Mudik merupakan tradisi tahunan yang dilakukan oleh masyarakat untuk kembali ke kampung silaturahmi dengan keluarga, setelah lama tinggal di perantauan. Biasanya dilakukan orang menjelang hari raya Idul Fitri.
Perjalanan panjang saat mudik akan terasa dekat jika sudah membayangkan berkumpul bersama keluarga tercinta di kampung. Tentunya hari-hari yang melelahkan saat tinggal di kampung orang akan terbalaskan dengan keindahan ketika menginjakkan kaki di tanah kelahiran.
Perjalanan panjang dari rantau ke kampung bukanlah penghalang, uang pun tidak menjadi masalah saat niat mudik sudah diagendakan. Tidak heran, kebanyakan orang sudah menyisihkan dananya, menabung berbulan-bulan dan pada saat lebaran bisa merayakan hari kemenangan di kampung.
Bukan hanya sekadar silaturahmi biasa, ada cinta dan kasih disetiap momen kebersamaan bersama keluarga. Salah satunya mengenang kembali masa-masa kecil, dan mencicipi masakan ibu yang sudah lama tidak bisa dinikmati. Selain itu, juga bisa berkunjung ke rumah teman kecil untuk berbagi cerita. Momen pulang kampung juga kadang dijadikan ajang reuni. Banyak hal yang membuat suasana hati tenang dan damai ketika berkumpul bersama keluarga di kampung, rindu masakan ibu, rindu suasana kampung di pagi hari.
Oh, Ya. Dulu, saat masih aktif di media, saya sering wawancara masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Mereka sangat senang mengungkapkan kebahagiaannya, ada yang menangis karena terharu.
Dulu, saya juga pernah merasa ingin sekali pulang ke kampung untuk lebaran. Banyak hal yang kubayangkan jika bisa mudik, bagaimana dalam perjalanan. Pastinya seru melewati perkampungan yang rindang, menghirup udara segar dan memandang hijaunya persawahan di sepanjang perjalanan seperti kata para pemudik. Sayang sekali, orang tua saya tinggalnya di kota Makassar. Sejak kecil sampai besar kami tinggal sama-sama. Sehingga yang namanya mudik hanya impian semata.
Ketika teman-teman sekolah mudik lebaran, kala itu, saya paling senang saat mereka pulang. Mereka menceritakan kisahnya dan membawa oleh-oleh dari kampung. Lagi-lagi saya hanya bisa membayangkan saja, bagaimana bahagianya mereka.
Setelah menikah, pertama kali saya merasakan mudik ke rumah suami di kabupaten Bone. Lebaran pertama setelah menikah, kami di kampung. Akhirnya mimpi untuk mudik pun terwujud, rasanya memang indah. Perjalanan mudik dari Makassar ke kabupaten Bone, kami tempuh selama lima jam. Melewati jalan berliku dan terjal, kiri dan kanan jurang. Penuh perjuangan untuk sampai ke kampung namun, cukup membuat hidupku terhibur meskipun sedikit tegang dalam perjalanan.
Saat tiba waktu Salat, kami istirahat di masjid, cukup banyak masjid yang kami lalui dan beberapa kali juga kami mampir untuk buang air kecil. Nah, pada musim mudik tahun 2025 ini, pemerintah mengimbau kepada semua masjid yang dilewati oleh para pemudik agar terbuka selama 24 jam. Tujuannya agar memudahkan masyarakat yang mudik untuk bisa singgah istirahat.
