Jodoh dan kematian rahasia Allah, datang dan perginya sangat sulit untuk ditebak. Terkadang seseorang yang telah menjalin hubungan bertahun-tahun, sangat yakin kelak akan berjodoh. Apalagi jika mereka sudah sangat cocok dalam segala hal dan bisa nyambung saat bercerita.
Namun apa yang dialami Asib Ali Bhore, bisa menjadi pelajaran berharga bagi mereka yang tengah menjalin hubungan. Asib, seorang pemuda asal India, belum lama ini, viral di media sosial karena aksi nekatnya datang ke Sulsel, untuk melamar perempuan asal kabupaten Wajo, Syarifah Khaerunnisa.
Pemuda berusia 32 tahun itu, tiba di kampung pacarnya, Jumat tanggal 17 Februari 2023, dengan menyewa kendaraan dari kota Makassar. Tidak sedikit pun dia berfikir akan ada penolakan dari keluarga perempuan. Sebaliknya pada saat itu, Asib mungkin saja diselimuti perasaan bahagia dan rasa rindu. Apalagi dia merasa perkenalannya selama satu tahun di dunia maya cukup meyakinkan dirinya untuk berkunjung ke rumah kekasihnya.
Ya, dari informasi yang beredar, Asib berkenalan dengan Syarifah melalui group Hijrah pada aplikasi WhatsApp. Karena merasa cocok hubungan itu pun berlanjut. Hingga membuatnya melakukan aksi nekat, datang ke daerah yang belum pernah dikunjunginya.
Yang membuatnya sangat yakin sebab selama menjalin kasih, dia telah mengirimkan uang kepada sang pujaan hati. Sebagai bentuk keseriusannya. Namun, penolakan kedua orang tua Syarifah terhadap dirinya, sangat menyesakkan dan membuatnya kecewa.
Harapan dan mimpi-mimpinya pun pupus. Tidak ada yang bisa dilakukannya selain kembali ke negaranya dengan rasa kecewa. Syarifah Khaerunnisa mungkin bukan jodoh yang dipilihkan untuknya, sebab penolakan kedua orang tuanya sangat jelas. Gadis Wajo itu, telah dijodohkan dengan laki-laki lain.
Disejumlah media, Kapolres Wajo AKBP Fatchur Rahman memberikan komentar bahwa kedatangan Asib Ali, tiba di kabupaten Wajo dengan niat untuk melamar pacarnya. Tetapi, niat tulusnya itu, ditolak oleh keluarga perempuan. “Orang tua perempuan itu, sudah menjodohkan anaknya dengan pria lain,” katanya seperti dikutip dari beberapa media.
Kisah Pilu Anak Korban Keroyokan Namanya Keysa, usianya sembilan tahun. Nama dan fotonya hampir setiap…
Pagi itu, Senin 20 Juli 2026, suasana terasa berbeda. Jalanan yang beberapa minggu terakhir relatif…
Liburan sekolah tahun ini terasa berbeda bagi keluarga kami. Jika pada tahun-tahun sebelumnya masa liburan…
Hari ini, Najwa resmi menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di SD Nur Alifah Rancaekek, Bandung, Kamis…
Suasana objek wisata Apparalang, kabupaten Bulukumba selalu ramai di akhir pekan. Penikmat wisata berdatangan dari…
Di antara deretan santri yang mengenakan pakaian jubah berwarna putih, berjalan ke atas panggung. Ada…