Keseruan Pengantar Jemaah Haji, Rela Berdesak-desakan Hingga Bawa Bekal

Momen keberangkatan jemaah dari tahun ke tahun selalu menarik perhatian, utamanya bagi keluarga yang ditinggalkan.

Keluarga jemaah tidak akan melepas anggota keluarganya berangkat haji, hanya ikut rombongan bus ke asrama haji saja. Mereka pun seperti memiliki kewajiban untuk ramai-ramai mengantar sampai pertemuan terakhir.

Entah sejak kapan mengantar jemaah haji menjadi sebuah tradisi. Sehingga dari tahun ke tahun selalu banyak cerita menarik yang akan dikenang pada musim haji.

Hampir semua daerah di Indonesia pada musim haji, rombongan pengantarnya lebih heboh dari jemaah. Mereka memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri saat melepas keluarganya.

Saya sudah beberapa kali melihat rombongan pengantar jemaah di asrama haji dan bandara, air mata selalu tumpah. Ada rasa bahagia yang sangat menyentuh perasaan, sehingga butiran-butiran bening jatuh dengan sempurna membasahi pipi.

Saat lantunan shalawat dikumandangkan kelurga jemaah, perasaan seperti terkoyak-koyak. Seakan ingin ikut bersama rombongan haji ke Tanah suci.

Ternyata mengantar jemaah haji sangat seru. Saya pun menyempatkan untuk berdoa berharap tahun berikutnya bisa memakai seragam haji, sambil mengucapkan kata Amin berkali-kali.

Tahun ini, ada saudara sepupu yang mendapat panggilan untuk berhaji setelah sekian tahun menunggu.

Saya pun ikut mengantar. Suasana sepanjang jalan sangat ramai. Ratusan kendaraan milik keluarga jemaah terparkir tak beraturan menimbulkan kemacetan.
Jemaah haji pun kumpul di kantor Departemen Agama. Di sana mereka diberikan pembekalan sebelum berangkat ke Asrama Haji.

Pengantar jemaah yang datang sejak pagi, rela menunggu berlama-lama sampai bus jemaah meninggalkan kantor Depag, pukul 20.00 WITA.

Pedagang kaki lima pun meraih keuntungan setiap kali ada jemaah yang berangkat. Sebab pengantar jemaah sangat banyak dan mereka semua beli makan dan minum di lokasi tersebut.

Ada juga keluarga jemaah yang membawa bekal, piring, sendok, nasi, sayur dan lauknya. Mereka masih sempat makan sebelum melihat bus-bus pengantar jemaah berangkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *