Setiap anak yang terlahir ke dunia ini menjadi hadiah terindah bagi kedua orang tuanya. Tidak sedikit orang tua menantikan kehadiran anaknya dengan penuh suka dan kebahagiaan yang tiada tandingannya. Anak adalah anugerah terindah yang diberikan oleh sang pencipta karenanya harus dijaga, di didik dengan baik.
Perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tua masih dibutuhkan oleh seorang anak sehingga mereka tidak bisa hidup terpisah. Jika kedua orang tua masih hidup, sebaiknya tidak tinggal terpisah dengan anaknya sebab akan memberikan dampak negatif terhadap psykologisnya. Anak cenderung akan mengalami stress, trauma, tidak konsentrasi dan akan menyebabkan anak tidak percaya diri. Secara tidak langsung akan menjadi pemalu, tidak mau bertemu dengan orang-orang meskipun itu adalah keluarganya sendiri.
Apabila Anda seorang ibu yang aktif di dunia kerja, setiap hari menghabiskan waktu pagi hingga sore di kantor. Tidak seharusnya menitipkan akan-anak ke tempat yang sangat jauh meskipun itu adalah keluarga terdekat. Sebab orang tua masih bisa menghabiskan waktu bersama anaknya saat mereka pulang kerja. Anak-anak pun rindu bercanda dengan kedua orang tuanya.
Mereka memberikan hiburan dan kenyamanan tersendiri setelah kita lelah seharian bekerja di kantor. Bukan hanya itu, anak juga akan merasa bahagia jika bisa melihat kedua orang tuanya apalagi bisa memeluk dan bermanja-manja setiap hari.
Ada satu cerita, seorang anak perempuan anak pertama dari sebuah keluarga. Dia tinggal bersama ayah, ibu dan keluarga dari ibunya. Sebagai anak perempuan yang lucu, semua orang sangat memanjakannya termasuk ibunya sendiri. Kakek dan neneknya pun merasa sangat senang bisa melihat cucunya setiap hari. Hingga akhirnya anak perempuan itu, menjadi sangat manja.
Tiba saatnya dia masuk sekolah, dia mulai malas-malasan mungkin karena dia terlalu lama menimba ilmu di sekolah Taman Kanak- kanak (TK). Kondisi itu, membuat sang ayahnya panik dan mengirimnya sekolah di kampung dengan alasan anaknya tidak bisa baik jika masih hidup se rumah, sifat malasnya semakin menjadi katanya.
Meskipun berat anak perempuan itu, pun menurut. Dia kelihatan sangat terpaksa meninggalkan keluarga yang selama bertahun-tahun sudah mengerti dan memahami sifatnya. Setelah menyelesaikan pendidikannya di TK, dia kembali bersama keluarganya tetapi, hanya satu tahun.
Saat duduk di bangku SD kelas I , rasa malas kembali menghantui hingga dia tinggal kelas. Kondisi ini, kembali membuat sang ayah stress dan mengirimnya ke kampung lagi dan lagi. Kali ini, dalam waktu yang cukup lama kurang lebih dua tahun. Naik kelas 4 SD, dia kembali berkumpul bersama keluarganya, berkumpul bersama ayah, ibu dan adik-adiknya.
Setelah kembali ke rumah dan melanjutkan pendidikan bersama kedua adiknya dia seperti anak asing, cenderung pemalu, malas keluar rumah kalau tidak di paksa, malas bergaul dan seperti baru beradaptasi kembali. Dia selalu memberontak, menjadi anak yang wataknya sangat keras dan selalu mencari perhatian. Padahal di sana mereka mendapatkan pendidikan yang sangat baik, berperilaku dengan baik. Setelah kembali, dia seperti ingin melampiaskan sesuatu seolah ingin berontak, sebab selama dua tahun hidupnya jauh dari orang tua. Bisa jadi dia kesal dan kecewa berat tetapi, tidak bisa menyampaikan langsung sehingga dia pendam sendiri.
Saya pernah membaca satu artikel tentang perkembangan dan pertumbuhan anak-anak jika di hidup terpisah dari kedua orang tuanya. Artikel tersebut terbit dihalaman website haibunda.com terbit tahun 2023, dalam artikel tersebut dijelaskan, ada 13 dampak psikologis anak ketika jauh dari orang tua.
Menurut profesor psikologi Stanford University, Ian H. Gotlib, dalam proses pengasuhan dan kesehatan anak. Orang tua memiliki peranan yang sangat penting. Katanya Perpisahan dari orang tua itu traumatis, menghilangkan perlindungan terpenting bagi anak. Hal ini diketahui dapat mengganggu perkembangan dan memiliki konsekuensi negatif jangka panjang bagi kesehatan psikologis dan fisik anak,
Dalam artikel itu pun disebutkan 13 dampak psikologis anak di antaranya,
- Stres dan menurunkan kinerja otak
- Anak bisa trauma
- Tidak percaya diri
- Tidak mau bersosialisasi
- Susah konsentrasi
- Sulit mengontrol emosi
- Cenderung manja
- Mudah curiga
- Cemas berlebihan
- Merasa tidak diinginkan
- Sering merasa kesepian
- Sulit mengungkapkan perasaan
- Berpotensi memiliki masalah ketika dewasa
