Wafa Aqila, Hari Pertama Sekolah dan Hari Terakhir Hidupnya

Setiap hari dari media sosial, kita mendengar tentang pembunuhan di Gaza. Kabar yang menyayat dan menghadirkan kesedihan yang tak berujung. Sampai detik ini, sudah tidak terhitung jumlah anak-anak yang di bunuh di tanah Gaza.

Wafa Aqila, seorang anak berusia 8 tahun tinggal di bagian barat kota Gaza. Pada hari Ahad 6 September 2026, merupakan hari pertama ia kembali ke sekolah setelah libur dan merupakan hari pertama di tahun ajaran baru dia belajar.

Semangatnya menimba ilmu terus berkobar, ada mimpi yang ingin ia capai dengan cita-cita yang tinggi. Ia ke sekolah seperti biasa ditemani oleh ayahnya. Setelah jam pelajaran selesai, ia dan ayahnya pergi untuk membeli perlengkapan sekolah.

Namun, serangan udara militer Israel menghantam kendaraan mereka. Seorang ayah bersama anak perempuannya meninggal.

Sebelum tragedi memilukan itu, Wafa Aqila, berdiri dengan senyum paling indah. Dipundaknya tergantung tas sekolah berwarna pink. Rambutnya terlihat sangat rapi, wajahnya memancarkan kegembiraan. Seperti anak-anak pada umumnya saat hari pertama masuk sekolah.

Suara tembakan, suara ledakan bagi Wafa dan keluarganya bukan lagi hal yang baru. Setiap detik suara itu terdengar dan mengancam nyawa warga Gaza, namun bagi Wafa hari pertama sekolah mampu menandingi menakutkannya suara peluru.

Semangatnya untuk sekolah lebih besar dari rasa takutnya. Bukan hanya Wafa, semua anak- anak di Gaza akan merasakan hal yang sama, kesempatan untuk belajar sudah menjadi kemewahan yang tidak selalu bisa mereka nikmati.

Pagi itu, menjadi pagi yang sangat istimewa bagi Wafa. Semua anak yang tinggal di Gaza, sekalipun hidupnya sangat memperihatinkan, namun kesempatan belajar bagi mereka sebuah kemewahan yang tidak selalu bisa dinikmati.

Bagi Wafa, duduk di bangku kelas, bertemu dengan teman-teman, mendengar suara guru, dan menuliskan namanya sendiri di halaman pertama buku pelajaran bagian dari mimpi kecil Wafa. Mimpi sederhana yang hampir dimiliki semua anak di dunia. b

Tidak ada ada dalam pikiran mereka bahwa setiap saat kematian akan datang menjemput hanya hari, tanggal dan jam berapa kita tidak tahu.

Wafa tidak pernah menyangka akan pergi meninggalkan dunia bersama ayahnya, tidak pernah terbesit dalam benaknya hari pertama ia sekolah merupakan hari terakhirnya.

Hari itu, ia hanya berpikir untuk sekolah, sekolah dan sekolah lagi. Belajar yang giat untuk mewujudkan mimpinya.

Namun, perjalanan pulang berubah menjadi perjalanan terakhir bagi Wafa Aqila dan ayahnya Yoesuf Nabil Aqila.

Serangan udara militer Israel dengan sekejap menghancurkan kendaraannya. Ia dan ayahnya syahid, buku pelajaran anak berusia delapan tahun itu pun berserakan di jalan.

Sungguh memilukan bagi mereka yang menyaksikan foto dan video Wafa dan ayahnya. Semoga pembunuhan anak-anak di Gaza oleh Israel segera berakhir

 

Andi Amriani

Recent Posts

Kemerdekaan Indonesia dan Jejak Kebaikan Muhammad Ali Taher dari Palestina

Tidak terasa, Indonesia telah 81 tahun merdeka, pada Agustus 2026 tahun ini. Usia kemerdekaan itu…

4 minggu ago

Keysa Histeris Memanggil Ayahnya, Jutaan Orang Ikut Menangis

Kisah Pilu Anak Korban Keroyokan Namanya Keysa, usianya sembilan tahun. Nama dan fotonya hampir setiap…

2 bulan ago

Back to School, Ada yang Semangat, Ada yang Masih Mencari Sisa Liburan

Pagi itu, Senin 20 Juli 2026, suasana terasa berbeda. Jalanan yang beberapa minggu terakhir relatif…

2 bulan ago

Liburan yang Berbeda, Belajar Mandiri di English Super Camp

Liburan sekolah tahun ini terasa berbeda bagi keluarga kami. Jika pada tahun-tahun sebelumnya masa liburan…

3 bulan ago

Najwa dan Perjalanan Menyelesaikan Pendidikan di Tengah Duka

Hari ini, Najwa resmi menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di SD Nur Alifah Rancaekek, Bandung, Kamis…

3 bulan ago

Cerita Terakhir Elmi Febrianti di Apparalang Bulukumba

Suasana objek wisata Apparalang, kabupaten Bulukumba selalu ramai di akhir pekan. Penikmat wisata berdatangan dari…

3 bulan ago