Coto Makassar, Kuliner Khas Kaya Rempah

Coto Makassar, masakan khas yang kaya akan rempah-rempah dan sudah terkenal hingga ke mancanegara. Hampir semua tamu yang berkunjung ke kota Daeng, memilih coto sebagai makanan yang wajib untuk di coba.

Kuah coto sangat kental, wangi rempahnya pun terasa nikmat di lidah.  Masakan berbahan dasar daging ini, cocok dikonsumsi disegala kondisi.

Tidak heran,para pelancong baik yang sudah berkunjung ke Makassar maupun yang belum pernah, tidak merasa tenang sebelum menemukan kuliner yang  berbahan dasar daging sapi tersebut.

Mereka pun tidak memerlukan waktu lama untuk mendapatkan Coto Makassar, sebab warung coto sudah tersebar di sejumlah wilayah dengan harga yang cukup terjangkau. Tentu saja setiap penjual memiliki harga dan target pengunjung masing-masing.

Warung coto yang cukup terkenal dan biasanya ramai dikunjungi tamu penting dan selebrity yakni, Coto Gagak di Jl Nuri, Coto Nusantara di Jl Nusantara dan Coto Ranggong. Selain tempatnya luas dan bersih, warung coto ini menghadirkan rasa tersendiri pada kekentalan kuahnya.

Lalu, kenapa coto jadi kuliner incaran ?

Coto merupakan kuliner khas Makassar yang sudah ada sejak zaman kerajaan Gowa, masakan ini sebagai menu yang wajib hadir untuk menjamu tamu.

Dari tahun ke tahun rasa yang ada pada kuah coto tidak berubah, bumbu kacang, dan olahan rempah-rempah, yang sudah di takar menambah kekentalan pada kuahnya hingga menggoda selera para penikmatnya.

Bahan dasar coto, berupa daging s sapi,ada hati, jantung, lidah, dan babat. Namun, banyak juga penggemar coto yang meminta ususnya.

Ketika masuk ke warung coto, biasanya pelayan yang menghampiri akan bertanya. “Mau pesan apa ? orang yang pertama kali masuk ke warung coto.

Sebab untuk semangkuk coto ada beberapa pilihan, tergantung  si pemesan. Ada daging saja, daging hati, limpah, babat saja, hati jantung, atau campur.

Harga coto di masing-masing warung variatif, ada yang menjual Rp18.000 hingga Rp20.000 per porsi dan ada juga yang menjual di kisaran harga Rp15 ribuan.

 

 

Andi Amriani

Share
Published by
Andi Amriani

Recent Posts

Keysa Histeris Memanggil Ayahnya, Jutaan Orang Ikut Menangis

Kisah Pilu Anak Korban Keroyokan Namanya Keysa, usianya sembilan tahun. Nama dan fotonya hampir setiap…

2 bulan ago

Back to School, Ada yang Semangat, Ada yang Masih Mencari Sisa Liburan

Pagi itu, Senin 20 Juli 2026, suasana terasa berbeda. Jalanan yang beberapa minggu terakhir relatif…

2 bulan ago

Liburan yang Berbeda, Belajar Mandiri di English Super Camp

Liburan sekolah tahun ini terasa berbeda bagi keluarga kami. Jika pada tahun-tahun sebelumnya masa liburan…

3 bulan ago

Najwa dan Perjalanan Menyelesaikan Pendidikan di Tengah Duka

Hari ini, Najwa resmi menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di SD Nur Alifah Rancaekek, Bandung, Kamis…

3 bulan ago

Cerita Terakhir Elmi Febrianti di Apparalang Bulukumba

Suasana objek wisata Apparalang, kabupaten Bulukumba selalu ramai di akhir pekan. Penikmat wisata berdatangan dari…

3 bulan ago

Wisuda Hubaib, Hadiah untuk Dua Nama yang Dirindukan

Di antara deretan santri yang mengenakan pakaian jubah berwarna putih, berjalan ke atas panggung. Ada…

3 bulan ago