Dunia Kami

Serunya Nonton Tarot, di Studio Hanya Empat Orang

Diajak ponakan dari kampung nonton film, aku pun langsung mengiyakan. Saat itu, sedang tidak ada kesibukan. Aku juga butuh hiburan.

Lalu, kami sepakat nonton hari Jumat tanggal 17 Mei 2024. Memilih film yang tayang siang ba’da salat Jumat. Sehingga setelah selesai nonton, aku pun bisa menjemput anak- anak di sekolah.

Karena sekolah anak-anak di Jl. Opu Daeng Risaju, tidak mungkin kami memilih bioskop yang ada di Mal Panakkukang, Mal Nipah atau pun MTos. Ada dua pilihan antara Mal Ratu Indah dan Phinisi Point di Jl. Metro Tanjung Bunga.

Sepanjang perjalanan kami masih berunding, tempat untuk kami menonton. Sebenarnya sehari sebelumnya, kami rencana nonton film The Architecture of Love, yang diperankan oleh Nicholas Saputra.

Karena filmnya tayang sekitar pukul 14.00, maka kami sepakat nonton Tarot saja. Film horor yang ceritanya sangat mengerikan.

Tidak pernah terencana nonton horor berdua, secara aku penakut begitupun dengan dirinya. Tetapi, karena sudah berada di Cinepolis – Phinisi Point Mall, akhirnya kami memilih Tarot yang kebetulan hanya ada film tersebut di jam 12.50, hehehe.

Sedikit konyol kelakuan kami berdua, memilih tempat duduk di bagian tengah padahal belum ada yang pesan selain kami. Untung saja tidak memilih di bagian paling atas, sebab sejak film yang disutradarai oleh Spenser Cohen dan Anna Halberg di putar sampai selesai, di dalam studio hanya ada aku, si ponakan yang sedikit kocak dan ada dua pengunjung.

Tidak seperti nonton film horor lainnya. Dimana ramai terdengar teriakan penonton ketika merasa takut. Saat nonton Tarot, film yang bercerita tentang pembunuh berantai yang membunuh korbannya berdasarkan zodiak ini, hampir tidak ada teriakan. Kami hanya menutup mata ketika si pembunuh beraksi.

Sumpah! Siapa saja yang menontonnya, film ini sukses membuat mereka ketakutan bahkan teriak-teriak. Sama seperti aku, hanya saja sesekali memendam teriakan karena yang nonton hanya empat orang.

Haya mau bilang film yang mulai tayang 15 Mei 2024 ini, ceritanya keren dan luar biasa. Tapi, kalau nonton horor sebaiknya ramai-ramai.

Andi Amriani

Share
Published by
Andi Amriani

Recent Posts

Keysa Histeris Memanggil Ayahnya, Jutaan Orang Ikut Menangis

Kisah Pilu Anak Korban Keroyokan Namanya Keysa, usianya sembilan tahun. Nama dan fotonya hampir setiap…

2 bulan ago

Back to School, Ada yang Semangat, Ada yang Masih Mencari Sisa Liburan

Pagi itu, Senin 20 Juli 2026, suasana terasa berbeda. Jalanan yang beberapa minggu terakhir relatif…

2 bulan ago

Liburan yang Berbeda, Belajar Mandiri di English Super Camp

Liburan sekolah tahun ini terasa berbeda bagi keluarga kami. Jika pada tahun-tahun sebelumnya masa liburan…

3 bulan ago

Najwa dan Perjalanan Menyelesaikan Pendidikan di Tengah Duka

Hari ini, Najwa resmi menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di SD Nur Alifah Rancaekek, Bandung, Kamis…

3 bulan ago

Cerita Terakhir Elmi Febrianti di Apparalang Bulukumba

Suasana objek wisata Apparalang, kabupaten Bulukumba selalu ramai di akhir pekan. Penikmat wisata berdatangan dari…

3 bulan ago

Wisuda Hubaib, Hadiah untuk Dua Nama yang Dirindukan

Di antara deretan santri yang mengenakan pakaian jubah berwarna putih, berjalan ke atas panggung. Ada…

3 bulan ago