-
Anakku di Sunat, Aku yang Kesakitan
Pagi itu, udara rasanya berbeda. Sejak membuka mata, jantungku sudah berdebar lebih cepat dari biasanya bukan karena aku yang akan menjalani operasi, bukan pula karena mendengar kabar buruk, tapi karena hari itu adalah hari di mana kedua anak lelakiku akan di sunat. Sebagian orang mungkin menganggap sunat itu biasa bahkan kadang dirayakan dengan penuh suka cita, tapi bagiku, ini lebih dari sekadar tradisi. Ini adalah langkah besar dalam perjalanan hidup anakku dan secara tak langsung, dalam perjalanan emosiku sebagai seorang ibu sebab mereka yang disunat, aku yang merasa sakit. Sakitnya bukan di tubuh, tapi di hati. Perjalanan menuju hari ini, bukanlah sesuatu yang singkat. Butuh waktu bertahun-tahun, diselingi diskusi panjang,…


