-
Ketika Hati Sujud di Tanah Suci
Ada yang berbeda saat pertama kali kaki ini menginjak Makkah bukan karena panasnya, bukan karena keramaian jemaah dari seluruh dunia. Tapi karena jantung ini berdegup lebih cepat—seperti tahu bahwa aku sedang menuju rumah-Nya untuk yang kedua kalinya. Ya, aku merasakan getaran itu, saat berkunjung ke dua kalinya yakni di bulan Mei 2017. Dua bulan sebelumnya pada bulan Maret 2017, Saya datang bersama 435 jemaah masih dalam tugas yang sama melayani tamu-tamu Allah. Saat pertama kali melihatnya, Ka’bah tidak bersuara, tapi ia berbicara. Ia menggetarkan sehingga mata tak berkedip, mulut komat-kamit menyebut asma Allah, dan air mata jatuh tanpa perlu alasan. Di hadapannya, dunia seakan hilang yang tersisa hanya aku dan…


