Alhamdulillah Bertemu Tanggal dan Bulan Kelahiran 2024

Setiap kali bertemu tanggal kelahiran, saya merenung dan mengingat seorang ibu yang berjuang selama sembilan bulan, mengandung sambil bekerja. Setiap hari harus bolak-balik dari tempat kerja ke rumah dengan kondisi sedang hamil.

Ibu dari enam orang anak itu, kini telah berusia 72 tahun masih sehat dan kuat. Dia bahkan senang bepergian diusianya yang renta. Liburan ke pantai, jalan-jalan ke Mal atau hanya sekadar keliling-keliling kota.

Ingatannya pun masih tajam, sebagai mantan guru Fisika ditanya perkalian dan pembagian, perempuan berkulit putih ini , dengan fasih menjawab.

Oh, iya. Di penghujung tahun dia bahkan sering cerita, bagaimana dia di masa lalu. Di saat masih muda-mudanya. Ketika usia pernikahannya memasuki angka 2 tahun. Kala itu, katanya dia sedang mengandung anak ke dua.

Anak yang di preidiksi lahir di awal tahun dan bisa jadi akhir tahun. Namun, si ibu selalu berdoa agar bisa lahiran setelah pergantian tahun.

Sebab dia ingin, melihat suasana pergantian tahun di Pantai Losari seperti tahun sebelumnya. Iya, kata dia setiap pergantian tahun, suaminya selalu mengajaknya keluar seperti warga Makassar lainnya. Hanya sekadar seru-seruan, ikut semarakkan malam pergantian tahun. Nonton kembang api dan mendengarkan petasan, lalu diguyur hujan.

Tahun 1979 ke tahun 1980, dia kembali mengenang, saat itu sedang hamil tua dan dua hari lagi kata dokter lahiran.

Sebagai perempuan hamil dengan usia kandungan tidak lama lagi akan lahir bayi perempuan. Tinggal di rumah akan membuat bertambah stress.

Bapak pun mengajak ibu jalan-jalan menggunakan Vespa. Hanya itu kendaraan yang mereka punya kala itu. Mereka ikut bermacet-macet menembus pantai losari
Ibu pun membawa serta perlengkapan lahiran, pakaian, sarung batik, gurita dan beberapa bedong bayi. Katanya persiapan siapa tahu di tengah perjalanan tiba-tiba mau lahiran.

Ternyata hingga selesai pergantian tahun pun belum ada tanda-tanda aku mau ke luar. Hehehe, iya di dalam perut ibu itu ada saya.

Sejak masih dalam kandungan saya memang sudah pengertian. Mengerti kondisi ibu, yang masih capek baru selesai melepas tahun butuh istirahat ekstra.

Ibu harus mengumpulkan kembali tenaga untuk mengeluarkan saya. Apalagi di malam tahun baru, ketika hendak pulang ke rumah, motor Vespa kesayangan bapak mogok. Ibu terpaksa jalan kaki, di samping bapak yang mendorong motor ke Alauddin.

Saat itu, kedua orang tua yang hebat-hebat ini, tinggalnya di Alauddin di rumah kakek tepat di depan Asrama Brimob Pabaeng-baeng.

2 Januari 1980, saat kondisi ibu sudah stabil. Sedang senang-senangnya. Saya pun ingin segera keluar dengan tenang tanpa menyusahkan mereka.Cahaya kebahagiaan mereka terlukis di wajahnya.

2 Januari 2024 hanya bisa ucapkan terima kasih pada ibu yang telah melahirkan saya, dan sekarang masih tetap bersama menemani saya memotong kue Ultah di usia ke 44 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *