Najwa dan Perjalanan Menyelesaikan Pendidikan di Tengah Duka

Hari ini, Najwa resmi menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di SD Nur Alifah Rancaekek, Bandung, Kamis (18/06/2026).

Di balik momen sederhana itu, tersimpan perjalanan hidup yang panjang penuh kehilangan, perpindahan, dan keteguhan yang tumbuh perlahan sejak usia sangat muda.

Najwa, yang akrab disapa Wawa, bukan hanya seorang siswi yang menyelesaikan pendidikan dasar. Ia adalah seorang anak yang tumbuh dalam situasi hidup yang tidak mudah, namun tetap melangkah hingga sampai di titik ini.

Ia merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Dalam perjalanan hidupnya, Wawa harus menghadapi kenyataan kehilangan kedua orang tua di usia yang sangat muda. Sebuah keadaan yang mengubah arah hidupnya secara total.

Setelah kehilangan ibunya pada Januari 2023, Wawa bersama adiknya, Keke, dibawa ke Bandung oleh tantenya kakak dari almarhumah ibunya. Dalam keseharian, ia memanggil tantenya dengan sebutan “Wa’mami”.

Dengan penuh keikhlasan, Wa’mami merawat, mendidik, dan membiayai pendidikan Wawa serta adiknya. Ia tidak hanya mendidik, tetapi juga menjadi sosok yang menjaga keberlanjutan masa depan mereka.

Perpindahan ke Bandung bukan hanya soal tempat tinggal baru, tetapi juga tentang memulai kehidupan baru di tengah luka yang belum selesai.

Namun di rumah yang baru itu, Wawa menemukan ruang untuk tetap melanjutkan pendidikan dan tumbuh perlahan.

Keteguhan di Tengah Kehilangan

Tahun 2025 kembali menjadi masa yang berat ketika ayah Wawa wafat setelah lama sakit. Kehilangan itu melengkapi duka yang sebelumnya sudah ia alami.

Namun di tengah kondisi tersebut, Wawa tetap melanjutkan pendidikannya. Dengan dukungan keluarga yang merawatnya, ia terus berusaha menyelesaikan sekolah dasar hingga tuntas.

Sebuah Awal Baru Setelah Kelulusan

Kelulusan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru kehidupan Wawa.

Wa’mami bahkan telah merencanakan langkah berikutnya. Ia telah mendaftarkan Wawa ke salah satu pesantren di Bandung, sebagai kelanjutan pendidikan dan pembinaan karakter untuk masa depannya.

Di tengah segala kehilangan yang ia alami, Wawa tetap memiliki arah yang jelas untuk melanjutkan hidupnya. Dan di balik itu semua, ada sosok keluarga yang terus menjaga agar ia tidak berjalan sendirian.

Dari Saya untuk Wawa

Hidup tidak selalu memberi jalan yang mudah, tetapi selalu memberi kesempatan bagi hati yang tetap bertahan.

Kamu telah melewati masa yang tidak seharusnya ditanggung oleh anak seusiamu, namun tetap berdiri, melangkah, dan menyelesaikan apa yang telah kamu mulai.

Semoga setiap langkah ke depan menjadi lebih ringan, setiap luka berubah menjadi kekuatan, dan setiap kehilangan digantikan dengan keberkahan yang lebih besar.

Teruslah belajar, ya. Dunia mungkin pernah mengambil banyak hal darimu, tetapi ia juga sedang membuka banyak jalan baru untukmu.

Sukses selalu dalam menggapai cita-cita

Continue Reading

Nikmati Suasana Saung Sambil Kulineran

Saung Rindu Alam. Foto by admin

Saung Rindu Alam, salah satu restauran yang kental dengan suasana alamnya. Tempat  tebaik untuk berkumpul dan seru-seruan bersama keluarga, teman, dan kerabat. Sangat cocok untuk menghabiskan waktu libur seharian, suasana yang asri dan sejuk mampu menenangkan hati yang resah dan pikiran yang kacau.

Wisata kuliner yang berlokasi di kecamatan Pattallassang, kabupaten Gowa ini, bagi kami merupakan tempat yang istimewa untuk bersantai bersama keluarga. Bercerita sambil menikmati segarnya es kelapa muda, melihat ikan koi berkumpul saat diberi makanan. Sungguh, liburan akhir pekan menjadi catatan yang sangat berkesan.

Saat memasuki waktu salat, kita tidak perlu khawatir sebab sudah tersedia mushallah yang luas, bersih dan wangi dilengkapi dengan mukena dan sarung. Selain itu, di lokasi kulinernya tersedia banyak spot foto yang sangat menarik bagi mereka yang hobi selfi dan foto-foto.

Nah, karena hampir tiap hari ramai pengunjung kami pun melakukan reservasi sehari sebelum menjadwalkan berkunjung ke tempat tersebut untuk memilih saung yang akan kami tempati. Di sana ada beberapa jenis ukuran Saung, ada untuk kapasitas enam orang, 12 orang, 25 orang bahkan lebih. Nah, bagi Anda yang datang bersama keluarga kecil, bisa memilih kapasitas enam orang. Tempatnya cukup luas bahkan bisa lebih dari enam orang.

Ketika pertama kali berkunjung ke Objek wisata yang mulai beroperasi tahun 2019, kami sekeluarga sangat terkesan dengan pelayanan diberikan. Saat pertama kali masuk, beberapa pegawai akan menyambut pengunjung dengan ramah mempersilahkan untuk ke resepsionis yang berada di depan pintu utama.

Tidak begitu sulit dan berbelit-belit, petugas di meja depan tersebut akan menanyakan apakah sudah melakukan reservasi atau belum. Jika sudah, dia akan mengarahkan kita untuk menuju tempat yang telah disediakan. Sementara jika belum, maka akan menunjukkan tempat yang masih kosong. Jika ingin bersantai dan menikmati suasana alam, sebaiknya kita pilih saungnya tentunya harus reservasi terlebih dahulu, jika tidak maka kita menunggu setengah sampai satu jam saat tempatnya fullbooking. Oh, ya khusus untuk saungnya tidak dipersewakan ya, kita hanya membeli makanan yang disediakan.

Namun, suasana di lantai 2 juga tidak kalah menariknya dengan saung-saung yang tersedia di lanti 1. Pelayanannya juga sama, untuk menu makanan pilih sesuai selera. Untuk menunya banyak pilihan dan enak-enak. Ada ikan bakar, ikan goreng tepung, ayam goreng wijen, ayam goreng terasi, ikan masak saung rindu alam, sayur bening, sayur asam, sayur pariah, racak mangga. Untuk sambalnya pun banyak pilihan, sambel tomat, dabu-dabu dan sambal mata.

Nah, karena kita datangnya ramai-ramai bersama keluarga, untuk lebih hematnya kami memilih menu yang paketan. Satu paket untuk 12 orang dan ada juga paketan enam orang. Harganya terjangkau ya, satu paket untuk 12 orang hanya 454 ribuan. Selain makanan, tersedia juga menu desertnya, berbagai macam puding, kelapa muda, es buah dan masih banyak lagi.

Biasanya setelah makan, kita masih tinggal untuk bersantai menghabiskan waktu yang diberikan untuk menggunakan saung selama 2 jam. Anak-anak bisa menyewa sepeda air yang bentuknya seperti bebek, untuk satu unitnya bisa muat tiga sampai empat orang anak harga sewanya Rp25.000.

Continue Reading