncang oleh rentetan peristiwa yang menyayat hati. Ada pembunuhan sadis terhadap rakyat kecil, ada penindasan, penjarahan, konflik, dan wajah wakil rakyat yang dipertanyakan keberpihakannya. Tiga hari menjelang pergantian bulan, tepatnya 28 Agustus 2025, merupakan awal dari bergejolaknya amarah. Di tengah semangat merah putih yang berkibar, kita dipaksa menunduk, mengenang perjuangan mereka yang rela mengorbankan jiwa demi negeri, sekaligus menyadari betapa mudahnya rasa aman yang diwariskan itu bisa terusik oleh tragedi. Awal demo dimulai sejak Senin…
-
Dari Gedung yang Hangus, Empat Ruh Terangkat ke Langit
Innalillahi waiinailaihi rojiun, Ya, Allah.. Makassar sedang rusuh, masyarakatnya sedang memperjuangkan keadilan. Gedung megah dibakar, tiga nyawa melayang. Sudah benarkah langkah mereka, ya Allah? Malam itu, kota ini dipenuhi teriakan dan bara. Suara mahasiswa yang menuntut keadilan melakukan aksi hingga malam hari, perjuangannya cukup panjang. Menutup jalan, menimbulkan kemacetan di seluruh ruas jalan. Masyarakat yang sejak pagi pulang kerja terjebak macet. Namun di tengah riuh itu, api menjalar, meruntuhkan dinding gedung DPRD yang siang tadi masih gagah berdiri. Peristiwa itu, terjadi Jumat (29/8/2025) saat para pejabat berkumpul di sana sedang mengikuti rapat Paripurna. Sungguh menyedihkan. Ya Allah. Ditemukan tiga orang meninggal di dalamnya. Mereka bukanlah penguasa, bukan pula pembuat kebijakan.…
-
Asap Hitam di Gedung DPRD, Tangis Putih di Rumah Duka
Aksi demonstasi mahasiswa dan sejumlah komunitas yang berlangsung di kota Makassar, sejak siang sungguh mencuri perhatianku. Teringat masa lalu, sering turun ke jalan meliput aksi mahasiswa. Kala itu, senang sekali rasanya, apalagi saat melihat para demonstran dibubarkan oleh aparat sementara mereka masih tetap bertahan. Situasi seperti itu, membuat liputan saya menjadi sempurna, banyak bahan yang bisa disodorkan pada pembaca esok hari. Sebab zaman itu, belum ada media online, belum ada media sosial, belum ada konten kreator yang bisa menyiarkan langsung peristiwa. Sehingga masyarakat menunggu satu hari untuk tahu kejadian pada hari sebelumnya. Jumat Malam, 29 Agustus 2025. Saya memantau sejumlah media sosial, tidak satu pun terlewatkan. Aksi mahasiswa berlanjut hingga…
-
RM Sidrap, Singgah Sejenak Pulang dengan Rasa Nyaman
Nikmat di Lidah, Hangat di Suasana Bagi pencinta kuliner, khususnya penikmat Pallekko, masakan khas Sidrap, kini tak perlu bingung lagi mencari tempat makan yang pas. RM Sidrap hadir dengan aneka olahan bebek yang menggugah selera. Saat mencari tempat makan, bukan hanya soal rasa yang jadi pertimbangan, tapi juga kebersihan dan kenyamanan yang membuat pengalaman bersantap jadi lebih istimewa. RM Sidrap, salah satu rumah makan yang baru buka pertengahan tahun 2025 di kabupaten Gowa ini, memiliki lahan parkir yang sangat luas. Sehingga pengunjung tidak perlu khawatir mencari tempat parkir baik untuk kendaraan roda empat, maupun roda dua. Saat masuk ke dalam, suasana terasa adem. Ruangannya bersih, meja-meja tertata rapi dan tidak…





















