Categories: Dunia Parenting

Saat Rindu Menunggu di Bulan Mei, Takdir Menjemput di Lebanon

Kisah Tiga Prajurit TNI Penjaga Perdamaian Yang Gugur di Lebanon

Bulan Mei seharusnya menjadi bulan kepulangan tiga prajurit terbaik bangsa. Setahun lalu mereka dikirim ke Lebanon, bertugas menjaga perdamaian PBB.

Tahun ini, kedatangan Mereka sudah dinantikan keluarga. Hari-hari telah dihitung, doa-doa tak pernah putus, dan harapan sederhana terus dijaga agar pelukan segera nyata.

Namun di saat segalanya terasa semakin dekat, takdir justru datang lebih dulu menjemput mereka di tanah yang jauh, dan meninggalkan duka yang tak pernah direncanakan.

Tiga prajurit terbaik bangsa, Prada Anumerta Fahrizal Rhomadhon, Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, dan Serda Anumerta Muh, Ichwan. Satu tahun yang lalu, mereka pergi membawa nama Indonesia dengan bangga, berani dan gagah.

Di sudut negeri yang jauh dari tanah air, di tengah panasnya konflik, mereka menunaikan tugasnya dengan penuh keikhlasan. Menjaga perdamaian di Lebanon, sebuah amanah besar yang tidak semua orang mampu memikulnya.

Tahun ini, dunia seakan terguncang, pada Ahad (29/3/2026), Kopda Farizal Rhomadhon mengembuskan napas terakhirnya akibat ledakan proyektil yang jatuh di dekat posisi pasukan di Desa Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan. Saat itu, ayah dari seorang putri berusia dua tahun ini, sedang menunaikan Salat Isya di masjid yang tidak jauh dari posko UNIFIL.

Dalam sunyi nya malam, Praka Fahrizal sempat menghubungi keluarganya. Dia bahkan menyampaikan dirinya sudah berada di dalam Banker, namun belum melaksanakan Salat Isya. Prajurit kelahiran 1998 ini, pun berangkat ke masjid.

Sebelum ajal menjemput, Fahrizal sedang salat. Dia berdoa menyerahkan segala lelah
dan rindu yang dia pendam selama jauh dari keluarga. Lalu, takdir menjemputnya ia gugur bukan di medan tempur dengan senjata di tangan,tapi dalam keadaan yang sangat mulia, bersujud kepada Allah.


Kepergian Praka Fahrizal bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi luka bangsa. Ia merupakan salah satu prajurit terbaik yang mengabdikan hidupnya demi kedamaian.

Duka belum sempat reda, sehari kemudian dunia kembali dikejutkan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengonfirmasi insiden lanjutan yang menimpa pasukan TNI dalam misi UNIFIL.

Dua prajurit kembali gugur yakni Mayor Zulmi Aditya dan Serda Muh.Ichwan. mereka dilaporkan meninggal setelah ledakan menghantam konvoi logistik di wilayah Bani Hayyan, Lebanon Selatan, pada Senin (30/3/2026), sementara dua prajurit lainnya harus bertahan dengan luka-luka.

Para prajurit berprestasi itu berada di Lebanon, membawa nama Indonesia dengan penuh kebanggaan. Mereka pergi dengan kehormatan, menjaga damai di negeri orang.

Namun kepulangan mereka harus terjadi dengan cara yang tak pernah dibayangkan bukan dengan langkah kaki yang disambut pelukan, melainkan dalam diam, dibalut merah putih.

Rindu keluarga telah lama menunggu di bulan Mei, menyiapkan hangatnya pertemuan. Namun takdir lebih dulu menjemput di Lebanonan pada hari itu, yang pulang bukan lagi sosok yang bisa dipeluk, melainkan kenangan yang harus belajar diikhlaskan.

Andi Amriani

Recent Posts

Wafa Aqila, Hari Pertama Sekolah dan Hari Terakhir Hidupnya

Setiap hari dari media sosial, kita mendengar tentang pembunuhan di Gaza. Kabar yang menyayat dan…

2 bulan ago

Kemerdekaan Indonesia dan Jejak Kebaikan Muhammad Ali Taher dari Palestina

Tidak terasa, Indonesia telah 81 tahun merdeka, pada Agustus 2026 tahun ini. Usia kemerdekaan itu…

2 bulan ago

Tiga Tahun Terkubur di Bawah Reruntuhan, 112 Warga Gaza Dimakamkan

Hampir tiga tahun lamanya, mereka berada di bawah timbunan beton dan reruntuhan rumah yang pernah…

3 bulan ago

Keysa Histeris Memanggil Ayahnya, Jutaan Orang Ikut Menangis

Kisah Pilu Anak Korban Keroyokan Namanya Keysa, usianya sembilan tahun. Nama dan fotonya hampir setiap…

3 bulan ago

Back to School, Ada yang Semangat, Ada yang Masih Mencari Sisa Liburan

Pagi itu, Senin 20 Juli 2026, suasana terasa berbeda. Jalanan yang beberapa minggu terakhir relatif…

3 bulan ago

Liburan yang Berbeda, Belajar Mandiri di English Super Camp

Liburan sekolah tahun ini terasa berbeda bagi keluarga kami. Jika pada tahun-tahun sebelumnya masa liburan…

4 bulan ago