Dunia Artikel

Gading, Mahar Yang Wajib Disediakan Laki-Laki Saat Melamar Gadis dari Pulau Adonara

Menjalin kasih dengan perempuan asal pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur(NTT) dan berniat untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, maka seorang laki-laki harus siap menyediakan gading sebagai mahar yang wajib ada dan harus di bawah saat pernikahan.

Sudah menjadi tradisi, dan adat istiadat suku Lamaholot, pulau Adonara sejak zaman dahulu, ketika perempuan akan menikah maka mempelai laki-laki harus membawa gading. Jika hal itu tidak terpenuhi maka pernikahan tidak akan terlaksana meskipun keduanya saling mencintai.

Untuk daerah Flores ataupun Adonara sendiri tidak pernah terlihat gajah bahkan sejumlah daerah di NTT tidak ada yang memelihara gajah. Uniknya, sebagian daerah di wilayah tersebut mengharuskan gading sebagai mahar. Sehingga ada istilah Adonara tidak memelihara gajah tetapi, mewajibkan gading sebagai mahar.

Selain pulau Adonara ada beberapa pulau lainnya yang mengharuskan gading sebagai mahar, yakni pulau Alor, pulau Lembata dan pulau Solor. Perempuan dari ketiga pulau ini, saat menikah mahar yang diberikan laki-laki bukan berupa uang tetapi gading.

Namun, jumlah gading yang diberikan dilihat lagi dari strata sosial. Jika perempuannya keturunan bangsawan jumlah gading yang disediakan lebih dari satu. Sebaliknya jika mereka dari keluarga sederhana maka jumlah gading yang disediakan bisa disepakati bersama.

Lalu untuk apakah gading yang nilainya ratusan juta itu?

Salah satu pulau di Adonara. Sumber foto: instagram

Saya sempat berbincang dengan beberapa teman yang asalnya dari pulau Adonara. Dia seorang mahasiswa di salah satu universitas di Makassar, Astuti Abdullah, dia menjelaskan bahwa merujuk pada orang tua terdahulu, dari cerita keluarganya yang sudah menikah. Gading sebuah keharusan yang harus di bawah laki-laki sebagai mahar, jika pernikahannya dilaksanakan di pulau tersebut.

Namun, jika pernikahan dilaksanakan di luar atau di daerah rantau maka mahar gading bisa diganti dengan uang, yang nilainya seharga gading. Berapa harga gading tergantung besarnya, namun biasanya dikisaran Rp.100 juta.

Kata dia, gading yang diberikan oleh laki-laki kepada perempuan itu, biasanya dipajang pada dinding rumah adat sang perempuan. Namun, ada juga yang memilih untuk menjualnya, lumayan nilainya cukup besar.

Nah, jika laki-laki yang mau menikah tetapi tidak memiliki gading sebagai mahar. Biasanya terjadi kesepakatan antara laki-,laki dan perempuan yang sudah saling cinta dan tidak ingin membebani calonnya, si laki-laki bisa meminjam gading pada keluarganya. “Asalkan keluarga perempuan tidak tahu ” kata Astuti.

Andi Amriani

Share
Published by
Andi Amriani

Recent Posts

Keysa Histeris Memanggil Ayahnya, Jutaan Orang Ikut Menangis

Kisah Pilu Anak Korban Keroyokan Namanya Keysa, usianya sembilan tahun. Nama dan fotonya hampir setiap…

2 bulan ago

Back to School, Ada yang Semangat, Ada yang Masih Mencari Sisa Liburan

Pagi itu, Senin 20 Juli 2026, suasana terasa berbeda. Jalanan yang beberapa minggu terakhir relatif…

2 bulan ago

Liburan yang Berbeda, Belajar Mandiri di English Super Camp

Liburan sekolah tahun ini terasa berbeda bagi keluarga kami. Jika pada tahun-tahun sebelumnya masa liburan…

3 bulan ago

Najwa dan Perjalanan Menyelesaikan Pendidikan di Tengah Duka

Hari ini, Najwa resmi menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di SD Nur Alifah Rancaekek, Bandung, Kamis…

3 bulan ago

Cerita Terakhir Elmi Febrianti di Apparalang Bulukumba

Suasana objek wisata Apparalang, kabupaten Bulukumba selalu ramai di akhir pekan. Penikmat wisata berdatangan dari…

3 bulan ago

Wisuda Hubaib, Hadiah untuk Dua Nama yang Dirindukan

Di antara deretan santri yang mengenakan pakaian jubah berwarna putih, berjalan ke atas panggung. Ada…

3 bulan ago