Categories: Dunia Kami

Lebaran Tanpa Kalian Rasanya Sesedih Itu

Malam lebaran, suara takbir bergema menusuk ruang rinduku menghadirkan kesedihan hingga melelehkan air mata. Aku menangis, wajahku seketika berubah jadi sendu.

Ya, aku menangis mendengar takbiran. Selain mengingat almarhum bapak yang sudah tujuh tahun berpulang. Aku pun merindukan kalian, suami dan kedua anak lelakiku Nawaf dan Naufal. Malam lebaran tanpa kalian baru tahun ini terjadi. Lebaran sebelumnya kita selalu kompak berada di atap yang sama.

Kita selalu menunggu hingga hari berganti, bersama berjalan bergandengan menuju tempat pelaksanaan Salat Idul Fitri di lapangan masjid Darul Muttaqin Minasa Upa, Makassar. Kita selalu memakai warna baju yang senada meski tak baru.

Kita mengikuti rangkaian pelaksanaan Idul Fitri bersama, setelah selesai kita salaman saling maaf memaafkan kemudian kita menikmati ketupat, buras dan kari ayam yang sudah tertata rapi di atas meja makan. Seketika bahagia itu serasa milik kita bersama.

Setelah makan, kita berangkat ke makam nenek mendoakannya, lalu lanjut ke makam bapak di kabupaten Gowa. Kita mengabadikan semua momen indah di hari raya sebagai pengingat jika tahun telah berganti lagi.

Lebaran tahun ini, ada yang beda. Kita merayakan di tempat terpisah. Saya dan Safwa di Bumi Aroepala di Jl. Tun Abdul Razak kabupaten Gowa. Rumah baru yang kami beli enam bulan yang lalu. Sementara ayah, Nawaf dan Naufal berangkat ke Bone sehari sebelum lebaran, berkumpul bersama keluarga.

Saat melepas kalian berangkat ke kampung, aku berselimut rasa sedih. Sedih melihat senyum Naufal, apalagi ketika dia melambaikan tangan. Perasaanku sesedih itu sampai tak kuasa menahan air mata. Kubayangkan malam takbiran ku tanpa mereka.

Ternyata benar bukan hanya di malam takbiran, di hari lebaran pun saya merindukan anak-anak menghampiri dan meraih tanganku. Lalu, aku memeluknya dan mencium dahinya begitupula dengan Nawaf.

Bukan hanya Nawaf, baru kali ini juga saya lebaran tanpa ibu. Biasanya kami kompak di atap yang sama. Ibu lebaran di Minasa Upa, harusnya saya juga lebarannya di sana. Kamarku masih tersedia dan rapi di rumah ibu. Hanya saja, saya ingin merasakan lebaran di rumah baru, jadinya lebaran di rumah baru tanpa anak dan suami.

Andi Amriani

Share
Published by
Andi Amriani

Recent Posts

Wafa Aqila, Hari Pertama Sekolah dan Hari Terakhir Hidupnya

Setiap hari dari media sosial, kita mendengar tentang pembunuhan di Gaza. Kabar yang menyayat dan…

2 bulan ago

Kemerdekaan Indonesia dan Jejak Kebaikan Muhammad Ali Taher dari Palestina

Tidak terasa, Indonesia telah 81 tahun merdeka, pada Agustus 2026 tahun ini. Usia kemerdekaan itu…

2 bulan ago

Tiga Tahun Terkubur di Bawah Reruntuhan, 112 Warga Gaza Dimakamkan

Hampir tiga tahun lamanya, mereka berada di bawah timbunan beton dan reruntuhan rumah yang pernah…

3 bulan ago

Keysa Histeris Memanggil Ayahnya, Jutaan Orang Ikut Menangis

Kisah Pilu Anak Korban Keroyokan Namanya Keysa, usianya sembilan tahun. Nama dan fotonya hampir setiap…

3 bulan ago

Back to School, Ada yang Semangat, Ada yang Masih Mencari Sisa Liburan

Pagi itu, Senin 20 Juli 2026, suasana terasa berbeda. Jalanan yang beberapa minggu terakhir relatif…

3 bulan ago

Liburan yang Berbeda, Belajar Mandiri di English Super Camp

Liburan sekolah tahun ini terasa berbeda bagi keluarga kami. Jika pada tahun-tahun sebelumnya masa liburan…

4 bulan ago