Noni Si Ceria yang Telah Pulang

Namanya Noni Dwi Masari, tahun ini usianya genap 20 tahun. Dia seorang Taruni Perdana di Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung. Selama dua tahun lebih menempuh pendidikan dengan tinggal asrama bersama kawan-kawannya dari berbagai daerah.

Dalam proses belajar dia lalui penuh suka dan duka. Konon katanya, cukup banyak prestasi yang dia torehkan, dia aktif diberbagai kegiatan kampus. Di Bitung Noni terkenal sebagai seorang pesilat, dia sangat aktif mengikuti berbagai lomba.

Anak ketiga dari lima bersaudara ini, memiliki banyak teman dan mudah bergaul dengan siapa saja, menurut teman-temannya Noni selalu ceria. Tidak pernah mengeluh susah apalagi sakit, semangatnya untuk selesai dan bisa bekerja terus dikobarkan dan kerap kali menyemangati rekan-rekannya. Utamanya mereka yang anak rantau.

Dia sendiri, tinggal di Bitung rumahnya tidak jauh dari kampus. Karena kebaikan hatinya, Noni sering mengajak kawannya untuk berkunjung ke rumahnya saat libur akhir pekan atau istilahnya Pesiar.

Aku mengenal Noni, dari Mona keponakan yang kuliah satu angkatan dengan Noni di PKPB. Mereka teman akrab, tidak sedikit cerita baik tentang perempuan itu. Dari ceritanya aku tahu Noni punya saudara kembar’ bernama Nona, namun saudaranya sudah meninggal dua tahun lalu sebelum tamat SMA.

Akhir tahun 2023, Noni liburan ke Makassar. Dia dan beberapa orang temannya sedang mengikuti turnamen silat. Dari situ, aku banyak tahu tentang dia dan keluarganya. Noni, asyik diajak ngobrol. Dia juga rajin dan senang memasak. Kami akrab seperti saudara. Saat kembali ke Manado, komunikasi antara aku dan Noni tetap terjalin. Sesekali aku menanyakan kabar Mona melalui dia.

Awal Oktober aku tahu Noni sedang sakit, tetapi kulihat dia seperti tidak ada beban padahal sakitnya cukup parah. Sempat beberapa kali telponan Vidio Call, Noni masih ceria masih tetap tersenyum. Senang sekali melihatnya saat itu, Nasal Kanul sudah terpasang di hidung tetapi masih sempat menyapa dengan senyuman. Tidak pernah kusangka, itulah terakhir kali melihat Noni.

Kabar berikutnya sungguh membuatku kaget. Kata Mona, si Noni sudah tidak bisa bicara, tidak bisa merespon. Sontak yang terlintas di pikiranku, bagaimana perasaan kedua orang tuanya, mereka pasti sangat rapuh. Sebentar lagi anaknya akan wisuda, “Semoga penyakitnya segera membaik,”kataku pada Mona waktu itu.

Sejak saat itu, kabar tentang Noni selalu menjadi bagian terpenting yang aku tanyakan setiap kali Mona menelepon. Jawabannya tidak pernah berubah, Noni belum sadar seperti itu katanya. Aku terus meyakinkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin, Insya Allah Noni sembuh.

Namun, takdir berkata lain. Noni mungkin terus berusaha untuk melawan penyakitnya, berusaha bertahan agar bisa sembuh dan keluarga yang menunggu di rumah sakit bisa tersenyum bahagia, dan memeluknya.

Namun, Allah memiliki rencana terbaik untuk hamba-hambanya. Sabtu 19 Oktober 2024, kabar buruk tentang Noni pun terdengar. Perasaan sangat sedih, ternyata langkahnya sudah terhenti. Perjuangannya di dunia sudah berakhir. Air mataku pun ikut tumpah, segitu dekatnya dengan Noni, padahal kenalannya juga hanya sebentar. Tetapi, kenangan yang dia tinggalkan sungguh luar biasa, hingga melekat di ingatanku.

Selamat Jalan Noni, semoga amal ibadahmu di dunia diterima disisi-Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin.

Continue Reading

Pekerjaan Bukan Sekadar Batu Loncatan

Untuk bertemu banyak orang dan menanyakan berbagai macam hal bukan bagian dari hobi. Aku bahkan tidak pernah tertarik bertemu dengan orang lain sebab lebih senang menyendiri. Pekerjaan sebagai wartawan ku geluti selama 15 tahun, semuanya bermula dari senang menulis.

Sejak kecil hingga remaja, sepulang sekolah menghabiskan waktu di kamar. Membaca majalah dan nonton berita serta mengerjakan tugas-tugas sekolah. Dari membaca majalah kadang muncul rasa ingin menulis sesuatu yang bisa terbit di koran dan di baca banyak orang.

Ketika menjadi mahasiswa tiba-tiba senang melihat orang yang berprofesi sebagai wartawan. Apalagi ketika para pekerja media turun lapangan meliput aksi demo mahasiswa.

Mereka berlari, wawancara mahasiswa dan bebas bicara dengan aparat polisi. Seketika membayangkan jika berada diposisi itu, pastinya sangat seru. Saya yang tadinya malas bicara, dengan mudahnya bicara dengan orang-orang hebat bertemu dengan pejabat.

Tahun 2005, setelah selesai pendidikan di tingkat universitas. Mencari pekerjaan, bukanlah hal yang mudah apalagi bagi sarjana baru. Berbekal pendidikan jurnalistik saat bergabung di salah satu organisasi kampus, saya dengan percaya diri melamar sebagai wartawan, saat melihat ada lowongan kerja yang terpasang pada iklan di surat kabar.

Bekerja sebagai wartawan awalnya aku jadikan sebagai batu loncatan. Tapi, setelah bekerja dan mendapat tugas meliput semua aktivitas wakil gubernur Sulsel, kala itu. Saya pun jadi ketagihan merasa nyaman dan tidak ingin pindah profesi.

Setiap pagi, meninggalkan rumah keliling mencari berita, wawancara kemudian kembali ke kantor sore, untuk mengetik hasil wawancara dan mempublikasikan untuk dibaca banyak orang, seolah mendongkrak kebahagiaanku.

Apalagi saat ada pejabat negara berkunjung dan mendapat tugas untuk wawancara menteri, saat itu tidak bisa diungkapkan betapa senangnya aku.
Bukan hanya itu, bekerja sebagai wartawan bisa membawaku keliling daerah hingga berkunjung ke dua negara tanpa biaya.

Negara pertama yang aku kunjungi Malaysia. Saat itu, dapat tugas meliput kegiatan penerbangan perdana maskapai Air Asia dari Sulawesi Selatan ke Malaysia, bertepatan dengan kegiatan BPPMD provinsi yang mengadakan pameran di salah satu Mal terbesar di Kuala Lumpur.

Tiga tahun kemudian, instansi pemerintah tempat aku meliput semua kegiatannya kembali mengajak untuk ikut kerjasama eksport sayuran dari Sulsel ke Singapura, juga bertepatan dengan penerbangan perdana Garuda Airlines ke Singapura.

Seringnya mendapat tugas liputan ke berbagai daerah di Indonesia hingganke dua negara di Asia, akhirnya membuat aku mencintai pekerjaanku dan sulit untuk berpaling. Pekerjaan sebagai wartawan kugeluti sebelum menikah sampai memiliki anak.

Artikel ini, adalah bagian dari latihan komunitas LFI supported by BRI http://BRI.co.id

Continue Reading

Serunya Nonton Tarot, di Studio Hanya Empat Orang

Diajak ponakan dari kampung nonton film, aku pun langsung mengiyakan. Saat itu, sedang tidak ada kesibukan. Aku juga butuh hiburan.

Lalu, kami sepakat nonton hari Jumat tanggal 17 Mei 2024. Memilih film yang tayang siang ba’da salat Jumat. Sehingga setelah selesai nonton, aku pun bisa menjemput anak- anak di sekolah.

Karena sekolah anak-anak di Jl. Opu Daeng Risaju, tidak mungkin kami memilih bioskop yang ada di Mal Panakkukang, Mal Nipah atau pun MTos. Ada dua pilihan antara Mal Ratu Indah dan Phinisi Point di Jl. Metro Tanjung Bunga.

Sepanjang perjalanan kami masih berunding, tempat untuk kami menonton. Sebenarnya sehari sebelumnya, kami rencana nonton film The Architecture of Love, yang diperankan oleh Nicholas Saputra.

Karena filmnya tayang sekitar pukul 14.00, maka kami sepakat nonton Tarot saja. Film horor yang ceritanya sangat mengerikan.

Tidak pernah terencana nonton horor berdua, secara aku penakut begitupun dengan dirinya. Tetapi, karena sudah berada di Cinepolis – Phinisi Point Mall, akhirnya kami memilih Tarot yang kebetulan hanya ada film tersebut di jam 12.50, hehehe.

Sedikit konyol kelakuan kami berdua, memilih tempat duduk di bagian tengah padahal belum ada yang pesan selain kami. Untung saja tidak memilih di bagian paling atas, sebab sejak film yang disutradarai oleh Spenser Cohen dan Anna Halberg di putar sampai selesai, di dalam studio hanya ada aku, si ponakan yang sedikit kocak dan ada dua pengunjung.

Tidak seperti nonton film horor lainnya. Dimana ramai terdengar teriakan penonton ketika merasa takut. Saat nonton Tarot, film yang bercerita tentang pembunuh berantai yang membunuh korbannya berdasarkan zodiak ini, hampir tidak ada teriakan. Kami hanya menutup mata ketika si pembunuh beraksi.

Sumpah! Siapa saja yang menontonnya, film ini sukses membuat mereka ketakutan bahkan teriak-teriak. Sama seperti aku, hanya saja sesekali memendam teriakan karena yang nonton hanya empat orang.

Haya mau bilang film yang mulai tayang 15 Mei 2024 ini, ceritanya keren dan luar biasa. Tapi, kalau nonton horor sebaiknya ramai-ramai.

Continue Reading

Umrah Istimewa Bersama Ibu

Cerita perjalanan umrahku kali ini, sungguh sangat sempurna jika dibandingkan dengan dua perjalanan sebelumnya. Dulu, berangkat sendiri kali ini bersama perempuan terhebatku.

Berangkat ke tanah suci bersama ibu, bagian dari mimpi indahku. Rasanya itu seperti permen nano-nano, rame dan bahagia hatiku. Tuhan segitu sayangnya mewujudkan mimpiku.

Sebenarnya tidak terencana, juga tidak pernah masuk dalam list agenda tahunanku. Apalagi jadwalnya sangat dekat dengan Ramadan. Sehari tiba di tanah air eh langsung puasa.

Sangat sulit membayangkan bagaimana repotnya mengatur persiapan sahur dan buka puasa, setelah pulang dari perjalanan umrah.

Lalu, aku melihat semangat ibu berangkat umrah tahun ini, melebihi semangat para pejuang kemerdekaan saat melawan penjajah. Ibu selalu terlihat kuat dan sehat meskipun sudah puluhan tahun mengidap penyakit yang tak biasa.

Ibu bahkan memutuskan untuk pergi sendiri, seperti tahun 2021silam dia berangkat umrah sendiri dan kembali ke pelukan kami dalam kondisi yang utuh sehat walafiat.
Sebab ibu selalu yakin banyak yang akan menolong di sana dan ada Tuhan yang senantiasa menjaganya. Prinsip ibu membuatku terkagum-kagum. Aku saja yang pernah numpang hidup di rahimnya selama sembilan bulan tidak bisa sehebat dia.

Namun, sepertinya tahun ini, saya tidak begitu rela ibu pergi sendiri. Banyak hal yang aku takutkan menghantui pikiranku hingga memutuskan menemani ibu. Tentunya dengan berbagai pertimbangan harus mendapat surat persetujuan dari anak-anak dan ayahnya.

Setelah surat persetujuan yang di tandatangani di atas kertas bermaterai 10.000 (hehehe), tidak segitu sakralnya juga. Cukup anak-anak katakan “Iya” aku langsung menghubungi travel yang iklannya di media sosial sangat viral. Seperti viralnya Gibran saat resmi mendampingi pak Prabowo sebagai Wakil Presiden RI.

Cobig Tour namanya. Satu-satunya travel yang paket umrah 13 hari, di bawah harga 30 jutaan,vsekira 29 jutaanlah. Aku tidak ragu, karena mengenal pemiliknya.
Kami pun yakin perjalanan umrah bersama travel yang berkantor di Jl. Baji Gau ini, Insya Allah berjalan lancar.

Bahagianya Melihat Ibu Bermain dengan Merpati


Usai salat di Masjid Nabawi, kota Madinah yang indah. Ibu mengajak aku jalan-jalan melihat merpati berwarna biru laut, mengepakkan sayapnyaa, kami pun membeli makanan untuknya.

Burung-burung tersebut kerap kali mencuri perhatian jemaah, juga sebagai hiburan ketika pulang dari salat. Apalagi di tengah cuaca panas.

Ketika jemaah berbondong-bondong berjalan meninggalkan gerbang masjd. Secara bersamaan ribuan merpati terbang dengan indahnya.

Tidak sedikit jemaah yang mengajak sang merpati berfoto, memberikan makanan hingga ikut bermain kejar-kejaran di tengah-tengah kerumunan merpati yang sedang makan. Ibu yang usianya sudah 73 tahun, pun tidak kalah dengan anak muda. Dia bahkan mengenang ketika berkunjung ke tanah suci bersama almarhum bapak. Foto bersama burung merpati membuat memori handphone nya penuh.

Continue Reading

Alhamdulillah Bertemu Tanggal dan Bulan Kelahiran 2024

Setiap kali bertemu tanggal kelahiran, saya merenung dan mengingat seorang ibu yang berjuang selama sembilan bulan, mengandung sambil bekerja. Setiap hari harus bolak-balik dari tempat kerja ke rumah dengan kondisi sedang hamil.

Ibu dari enam orang anak itu, kini telah berusia 72 tahun masih sehat dan kuat. Dia bahkan senang bepergian diusianya yang renta. Liburan ke pantai, jalan-jalan ke Mal atau hanya sekadar keliling-keliling kota.

Ingatannya pun masih tajam, sebagai mantan guru Fisika ditanya perkalian dan pembagian, perempuan berkulit putih ini , dengan fasih menjawab.

Oh, iya. Di penghujung tahun dia bahkan sering cerita, bagaimana dia di masa lalu. Di saat masih muda-mudanya. Ketika usia pernikahannya memasuki angka 2 tahun. Kala itu, katanya dia sedang mengandung anak ke dua.

Anak yang di preidiksi lahir di awal tahun dan bisa jadi akhir tahun. Namun, si ibu selalu berdoa agar bisa lahiran setelah pergantian tahun.

Sebab dia ingin, melihat suasana pergantian tahun di Pantai Losari seperti tahun sebelumnya. Iya, kata dia setiap pergantian tahun, suaminya selalu mengajaknya keluar seperti warga Makassar lainnya. Hanya sekadar seru-seruan, ikut semarakkan malam pergantian tahun. Nonton kembang api dan mendengarkan petasan, lalu diguyur hujan.

Tahun 1979 ke tahun 1980, dia kembali mengenang, saat itu sedang hamil tua dan dua hari lagi kata dokter lahiran.

Sebagai perempuan hamil dengan usia kandungan tidak lama lagi akan lahir bayi perempuan. Tinggal di rumah akan membuat bertambah stress.

Bapak pun mengajak ibu jalan-jalan menggunakan Vespa. Hanya itu kendaraan yang mereka punya kala itu. Mereka ikut bermacet-macet menembus pantai losari
Ibu pun membawa serta perlengkapan lahiran, pakaian, sarung batik, gurita dan beberapa bedong bayi. Katanya persiapan siapa tahu di tengah perjalanan tiba-tiba mau lahiran.

Ternyata hingga selesai pergantian tahun pun belum ada tanda-tanda aku mau ke luar. Hehehe, iya di dalam perut ibu itu ada saya.

Sejak masih dalam kandungan saya memang sudah pengertian. Mengerti kondisi ibu, yang masih capek baru selesai melepas tahun butuh istirahat ekstra.

Ibu harus mengumpulkan kembali tenaga untuk mengeluarkan saya. Apalagi di malam tahun baru, ketika hendak pulang ke rumah, motor Vespa kesayangan bapak mogok. Ibu terpaksa jalan kaki, di samping bapak yang mendorong motor ke Alauddin.

Saat itu, kedua orang tua yang hebat-hebat ini, tinggalnya di Alauddin di rumah kakek tepat di depan Asrama Brimob Pabaeng-baeng.

2 Januari 1980, saat kondisi ibu sudah stabil. Sedang senang-senangnya. Saya pun ingin segera keluar dengan tenang tanpa menyusahkan mereka.Cahaya kebahagiaan mereka terlukis di wajahnya.

2 Januari 2024 hanya bisa ucapkan terima kasih pada ibu yang telah melahirkan saya, dan sekarang masih tetap bersama menemani saya memotong kue Ultah di usia ke 44 tahun.

Continue Reading

Mengenang Hari Terakhir Bertemu K Meli, di Malam Pergantian Tahun

31 Desember 2023, malam tahun baru 2024 tiba-tiba mengajak aku merenung. Ada cerita penting di tanggal yang sama, saat malam pergantian tahun 2022. Tepatnya satu tahun yang lalu.

Cerita tentang kak Meli sang kakak ipar. Saat sibuk-sibuknya saya menyelesaikan tugas akhir tahun. Tiba-tiba dikejutkan dengan kabar bahwa ibu dari enam orang anak ini, terbaring di rumah sakit.

Yang lebih mengejutkan lagi saat diberitahu kalau dia sakit ginjal. Seakan tidak percaya, sangat tidak percaya. Seminggu sebelumnya tepatnya tanggal 21 Desember, kami sama-sama ikut seminar. Dia mengajakku, acaranya diadakan di Makassar, di sebuah hotel bintang lima. Selama acara, kami bertiga tidak pernah cerita tentang penyakit.

Pembahasan kami lebih ke bisnis, ya dia banyak cerita tentang usaha baru yang di rintisnya di kampung. Menjual makanan khas kota Bandung. Jualannya sangat ramai dan katanya banyak yang suka. Saya pun senang mendengarnya, apalagi bahan-bahannya dia beli sebagian di tokoku. Kami pun jadi rekan bisnis dan sangat sering komunikasi.

Saat itu dia bahkan cerita ingin berangkat umroh bersama suami. “Alhamdulillah” kataku saat itu. Niat baik pun segera ku Aminkan. Bahkan katanya dia akan mengajak ibu sekalian.

Setelah seminar, kami jalan-jalan ke Mal Panakkukang, ke Gramedia membeli buku. Dia membeli buku religi, buku tentang renungan kepada sang pencipta.

Bukan hanya itu, perempuan asal kota Bandung yang sudah 22 tahun menjadi kakak ipar ku itu bahkan menitipkan dua anak-anaknya untuk liburan di rumah tanggal 22 Desember 2022. Dua minggu sebelum dia benar-benar pergi menghadap-Nya.

Ini pun ku anggap biasa saja bukan sesuatu yang aneh. Sudah biasa ponakan-ponakanku liburan di rumah. Aku bahkan mengajak mereka jalan-jalan ke Mal sambil nonton. Tidak pernah membayangkan yang tidak-tidak. Apalagi berfikir kalau itu adalah sebuah kenangan.

Malam tahun baru 2023, kondisi K Meli sedang tidak baik-baik saja. Saya menjenguknya dan sejuta pertanyaan merasuki ku. Melihat kondisinya drop, saya hanya berfikir kalau dia terlalu lelah.

Lalu, saya pun mengantarnya pulang. Sepanjang perjalanan menuju kampung yang jaraknya sekitar 50 kilo dari kota Makassar, kami tidak banyak bicara. Dia hanya diam. Sesekali ku perhatikan dia ngemil.

Di tengah perjalanan tiba-tiba minta brownis. Lalu, minta makan nasi, makan buah dan mampir lagi beli pepaya.

Bagiku ini, sesuatu yang tidak biasa. Dia biasanya tidak terlalu banyak makan apalagi dalam perjalanan. Tetapi, aku berfikir positif mengingat kondisinya baru keluar dari rumah sakit. Ada rasa heran berkecamuk di dada. Tetapi, saya hanya diam saja. Melihat dia duduk di sebelahku menyentak nasi goreng Yumki, yang kami beli di Indomaret.

Saya tidak pernah menyangka di malam tahun baru 2023, merupakan hari terakhir bertemu kak Meli. Setelahnya kami hanya berbalas chat via whatshap. Dia mengabarkan kondisinya yang masih merasa sakit.

Lima hari kemudian aku bertemu kak Meli lagi tetapi dalam kondisi yang berbeda. Dia sudah tidak bisa bicara seperti biasa lagi.

Kondisinya memburuk, hingga menghembuskan nafas terakhir tepat di tanggal 5 Januari 2023 di rumah sakit Syekh Yusuf Gowa.

Tiba-tiba sakit dan tiba-tiba pergi untuk selamanya. Alfatiha untukmu K Mel.

Continue Reading

Terima Kasih 2023 Penuh Haru

Sudah selesai hari ini, 12 bulan 365 hari. Kisah 2023 penuh haru, tidak mudah untuk sampai di penghujung tahun. Banyak rintangan, tantangan yang kita lalui.

Banyak cerita yang tercipta dalam setiap pergantian harinya. Kemarau panjang melanda,kekeringan,kekurangan air bersih, kebakaran hingga pemadaman bergilir.

Pemadaman bergilir sehari dua kali dalam waktu yang lama sedikitnya melatih kesabaran dan menguras emosi (hehehe). Bukan hanya anak-anak yang tidak betah berlama-lama di rumah saat mati lampu. Orang dewasa bahkan tak kalah hebohnya mengeluh. Tidak hanya menguras emosi, tekanan darah pun tidak stabil.

Sungguh pemadaman bergilir menyesakkan. Menjadi drama dalam kehidupan, yang paling merasakan anak-anak. Saat berada di sekolah seharian mati lampu, mereka merasakan panas dan tidak betah berlama-lama dalam kelas. Menunggu 3-4 jam lampu menyala bukan waktu yang lama. Sepulang sekolah, tiba di rumah eh dapat giliran lampu mati.

Mereka berontak minta diajak ke Mal untuk menghindari panas. Katanya, cukup tadi siang di sekolah, berharap di rumah lampu menyala. Sedikit memilukan mendengarnya, saya pun tidak tega. Jadilah kami, berkeliling-keliling Makassar sampai lampu menyala.

2023 merupakan tahun di mana kesabaran kita benar-benar diuji. Penuh warna seperti sedang berpetualang. Petualangan yang tiada tandingannya.

Tahun ini, adalah tahun di mana banyak keluhan tetapi, tetap dijalani dengan sabar dan selalu berusaha untuk ikhlas. Terkadang rasa kesal menggerogoti tetapi, selalu berakhir dengan baik-baik saja. Kita merajut kisah 2023 menjadi cerita indah di akhir tahun. Semoga benang rajutannya tidak kusut agar bisa kita ceritakan kembali di tahun 2024.

Terima kasih 2023 tahun penuh makna

Continue Reading

Mencoba Paket Perawatan di Labella Korean Spa, Harga Terjangkau

Waouw, iseng-iseng searching di google tempat spa di Makassar. Tentunya mencari harga yang ramah di kantong dengan pelayanan yang memuaskan.

Satu persatu pun bermunculan, ternyata cukup banyak tempat spa di kota metropolitan yang ke lima ini.

Pelayanannya pun sangat bagus, dan belum pernah ada customer yang komplain. Namun yang menarik perhatian saya Labella Korean Spa.

Tempat spa pertama di kota daeng, dengan perawatan ala Korea. Satu paket untuk beberapa rangkaian perawatan dengan harga sangat terjangkau Rp300.000.

Dalam satu paketnya, Anda sudah mendapatkan perawatan yang terdiri atas, Sauna, Pijat, Lulur, Scrub Korea, Mandi Susu dan keramas.

Awalnya hanya ingin bertanya saja. Saya pun langsung menghubungi kontak yang tertera di media sosial Labella. Sekadar menanyakan rangkaian paketnya. Setelah dijelaskan, akhirnya reservasi.

Hari itu juga, saya datang ke ruko yang berdekatan dengan salah satu Mal besar di Makassar. Di pintu depan, disambut ramah oleh sang resepsionis.

Setelah memanggil terapis, saya dipersilahkan masuk. Ada lima ruangan yang sangat bersih dan wangi. Sebelah kanan ruang sauna, sebelah kiri ruang ganti berhadapan dengan tempat perawatan spa.

Setelah berganti pakaian, saya dipersilahkan masuk ke ruangan sauna. Oh iya, Labella Korean Spa ini, khusus untuk perempuan sehingga Anda tidak perlu khawatir apalagi ragu-ragu. Selama perawatan akan merasa aman dan nyaman.

Tempat sauna di Labella pun berbeda dengan tempat perawatan yang lain. Saat berada di ruang sauna, kita diarahkan tidur terlentang beralaskan tikar yang terbuat dari rotan. Kepala diletakkan di atas batu yang terbuat dari tanah liat.

Panasnya ruangan membuat tubuh kita akan merasakan manfaat yang sangat besar. Selain meningkatkan suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, juga akan membuat pembuluh darah melebar dan aliran darah meningkat.

Di ruangan spa, terapis akan menyikat seluruh tubuh dengan spon sebelum memakai lulur, memijat dan mandi susu.

Manfaat Spa


Spa salah satu perawatan tubuh yang biasanya dilakukan kebanyakan perempuan. Namun tidak menutup kemungkinan kaki-laki pun melakukan perawatan ini.

Manfaatnya tentu sangat besar selain relaksasi tubuh, menjaga kesehatan tubuh, dan melembabkan juga dapat membantu menghilangkan penat, lelah dan stress.

Apalagi saat bekerja seharian, kadang-kadang tubuh sangat capek dan membutuhkan perawatan, luluran dan pijat yang tidak bisa dikerjakan sendiri.

Spa salah satu perawatan dipilih perempuan. Selain bisa mengurangi pegal-pegal, perawatan ini bisa melancarkan peredaran darah.

Continue Reading

Ikut Aksi Solidaritas untuk Jurnalis Gaza

“Kak, besok saya mau ikut aksi solidaritas untuk jurnalis Gaza ya,” izinku pada suami. Anak-anak yang mendengar pun ikut bersorak.

” ikut. Saya juga ikut na,” kata si bungsu dan kakaknya kompak.
Saya terdiam sejenak. Ku Pandangi wajah lugu mereka. Kedua anak lelakiku yang masih duduk di bangku SD, sering memantau berita Palestina.

Kami memang sering cerita tentang perang antara tentara Israel dan Hamas. Tentang kondisi yang memprihatinkan dialami sebagian besar anak-anak, dan warga sipil. Terkadang anak-anakku pun terbawa emosi. Bahas Palestina bagi keluarga kecilku menjadi hal yang paling seru.

Singkat cerita di group organisasi wartawan, kebetulan saya juga gabung sebagai salah satu pengurus Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Pengda Sulsel. Sejumlah organisasi jurnalis yang bergabung dalam Koalisi Jurnalis Sulsel untuk jurnalis jalur Gaza. Menggelar aksi solidaritas peduli bela Palestina tanggal 27 November 2023 malam.

Aksi tersebut digelar di bawah jembatan layang. Kami sebagai jurnalis Sulsel, turut berduka dan merasakan sedih yang mendalam atas apa yang menimpa jurnalis di Palestina beserta keluarganya.

Kami berkumpul membentangkan spanduk, dan membakar lilin. Beberapa jurnalis secara bergantian berorasi, dan membacakan puisi “Berbagi Irisan Semangka”
Dalam aksi solidaritas yang dilakukan pada Senin malam, agar bisa di dengar oleh semua pihak terkait dugaan pembunuhan 57 Jurnalis di Gaza. Bisa didengar hingga ke pengadilan internasional.

Ketua PJI Sulsel Safril Rahmat, berharap kedepannya jurnalis tidak mengalami hal seperti para pekerja media di jalur Gaza. Dimana mereka diperlakukan tidak manusiawi. Mereka tidak mendapatkan perlindungan hingga harus terbunuh.
Laporan Committee to Protect Journalists (CPJ)
Pada tanggal 25 November:

57 jurnalis dan pekerja media dipastikan tewas: 50 warga Palestina, 4 warga Israel, dan 3 warga Lebanon.
11 jurnalis dilaporkan terluka.
3 jurnalis dilaporkan hilang.
19 jurnalis dilaporkan ditangkap .
Berbagai penyerangan, ancaman, serangan siber, sensor, dan pembunuhan anggota keluarga.

Continue Reading

Masya Allah! Pendidik di Sekolah Anak Kami, Hebat-hebat

Peringatan Hari Guru

Guru merupakan pekerjaan mulia. Seseorang yang berprofesi sebagai gu memiliki keahlian sebagai pendidik yang profesional. Mereka bisa membimbing , mendidik, serta mampu bersikap sabar dan ikhlas menghadapi sikap anak yang berbeda-beda.

Bagiku guru, profesi yang sangat istimewa. Dari dulu sampai sekarang selalu salut dengan seorang pendidik, mungkin karena aku terlahir dari rahim seorang guru. Sehingga selalu merasa bangga dengan orang yang bekerja sebagai tenaga pengajar di sekolah.

Pernah juga merasa kesal, saat mendengar berita ada siswa menganiaya gurunya hanya karena ditegur merokok.  Masalah tersebut tidak berakhir damai sebaliknya di bawah ke meja hijau, Nauzubillah.

Oh, ya. Para pendidik di sekolah tempat anak-anak kami menimba ilmu juga hebat-hebat loh. Salah satu sekolah Islam di kota Makassar, SDIT Cobig Islamic School. Tidak sekadar mendidik, mereka juga belajar dan dibekali ilmu agama. Sehingga dalam memberikan pelajaran kepada anak-anak kami, selalu bersikap lemah-lembut, sopan dan ramah-ramah. Mereka bekerja dengan hati, penuh ketulusan dan cinta kasih.

Terlihat ketika kami mengantar anak-anak ke sekolah, dari tingkat SD hingga SMA. Para pendidik, ustadz dan ustazah menyambut anak-anak kami dengan hati gembira, di gerbang sekolah.

Dengan senyum yang ramah, seakan meyakinkan kami bahwa anak-anak aman bersama mereka seharian. Kalau pun hari ini, adalah hari guru. Hanya mau bilang selalu bangga pada mereka. Mereka bisa mengubah anak-anak kami menjadi pribadi yang lebih baik.

Continue Reading