Terima Kasih 2023 Penuh Haru

Sudah selesai hari ini, 12 bulan 365 hari. Kisah 2023 penuh haru, tidak mudah untuk sampai di penghujung tahun. Banyak rintangan, tantangan yang kita lalui.

Banyak cerita yang tercipta dalam setiap pergantian harinya. Kemarau panjang melanda,kekeringan,kekurangan air bersih, kebakaran hingga pemadaman bergilir.

Pemadaman bergilir sehari dua kali dalam waktu yang lama sedikitnya melatih kesabaran dan menguras emosi (hehehe). Bukan hanya anak-anak yang tidak betah berlama-lama di rumah saat mati lampu. Orang dewasa bahkan tak kalah hebohnya mengeluh. Tidak hanya menguras emosi, tekanan darah pun tidak stabil.

Sungguh pemadaman bergilir menyesakkan. Menjadi drama dalam kehidupan, yang paling merasakan anak-anak. Saat berada di sekolah seharian mati lampu, mereka merasakan panas dan tidak betah berlama-lama dalam kelas. Menunggu 3-4 jam lampu menyala bukan waktu yang lama. Sepulang sekolah, tiba di rumah eh dapat giliran lampu mati.

Mereka berontak minta diajak ke Mal untuk menghindari panas. Katanya, cukup tadi siang di sekolah, berharap di rumah lampu menyala. Sedikit memilukan mendengarnya, saya pun tidak tega. Jadilah kami, berkeliling-keliling Makassar sampai lampu menyala.

2023 merupakan tahun di mana kesabaran kita benar-benar diuji. Penuh warna seperti sedang berpetualang. Petualangan yang tiada tandingannya.

Tahun ini, adalah tahun di mana banyak keluhan tetapi, tetap dijalani dengan sabar dan selalu berusaha untuk ikhlas. Terkadang rasa kesal menggerogoti tetapi, selalu berakhir dengan baik-baik saja. Kita merajut kisah 2023 menjadi cerita indah di akhir tahun. Semoga benang rajutannya tidak kusut agar bisa kita ceritakan kembali di tahun 2024.

Terima kasih 2023 tahun penuh makna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *