Alhamdulillah, keluarga Pangeran Diponegoro yang ada di Sulawesi Selatan tetap menjalin silaturahmi dengan menggelar kegiatan Halal Bihalal.
Pertemuan yang singkat namun penuh makna, ada pengajian, ceramah serta bincang hangat dengan antar keluarga yang merupakan para cucu pahlawan nasional dari Jawa ini.
Kegiatan Halal Bihalal,yang dilaksanakan di RM Ulu Juku, depan Benteng Roterdam Ahad (27/04/2024). Tidak hanya pada kegiatan itu mereka berkumpul, setiap bulan bahkan sesepuh pahlawan perang Jawa ini, rutin mengadakan pertemuan. Sekadar silaturahmi di makam Pangeran Diponegoro dan bincang-bincang hangat.
Tujuannya tidak lain, agar para turunan Pangeran Diponegoro yang tinggal di kota Makassar tetap saling kenal. Pertemuan dengan keluarga dari garis keturunan ibu, selalu saja menghadirkan cerita baru.
Ternyata, perempuan yang telah melahirkan aku ke dunia ini, masih tercatat sebagai turunan ke lima dari Pangeran Diponegoro dari anak perempuannya, Raden Ayu Munadimah Diponegoro. Cerita ini, saya tahu sejak duduk di bangku SMA, padahal ketika mengenyam pendidikan di tingkat SD, nama Pangeran Diponegoro selalu menghiasi buku sejarah dan buku bahasa Indonesia kami.
Ibu guru selalu membacakan sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro sebagai pemimpin Perang Jawa dalam mengusir penjajah. Pangeran Diponegoro seorang kesatria yang hebat dengan kepandaiannya dan pemikirannya mengusir penjajah dari tanah Jawa, yang pada akhirnya dia dan istrinya Raden Ayu Ratnaningsih diasingkan ke Makassar.
Makam Pangeran Diponegoro bersama istri dan enam orang anaknya terletak di Jl. Diponegoro Makassar, tempat kami para keluarga sering mengadakan pertemuan. Berkumpul dan bercerita bersama.m
