Dunia Artikel

Tradisi Membagi Bubur Asyura Sambut 10 Muharram

Menyambut 10 Muharram 14412 hijriah, masyarakat di sejumlah daerah memiliki tradisi, membuat bubur Asyura.

Tradisi turun temurun, di Makassar masih terus dilestarikan dan juga beberapa daerah Bugis di Sulsel. Sebagai rasa syukur masyarakat atas Rezki yang didapat.

Bubur Asyura juga dibuat sebagai santapan buka puasa bagi masyarakat yang melaksanakan puasa, pada 10 Muharram.
Pembuatan bubur tidak sama di semua daerah, daerah Bugis misalnya membuat bubur dengan bahan, kacang hijau, beras ketan, labu kuning, pisang raja, ubi, nangka dan durian.

Bahan-bahan itu kemudian dimasak menjadi satu, tetapi ada aturan cara memasaknya. Di mana langkah awal dibuat bubur kacang hijaunya, setelah matang bahan-bahan lain dimasukkan jadi satu.

Di Makassar sendiri, pembuatan bubur Asyura, sama seperti membuat bubur santan biasa menggunakan beras putih yang di masak sampai menjadi nasi bubur.

Bubur yang sudah masak dicetak sesuai bentuk piring kemudian diberi hiasan aneka macam buah-buahan.

Selanjutnya membuat bubur dari beras ketan yang dimasak dengan gula merah dan santan. Selain itu, juga ada bubur dari ketan hitam dan santan juga ada bubur dari beras merah.

Setelah semuanya selesai, ditata rapi dia atas piring, sebanyak 80 piring. Bubur ini, kemudian dibagikan ke tetangga atau masyarakat di sekitar si pembuat bubur Asyura.

Ibu Sugiati daeng Sunggu, yang ditemui usai ,e,buat bubur Asyura mengaku bahwa tradisi membuat bubur Asyura ini, sudah dilakukan oleh neneknya bahkan orang tuanya terdahulu.

Kemudian dilanjutkan oleh anaknya, hingga akhirnya sekarang dia sebagai cucu pun melakukan apa yang telah diwariskan oleh orang tuanya.

Tidak ada yang istimewa kata ibu yang sudah berusia sekira 75 tahun itu. Baginya menyambut 10 Muharram hanya melanjutkan tradisi orang tuanya.

Pembuatannya pun tidak membuatnya repot bahkan dia merasa ada yang hilang jika dalam satu tahun tidak membuat bubur Asyura. Bahkan kata dia, di daerah tempat tinggalnya Jl. Rappocini, keluarganya sudah terkenal membuat bubur istimewa saat menyambut 10 Muharram.

Tidak heran, banyak tamu yang datang hanya untuk menikmati lezatnya bubur dengan aneka macam hiasan buah itu.

Sejarah Membuat Bubur Asyura

Bubur Asyura, satu kuliner yang paling dinantikan saat memasuki bulan Muharram. Untuk mengungkapkan rasa syukur, sebagian masyarakat ada yang patungan membeli bahan untuk membuatnya.

Situasi seperti itu, tentu saja menghadirkan kesenangan tersendiri, apalagi setelah masak mereka ramai-ramai membagi bubur tersebut.
Lalu, dari mana sih, asal muasal tradisi ini muncul?
Dikutip dari laman liputan6.com, bubur Asyura ternyata ternyata sudah ada sejak zaman Nabi Nuh.

Ketika dia dan kaumnya selamat dari banjir besar saat sedang berada di atas perahu.

Kala itu, perahu Nabi Nuh sudah berlabuh, tepat di hari Asyura. Beliau meminta kaumnya, mengumpulkan semua bekal yang ada.
Beliau pun berkata, ambillah kacang sekepal, beras, gandum dan buah yang bijinya keras, lalu masaklah.

“Niscaya kalian akan senang dalam keadaan selamat.”
Sejak saat itulah, tradisi mamasak bubur Asyura dilaksanakan oleh kaum muslimin dari berbagai dunia bukan hanya di Indonesia.

Andi Amriani

Share
Published by
Andi Amriani

Recent Posts

Wafa Aqila, Hari Pertama Sekolah dan Hari Terakhir Hidupnya

Setiap hari dari media sosial, kita mendengar tentang pembunuhan di Gaza. Kabar yang menyayat dan…

1 minggu ago

Kemerdekaan Indonesia dan Jejak Kebaikan Muhammad Ali Taher dari Palestina

Tidak terasa, Indonesia telah 81 tahun merdeka, pada Agustus 2026 tahun ini. Usia kemerdekaan itu…

4 minggu ago

Keysa Histeris Memanggil Ayahnya, Jutaan Orang Ikut Menangis

Kisah Pilu Anak Korban Keroyokan Namanya Keysa, usianya sembilan tahun. Nama dan fotonya hampir setiap…

2 bulan ago

Back to School, Ada yang Semangat, Ada yang Masih Mencari Sisa Liburan

Pagi itu, Senin 20 Juli 2026, suasana terasa berbeda. Jalanan yang beberapa minggu terakhir relatif…

2 bulan ago

Liburan yang Berbeda, Belajar Mandiri di English Super Camp

Liburan sekolah tahun ini terasa berbeda bagi keluarga kami. Jika pada tahun-tahun sebelumnya masa liburan…

3 bulan ago

Najwa dan Perjalanan Menyelesaikan Pendidikan di Tengah Duka

Hari ini, Najwa resmi menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di SD Nur Alifah Rancaekek, Bandung, Kamis…

3 bulan ago