Categories: Dunia Religi

Bahagianya Anak-anak Diajak Ngabuburit di Bazaar Ramadan

Ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa, dulu menjadi tradisi yang paling sering kulakukan sebelum menikah dan ketika masih berstatus karyawan pada sebuah perusahaan swasta.

Seharian bekerja di bulan Ramadan, rasanya lelah bercampur capek. Daripada pulang ke rumah bermacet-macetan di jalan. Saya dan teman-teman pun memilih menunggu waktu berbuka sambil jalan-jalan. Kadang ke Mal, ke pantai atau mencari lokasi yang ada Bazaar Ramadannya.

Lumayan sekali jalan dua tiga pulau terlampaui (Ceileh), Bazaar Ramadan biasanya tersedia sejumlah booth yang menjual aneka takjil dan makanan berat. Tahun ini, tiba-tiba saya ingin mengulang kembali masa-masa indah itu, bersama anak-anak.

Saya pun mengajak mereka, mengajak ibu dan Cime. Awalnya sih, Naufal dan Nawaf menolak, mereka yang sejak awal puasa Malas Gerak (Mager) sedikit gerak langsung mau membatalkan puasa (hahaha).

Saya terus berusaha membujuk tidak ingin Ramadan berakhir tanpa ada acara ngabuburit nya, segala jurus bujuk membujuk pun kulakukan. Akhirnya mereka luluh, tepat pukul 16.30 WIB, kami meninggalkan rumah mencari Bazaar Ramadan.

Sebelumnya kami masih sempat keliling-keliling dulu, ke Pantai Losari, ke Mal Nipa, banyak Bazaar Ramadan yang kami lewati. Namun kami menjatuhkan pilihan di halaman Mal Ratu Indah.

Tempat yang paling nyaman sebab Mal yang terletak di Jl. Ratulangi ini, ada Mushallah. Sehingga kami bisa melaksanakan salat magrib dulu, setelah itu jalan-jalan ke Bazaar Ramadan.

Lumayan ramai, tempatnya pun tertata rapi dan bersih. Bangku-bangku yang disediakan untuk pengunjung cukup banyak sehingga tidak perlu rebutan.Nawaf dan Naufal yang tadinya tidak mau ikut, setelah sampai di Bazaar Ramadan eh mereka lupa untuk pulang.

Ada banyak makanan favorit Nawaf sampai-sampai dia bingung sendiri memilih. Sambil keliling-keliling dia pesan pizza mini yang panjang, sosis bakar dan es teh. Sementara Naufal yang terbiasa berbuka dengan makanan berat memilih nasi cumi hitam dan sosis bakar dan minumnya lemon tea.

Selesai acara buka puasanya, lanjut ke masjid untuk melaksanakan salat tarawih.

Andi Amriani

Share
Published by
Andi Amriani

Recent Posts

Keysa Histeris Memanggil Ayahnya, Jutaan Orang Ikut Menangis

Kisah Pilu Anak Korban Keroyokan Namanya Keysa, usianya sembilan tahun. Nama dan fotonya hampir setiap…

2 bulan ago

Back to School, Ada yang Semangat, Ada yang Masih Mencari Sisa Liburan

Pagi itu, Senin 20 Juli 2026, suasana terasa berbeda. Jalanan yang beberapa minggu terakhir relatif…

2 bulan ago

Liburan yang Berbeda, Belajar Mandiri di English Super Camp

Liburan sekolah tahun ini terasa berbeda bagi keluarga kami. Jika pada tahun-tahun sebelumnya masa liburan…

3 bulan ago

Najwa dan Perjalanan Menyelesaikan Pendidikan di Tengah Duka

Hari ini, Najwa resmi menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya di SD Nur Alifah Rancaekek, Bandung, Kamis…

3 bulan ago

Cerita Terakhir Elmi Febrianti di Apparalang Bulukumba

Suasana objek wisata Apparalang, kabupaten Bulukumba selalu ramai di akhir pekan. Penikmat wisata berdatangan dari…

3 bulan ago

Wisuda Hubaib, Hadiah untuk Dua Nama yang Dirindukan

Di antara deretan santri yang mengenakan pakaian jubah berwarna putih, berjalan ke atas panggung. Ada…

3 bulan ago