Dunia Kami
-
Lebaran Tanpa Kalian Rasanya Sesedih Itu
Malam lebaran, suara takbir bergema menusuk ruang rinduku menghadirkan kesedihan hingga melelehkan air mata. Aku menangis, wajahku seketika berubah jadi sendu. Ya, aku menangis mendengar takbiran. Selain mengingat almarhum bapak yang sudah tujuh tahun berpulang. Aku pun merindukan kalian, suami dan kedua anak lelakiku Nawaf dan Naufal. Malam lebaran tanpa kalian baru tahun ini terjadi. Lebaran sebelumnya kita selalu kompak berada di atap yang sama. Kita selalu menunggu hingga hari berganti, bersama berjalan bergandengan menuju tempat pelaksanaan Salat Idul Fitri di lapangan masjid Darul Muttaqin Minasa Upa, Makassar. Kita selalu memakai warna baju yang senada meski tak baru. Kita mengikuti rangkaian pelaksanaan Idul Fitri bersama, setelah selesai kita salaman saling…
-
Tidak Ada Lagi Wangi Ketupat di Malam Takbiran
Membuat menu kari ayam dan opor ayam itu, sudah biasa. Meskipun bukan hari raya kita sering membuatnya di rumah bahkan selama Ramadan ada yang membuat dua menu berbahan dasar ayam ini, sebagai santapan saat sahur maupun ketika berbuka puasa. Aroma rempahnya begitu menggoda. Di hari lebaran kari ayam dan opor ayam selalu tersedia di atas meja bahkan sudah menjadi menu yang wajib ada, selain serundeng, ikan goreng dan ayam goreng. Tapi, kok yang kurindukan aroma wangi ketupat dan harumnya buras. Beberapa tahun lalu, dari kecil hingga menginjak dewasa, nenek yang melahirkan ibuku selalu membuat buras untuk kami santap di hari lebaran. Lima liter beras dia rendam untuk mengisi daun pandan…
-
Jalangkote Jadul dan Ikan Asap Menu Andalan Nawaf Saat Berbuka
Dari tahun ke tahun selama Ramadan, jalangkote merupakan penganan populer saat berbuka puasa. Kue yang berbahan dasar terigu dengan isian sayuran dan bihun ini, selalu saja menjadi incaran masyarakat yang sedang berpuasa. Tidak heran, hampir semua pedagang takjil ditepi jalan menjual jalangkote dan selalu saja laris manis. Jalangkote rasanya gurih, asin dan kriuk menjadi menu primadona apalagi dipadukan dengan saus lombok yang rasanya pedis, asam dan manis. Isian jalangkote bermacam macam, ada yang menggunakan bihun, mie, dan sayuran tergantung yang membuatnya. Jalangkote isian sayuran dan bihun yang paling sering kita jumpai di zaman sekarang ini. Tetapi, dulu ada jalangkote yang isinya mie, sekarang kebanyakan orang menyebutnya jalangkote jadul. Jalangkote ini,…
-
Ramadan Kali Ini, Ingat yang Telah Berpulang
Alhamdulillah, masih diberikan kesempatan bertemu bulan suci Ramadan kali ini bersama anak-anak, suami dan ibu. Suasananya masih sama seperti tahun kemarin. Penuh kebahagian dan riang gembira. Kami menyambut bulan penuh ampunan dengan hati yang ikhlas, berkumpul bersama keluarga kecil di rumah almarhum bapak. Aku mengajak anak-anakku setiap hari bukanya di rumah bapak sambil mengenang dia yang telah berpulang tujuh tahun yang lalu, mengingat saat-saat puasa ketika nenek masih hidup. Kami berkumpul di ruang keluarga, menu buka puasa tertata rapi di atas meja, aneka macam takjil, es buah dan makanan berat, tidak lupa kurma. Ya, almarhum bapak selalu saja membeli kurma untuk disantap saat buka dan sahur. Kami bersaudara menyantap makanan…
-
Merintis Usaha Butik, Berburu Pakaian di Tanah Abang
Akhir 2024 tahun lalu, kami rencana merintis sebuah toko baju muslimah. Segmennya menyediakan pakaian Haji dan umrah beserta oleh-olehnya. Kami pun menyusun dengan apik, memanfaatkan rumah ibu yang kosong. Di sebelahnya sudah ku buat toko bahan kue yang sudah berjalan selama tiga tahun. Ruang yang rencana kami jadikan sebagai tempat jualan pakaian pun kami rehab. Semuanya dari hasil tabungan dari teman tidurku yang juga ayah dari anak-anakku (hehehe). Dialah satu-satunya laki-laki yang memberikan dukungan penuh dari semua ide-ide cemerlang dari bisnisku. Dia bahkan tidak pernah mengeluh saat beberapa bisnis yang ku rintis sebelumnya sudah gulung tikar. Singkat cerita, kami pun mulai menjalankan usaha awalnya membeli barang di Pasar Butung, pasar…
-
Naik Kereta Api Tut Tut Tut, Surabaya-Jakarta
Pagi mulai menyapa, udaranya terasa sangat sejuk saat kami tiba di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Naufal anak bungsu kami sudah terlihat sangat senang riang dan gembira. Ketika kami melangkah menuju lantai dasar KM Dharma Kencana VII. Sejak pukul 06.00 WIB dia sudah rapi, sudah mandi, dan dua kali sarapan. Terlihat sangat segar saat berjalan meninggalkan dermaga menuju terminal pelabuhan. Berkali-kali matanya menatap sekeliling, seperti ada yang dia cari tetapi, tidak. Dia hanya mengamati dan menyimpan dalam ingatannya, aku tahu Naufal menyimpan cerita untuk diceritakan kepada saudaranya di Makassar, saat pulang nanti. Kereta Surabaya-Jakarta berangkat pukul 22.00 wita, sementara kami tiba di kota pahlawan di subuh hari. Cukup lama kami menunggu,…
-
Penuh Haru, Pertama Kali Naufal Naik Kapal
Serunya pertama kali mengajak anak bungsu kami, Naufal naik kapal laut. Perjalanan menggunakan transportasi laut, salah satu dari sejuta impiannya. Sejak masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), hampir setiap hari dia mengungkapkan keinginannya. “Ayah, bunda mauku naik kapal, naik kereta dan naik pesawat,” rengeknya kala itu. Anak seusia Naufal, wajarlah jika banyak bermimpi hal serupa pernah kualami sejak masih seusia dirinya. Namun, tidak semua keinginan anak harus kita penuhi. Saya pun menampung semua keinginannya, kalau ada rezeki bolelah sesekali mewujudkannya. Akhir Januari, awal tahun 2025, saat Naufal sudah lupa dengan keinginan terbesarnya itu, saat dia sudah tidak ingat dengan mimpi-mimpinya, saat itulah kami mengajaknya ikut ke Jakarta. Tujuan kami…
-
Liburan Awal Tahun Penuh Warna
Kedatangan anak-anak dari kota Bitung, Abay, Ilham, Memet, Nur Baiti dan Afdal sungguh membuat akhir tahun dan awal tahun kami penuh dengan warna. Rumah yang tadinya sepi seperti tak berpenghuni seketika ramai seperti dalam Asrama. Gelak tawa mulai terdengar, hentakan langkah kaki jelas terasa. Lantai yang tadinya kotor penuh debu, seketika jadi kinclong. Setiap pagi terdengar riuh suara anak-anak. Kami seperti keluarga berbaur satu dengan yang lain, masak-masak, makan bersama dan jalan-jalan. Oh iya, mereka menginjakkan kaki di kota Makassar, untuk mengikuti kejuaraan silat Kemenpora Cup 3 tiba tanggal 22 Desember 2024. Pertandingan digelar tanggal 29 Desember 2024 dan rencana balik ke Bitung tanggal 9 Januari 2025. Cukup lama kami…
-
Senangnya Dikunjungi Anak-anak dari Kota Bitung
Malam mulai merambat berirama. Jarum jam menunjukkan pukul 23.00 WITA, hari Ahad 22 Desember 2024 bertepatan dengan hari ibu. Telepon selulerku berdering, Mona mengabarkan kapal Tilong Kabila yang membawanya berlayar dari pelabuhan Bitung, telah berlabuh di pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar. Seisi rumah riang gembira mendengarnya, rencana menghabiskan liburan di Makassar sudah terngiang di telinga sejak November yang lalu. Rencana itu, sungguh membuat kita senang meskipun kabarnya baru rencana, sebab masih bisa berubah. Namun sudah membuat anak-anak atau para sepupu Mona menghayal tingkat tinggi. Khayalannya hanya seputar bisa memeluknya dan cerita banyak tentang pengalaman sekolahnya di Bitung, kota dimana dia menimba ilmu. Maklum sejak bayi, balita hingga masa kanak-kanak, mereka menghabiskan…
-
Bahagianya Nawaf Saat Diajak Wali Kelas Berenang
Bermain di kolam renang selalu membuat anak-anak terlihat bahagia, riang gembira. Mereka bahkan lupa untuk berhenti, apalagi jika bersama dengan teman-teman se frekuensi. Seperti yang dirasakan Nawaf, anak ke-2 kami. Dia sangat bahagia ketika sang wali kelas mengumumkan akan mengajak anak-anak ke kolam renang. Sejak saat itu, hampir tiap hari disetiap pertemuan, entah itu di mobil, di ruang makan bahkan di kamar tidur, dia selalu membahas tentang rencana renang bareng teman-teman kelasnya. Oh iya, setiap hari Jumat, memang ada jadwal olahraga untuk anak kelas 6 A SD Cobig, yang biasanya diisi dengan bermain futsal. Sehingga anak-anak sangat senang saat disuguhkan hal yang baru. Mereka bisa berendam, rileks, lebih santai dan…



















